Badgirl Love Story

Badgirl Love Story
Episode 14


__ADS_3

Hari yang sangat cerah Arumi membuka tirai ruang rawat Vida,membuat cahaya masuk dan menerangi wajah pucat Vida.Kini Arumi hanya sendiri karena Jovin pergi kekantor.


"Selamat pagi sayang."


Arumi duduk disamping Vida dengan mata masih tertutup sudah empat hari Vida berada dirumah sakit.


"Mahhh." Panggil Vida dengan nada yang sangat lemas membuat Arumi kaget mendengar hal itu akhirnya Arumi memanggil dokter.


"Pasien tidak papa bu sekarang ini keadaanya sudah semakin membaik,kalo begitu saya permisi dulu bu."


"Iya dok terimakasih." Lalu dokter pun pergi.


"Mahhh."


"Iya sayang."


"Mah kepala Vida sakit."sambil memegangi kepalanya.


"Sabar ya sayang."


Kali ini Vida bukanlah anak yang kuat yang selalu menyepelekan luka,bukan lagi Vida yang bawel ceria dan selalu keliatan baik-baik saja dimana pun dia merada.Kali ini Vida menjadi gadis kecil yang butuh kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya, kali ini Vida terlihat sangat pucat,lemas dan seperti tidak punya gairah hidup.


"Papah kemana mah?."


"Papah sedang pergi ke kantor sebentar sayang."


"Mah Vida boleh minta sesuatu."


"Kamu minta apa sayang bilang saja nanti Mamah bakal nglakuin apapun buat putri Mamah yang paling cantik ini."


"Vida rindu di peluk Mamah, Vida pengin di peluk Mamah boleh kan Vida minta pelukan dari Mamah?."


Arumi seketika langsung meneteskan air mata baru kali ini putrinya meminta sesuatu tapi tidak dengan nada tegas namun dengan suara yang begitu lemas dan lirih lalu Arumi langsung memeluk gadis kecilnya itu.


"Sini sayang." Dengan membuka kedua tangannya dan mendekat kepada Vida.


"Vida rindu sama pelukan Mamah." Sambil menangis.


"Sssttt sudah sayang jangan nangis lagi yah,maafin Mamah sama Papah yang selalu sibuk sama pekerjaan yah, Mamah sama Papah sayang sama kamu nak."


Kali ini Vida menumpahkan kerinduanya kepada Mamah nya dia begitu rindu pelukan seorang Mamah, mungkin sudah lama sekali ini hal ini tidak dilakukan antara ibu dan anak.Tak lama Jovin datang membawa dua kantuk plastik.


"Ada apa nih koh Papah nggak di ajak berpelukan?."


"Papah." Panggil Vida dengan manja lalu membuka kedua tanya bertanda ingin dipeluk oleh Papah nya itu.


Jovin pun mendekat lalu memeluk putri semata wayangnya itu.


"Vida juga rindu pelukan Papah." Dengan erat Vida memeluk Jovin mungkin sudah sangat lama sekali Vida tidak pernah lagi merasakan pelukan seorang ayah.


"Papah juga rindu sama kamu sayang."


Lalu Jovin memberikan satu tangannya kepada Arumi lalu memeluk dua perempuan yang sangat Jovin sayangi ketika mereka masih berpelukan terdengar suara ketukan pintu membuat mereka menyudahi pelukan penuh kasih itu.Lalu Arumi membukakan pintu ternyata Ardi datang dengan membawa bingkisan buah.

__ADS_1


"Asalamuallaikum Om Tante, hai Vid." Sapa Ardi.


"Walaikumsalam Ardi masuk sayang,kamu sendiri atau bareng temen-temen?."


"Sendiri tante mereka katanya nanti nyusul."


"Ya sudah ayo duduk."


Lalu Ardi duduk disamping Vida dan menatap Vida.


"Gimna kamu udah mendingan?."Tanya Ardi


"Sejak kapan luh baik sama gue?."


"Eh nggak boleh gituh sayang."Tegur Jovin.


"Papah tau nggak sih dia tuh yang selalu ngasih aku hukuman kalo aku telat sekolah masa yah aku pernah di suruh bersihin toilet sama dia."Ocehanya Vida.


Ardi tersenyum melihat Vida sudah mulai ceria seperti sebelumnya.


