Badgirl Love Story

Badgirl Love Story
Episode 8


__ADS_3

BUUGGG....


"Ardi loh nggak papa?"


"Gue nggak papa."


"MORGAN loh udah gila kali yah! loh ada masalah apa sama Ardi hah?." Tanya Vida dengan nada kesal.


"Loh itu cewek gue ngapain deket-deket sama dia,dan loh kalo gue liat loh jalan bareng lagi atau berusaha deketin Vida gue jamin hidup loh nggak akan aman." Ancam Morgan.


"Apa loh bilang pacar."


"Sudah Vid gue kekelas duluan yah." Ucap Ardi sambil memegang ujung mulutnya yang berdarah.


"Tapi Ar mulut loh berdarah?."


"Gue nggak papa santai aja."


Lalu Ardi pergi dari hadapan Morgan dan Vida,disana cuma ada Morgan dan Vida saja tak ada siapapun karena bel masuk sekolah sudah berbunyi dan kegiatan belajarpun sedang berlangsung.


" Dan loh Vid gue itu suka sama loh gue sayang sama loh kenapa loh malah milih si lemah itu?."


" Yang lemah itu bukan Ardi tapi loh paham."


"Tapi salah gue apa sampe-sampe selama ini gue sering nyatain cinta sama loh selalu loh tolak Vid."


"Ya karena gue tau senakal apapun gue sebejad apapun gue,gue nggak bakal milih yang cowok ******** kaya loh."


"Tapi kenapa Vid?."


" Udah gue bilang karena gue nggak suka cowok ******** kaya loh yang punya cewek nggak cukup satu."


"Gue udah putusin semuanya Vid dan ini demi eloh gue suka sama loh Vid.gue mohon sama loh kasih gue kesempatan sekali lagi."


"Engga bisa Gan." Lalu Vida pergi.


Ketika Vida akan pergi tangan Vida ditahan oleh Morgan seakan-akan Vida nggak boleh pergi namun bukan Vida namanya jika dia tidak berani melawan meskipun dengan cowok sekalipun.


"Lepasin gue."


"Gue mohon sama loh kasih gue kesempatan."


"Lepasin gue *******."


Akhirnya Morgan melepaskannya dan membiarkan Vida untuk pergi.


Vida berjalan menuju kelas 12 Ips2. Anak-anak langsung menengok ketika bunyi ketukan pintu mereka melihat didepan pintu ada Vida.


"Kamu?."


" Siang bu,maaf tadi saya ada urusan dengan Pak Yudi diruang BK jadi saya telat masuk kelasnya."


"Ya sudah duduk."


"Makasih bu."Akhirnya Vida duduk dikursinya,banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang diajukan untuk Vida dari sahabat-sahabatnya itu.


"Eh loh abis ngapain di ruang Bk?."Melisa


"Iya luh abis ngapain diruang BK,loh ada masalah apa sampe masuk ruang Bk?." Merisa.


"Jangan-jangan loh ketauan makan kaga bayar yah?." Agnes.


" Sembarangan loh kalo ngomng yah gue jitak juga luh."


"Terus kenapa loh masuk ruang Bk?." Merisa.

__ADS_1


" Udah nanti pas jam istirahat aja gue ceritain ok."


"Eh kalian mau belajar atau bergosip?." Ujar bu Guru.


Membuat semua siswa balik menatap kami.Dan kamipun menyudahi pembicaraan yang ngga penting itu.


" Iya bu." Jawab kompak.


Mereka pun kembali fokus dan menyimak apa yang Ibu Guru terangkan didepan.


Ttttttt......


" Ya sudah anak-anak waktunya istirhat soalnya kalian kerjakan dirumah saja dan minggu depan jangan lupa dikumpulkan kalian mengerti?."


"Mengerti bu." Jawab murid semua


Lalu Ibu Guru pun keluar dari kelas IPS2 diikuti anak-anak yang ingin pergi keluar.


"Eh Vid cerita dong kenapa loh bisa masuk ruang Bk biasanya kan loh kalo terlambat sekolah paling dihukum berdiri depan tiang bendera atau enggak bersihin toilet." Merisa.


"Kalian tuh yah nggak sabaran banget sih


sabar dong mending bicaranya di kantin aja biar asik soalnya gue laper banget." Jawabnya sambil memegang perutnya.


"Iya gue juga laper." Ucap Agnes sambil memperlihatkan muka melasnya.