"Mamah sama Papah sudah tau."Di lanjutkan anggukan Jovin.


"Papah Mamah sudah tau?." Lalu Vida melirik kepada Ardi membuat Ardi terkekeh melihat tingkah gadis yang ada disampingnya itu.


"Ardi selalu cerita kegiatan kamu disekolah sayang."


"Vida nggak paham apa maksud Mamah."Dengan ekspresi bingung.


"Nanti juga kamu bakal tau sayang."Sahut jovin yang sedang bermain ponsel.


"Kita ketaman yuk?."


"kita???."


"Tante Vida Ardi ajak jalan-jalan ketaman yah?."


"Iya sayang nggak papa pake kursi roda aja takut vida masih lemas."


"Dih emang gue nerima ajakan luh?." Jawabnya kesal.


"Udah ayo bosen di sini terus."


Membuat Vida berpikir keras untuk menerima tawaran itu. Akhirnya Vida menerima ajakan Ardi untuk jalan-jalan ketaman.


"Ardi pergi dulu Om Tante."


"Iya nak jangan lama-lama yah kasian Vida baru sembuh" Di jawab oleh Vida dengan jari berbentuk Ok.


Ardi berjalan menyusuri lorong rumah sakit sambil mendorong Vida dengan kursi roda,tak ada yang bicara baik Vida maupun Ardi akhirnya Ardi mengawali pembicaraan agar suasana tidak terlalu dingin.


"Vid.?"


"Apa,kenapa mau ngomong kalo luh suka liat gue kaya gini?."

__ADS_1


"Jangan berprasangka buruk sama orang nggak baik."


"Terus luh mau nanya apa?."


"Ko kamu bisa kaya gini sih."


"Waktu itu terlalu buru-buru untuk ikut jalan-jalan bareng Merisa Melisa terus Agnes."


"Terus kamu bawa mobilnya terlalu semangat makanya jadi seperti ini?."


"Ya macam itu lah." Lalu di jawab oleh anggukan Ardi.


"Terus luh bisa kenal Papah sama Mamah dari mana?."


"Papah kamu sama Ayah aku rekan bisnis,aku sempat bertemu dengan beliau beberapa kali waktu ada pertemuan bisnis Vid awalnya aku nggak nyangka kamu anak dari Om Jovin sama Tante Arumi."


"Jangan bilang luh adalah orang yang selalu diceritakan mau dijodohin sama gue?."


Ardi hanya menjawabnya dengan pundak yang di angkat ke atas.Lalu Ardi bercerita tentang hukuman yang di berikan dia untuk Vida dan Morgan dan sekarang yang melakukan hukuman itu hanya Morgan saja itu pun harus dengan pantauan ketat karena jika tidak begitu Morgan akan kabur.


"Udah pulang lagi kekamar lagi yah Vid udah lumayan lama kita diluar nanti kamu sakit lagi."


"Nggak mau gue masih pengin jalan-jalan."


"Tapi angin diluar nggak bagus buat kamu yang baru sembuh."


"Nggak mau Ardi." Jawabnya tegas.


"Ya sudah lima menit lagi ok."


Lalu di jawab anggukan Vida.


Vida sempat tak menyangaka kini dia dengan Ardi bisa sedekat ini, Ardi yang dulu dingin berubah menjadi seseorang yang perhatian dan care sama seseorang.


Lima menit pun berlalu kini Vida dan Ardi berjalan menuju ruang rawat Vida, kini mereka sudah tak canggung lagi untuk bertukar cerita beda dengan tadi mereka salig diam karena bingung harus berbicara apa.


Sampailah mereka di depan pintu ruang rawat Vida.


"Asalamuallaikum."


"Walaikumsalam salam sayang." Jawab Jovin yang tengah duduk sambil membaca koran.


"Walaikumsalam ko cuma sebentar jalan-jalan nya sayang."


"Sama dia nggak boleh lama-lama tuh Mah." sambil menunjuk kearah Ardi dan memanyunkan bibirnya itu.


"Ya sudah nggak papa besok lagi jalan-jalan nya.


Ketik Vida akan berjalan untuk pindah duduknya menjadi ketempat tidur tiba-tiba bunyi ketukan dari luar..


Tok tok tok......


Bersambung.....

__ADS_1



Ruang rawat Oxvida.


__ADS_2