Akhirnya mereka berempat pun pergi menuju kantin,di tengah perjalanan Vida berpapasan dengan Ardi namun Ardi hanya melihatnya tanpa menyapa mungkin dia kesal karena kejadian dikoridor tadi.


"Ardi?." Vida.


Tak ada jawaban dari Ardi,dia hanya menengok dan membalikan badannya lalu melanjutkan langkahnya menuju ruang Osis.


"Sejak kapan loh suka nyapa ketua osis dingin itu." Melisa.


"Apaan sih kalian udah ayo nanti keburu istirahat."


Sampailah mereka didepan kantin dan mereka memili duduk dikursi paling belakang,karena Vida akan menceritakan masalahnya kepada sahabat-sahabatnya itu jadi dia memilih kursi paling belakang agar orang-orang tidak mendengarnya.


" Udah ayo cerita." Merisa.


" Sabar dulu dong kita kan belum pesen makanan."


"Loh itu mau cerita nggak sih Vid ribet amat heran." Melisa.


"Tau ah gue mah mau pesan makanan aja luh laper." Agnes.


" Gue juga dong kaya biasa yah."Vida.


" Agnes kan baik gue sama Melisa juga sekalian yah."


"Ok."


" Ayo cerita Vid sambil nunggu makan datang juga kan."


"Jadi gini tadi siang gue kan telat lagi nih,gue udah teriak-teriak minta bukain gerbang tapi gak ada orang akhirnya gue pergi kebelakang sekolah buat manjat tembok biar bisa masuk. Aduh kalian ngerti nggak sih koh malah diem gituh."


"Iya kita paham ini buktinya nyimak."


"Udah lanjut."


"Terus pas gue mau turun dibawah udah ada Ardi sama pak Yudi, nah dari situlah gue suruh masuk ruang Bk."


"Lalu kenapa loh lama banget diruang BK."


"Gue ditegur sama pak Yudi gara-gara setiap kali gue dikasih surat pemanggilan orang tua,orang tua gue nggak pernah hadir."

__ADS_1


" Eluh cerita nggak kalo orang tua luh tuh super duper sibuk?."


"Iya."


"Dan terus ada masalah apa loh sama Ardi, ko tiba-tiba loh nyapa dia?."


" Awalnya gue waktu itu sering ketemu dia dikafe romantis,terus pas gue ada masalah sama nyokap gue gue pergi dan pas gue nangis Ardi liat gue, akhirnya kita ngobrol kesana kemari terus yang lebih parahnya gue berani curhat masalah keluarga gue kedia."


"Loh serius Vid."


" Gue serius,gue juga ngga tau kenapa gue bisa sepercaya itu sama dia."


" Terus-terus."


"Ya dia ngasih gue masukan supaya gue nggak boleh terlalu benci sama orang tua gue karen nanti bakal nyesel di kemudian hari."


"Serius dia bilang kaya gituh?."


"Serius Mer gue juga heran cowok sedingin Ardi bisa sehangat Itu.


"Jangan-jangan dia suka sama loh." Melisa.


"Apaan sih loh."


Setelah mereka berbincang makanan pun datang.


"Yah gue nggak tau apa yang kalian omngin tadi." Ucap agnes.


"Lagian loh lama sih."


"Ngantri ****."


"Wih biasa aja dong bu nggak usah nggas gituh."


"Kesel gue gak di ajak cerita." membuat para sahabatnya terkekeh melihat tingkah Agnes itu.


"Dan kalian tau nggak tadi Morgan sama Ardi berantem tau."


"Berantem koh bisa."jawab mereka bertiga.


"Keren kalian bisa kompak kaya gituh hahahaha."


"Gimana ceritanya mereka bisa berantem."


"Tadi pas gue keluar dari ruang Bk Morgan liat gue jalan bareng Ardi lalu tiba-tiba dia nonjok Ardi."


"Terus."


"Bibir Ardi berdarah."


" Ardi ngbales pukulannya enggak?."


"Engga Ardi langsung pergi katanya dia nggak bau ngeributin masalah yang ngga jelas."


"Harusnya Ardi juga nonjok Morgan biar tau rasa dia."Merisa.


"Oh makanya kenapa Ardi tadi enggak jawab sapaan loh karena mungkin dia nggak mau ikut campur lagi masalah loh sama Morgan."


"Tapikan gue sama Morgan nggak ada apa-apa."


"Ya sudahlah biar waktu yang menjawab nya. sekarang mending kita makan sebentar lagi bel masuk."


Akhirnya mereka mengakhiri bembicaraan itu dan diakhiri dengan melahap makanan mereka masing-masing.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2