
Hari begitu cerah meskipun jam sudah menunjukkan pukul 15.20 namun awan dan langit masih begitu cerah.
Motor vespa milik Ardi melaju dikota jakarta, Vida sangat menikmati pemandangan kota jakarta.Banyak sekali para pengendara mobil dan motor berlalu lalang.Ardi hanya fokus menatap jalan di depan sedangkan Vida sejak tadi wajahnya merasa sangat senang dia melihat ke pinggiran jalan banyak sekali para penjual kaki lima sampai saat Vida menyuruh Ardi untuk berhenti karena dia ingin membeli permen kapas.
"Stop." Ujar Vida mendadak.
Lalu Ardi pun langsung mengerem motornya membuat helm Vida terbentur ke helm Ardi.
"Aw sakit ****."
"Yang suruh berhenti tiba-tiba siapa?."
"Mau permen kapas."
"Apaan sih kaya anak kecil aja."Jawab Ardi dingin."
"Mau itu Ardi." Rengek Vida. "Nanti gue bilangin Bunda kalo Ardi nggak mau beliin gue permen kapas ya.
Lalu Ardi dan Vida turun dari motor,Vida langsung berlari kearah tukang permen kapas itu.Ardi hanya bisa mengikuti dia daru belakang saja sambil menggeleng-gelengan kepalanya melihat tingkah Vida seperti anak kecil yang sedang di ajak main oleh ayahnya.
Sampailah Vida di tukang permen kapas, Vida langsung mengambil 2 permen sekaligus.
"Bayarin."Ucap Vida.
"Dih luh yang makan juga." Jawab Ardi.
"Bang nanti bayarnya sama dia aja yah." Lalu Vida berjalan untuk melihat-lihat yang lain.
"semua jadi dua puluh ribu mas." Ucap tukang permen.
Ardi pun mengeluarkan uang lima puluh ribu." Kembaliannya buat Bapak aja."
"Serius mas? Ya ampun makasih mas,saya doain semoga mas sama mbanya mendapatkan rezeki lebih dari ini dan semoga mas sama mbanya langgeng terus yah."
Ardi tidak menjawab dia hanya membalas dengan senyuman sambil berkata dalam hati Langgeng apaan yang ada kalo pacaran sama orang itu bawaanya apes terus lah iya.
Ardi pun mengikuti kemana Vida melangkah,sedangkan Vida melihat kesana kemarin lalu tiba-tiba Vida melihat ada kakek-kakek bejualan ikan hias. Vida yang melihat kakek itu langsung berusaha memanggil adi yang cukup jauh denganya.
"Ardi." Teriak Vida Sambil melambaikan tangan.
"Bisa nggak sih jangan teriak-teriak malu ****." Dengan wajah kesalnya.
" Mau itu." Sambil menunjuk ke arah sepasang ikan.
"Luh punya uang nggak?." Tanya Ardi.
" Bayarin." Minta Vida kepada Ardi.
" Ogah,luh disini mau malakin aku apa gimana."
__ADS_1
"Ayolah Ar." Mohon Vida.
"Tapi habis ini pulang.
"Ok siap bos."
"Ke yang ini yah." Ucap Vida kepada kakek itu.
" Siap neng."
Ardi mengeluarkan uang seratu ribu kepada kakek itu " Nih ke uangnya."
"Aduh Mas saya dari tadu belum ada yang beli jadi saya nggak punya uang kembalian."
Ardi merasa kasihan mendengar kakek itu berbicara seperti itu,akhirnya "Ya udah kembaliannya buat kakek aja.", Membuat kakek itu sangat senang pasalnya baru kali ini dia menemukan orang baik seperti Ardi.
"Aduh makasih banyak mas saya doakan rezeki mas dan mbanya lancar terus dan semoga mas sama mbanya langgeng terus." Ucap kakek itu.
Membuat Ardi dan Vida saling bertatapan, Ardi heran sudah dua orang yang mengucapkan kalimat seperti itu apakah dia terlihat seperti orang yang sedang pacaran batinnya.
"Dih amit-amit." Ucap Vida sambil melihat ke arah Ardi.
"Udah ayo pulang." Ajak Ardi.
"Makasih ke." Pamit Vida.
"Udah ayo." Ajak Ardi kembali.
"Udah sore, cepet pulang." Perintah Ardi.
Lalu Vida pun menuruti ucapan Ardi dan berjalan mengikuti Ardi yang melangkah ke tempat motor mereka terparkir.
Disepanjang perjalan Vida hanya diam sambil memakan permen kapas yang tadi dia beli ikan yang tadi dia beli di simpan di bagian tengah motor Ardi.
Saking asyiknya memakan permen kapas dia tidak sadar bahwa Ardi sedari tadi ngeliatin dari kaca sepion motornya.
Sampai saat dia tersadar " Kenapa luh ngliatin gue kaya gituh."
"Aku heran,kamu kadang lucu kalo lagi kaya gituh."
Pipi Vida memerah ketika Ardi berbicara seperti itu.
"Tapi sayang kadang kamu kaya emak lampir kalo udah marah-marah."
Vida langsung repleks memukul bahu Ardi.
"Sakit ****."
"Eh maaf, lagian luh udah deh fokus aja liatin jalan sana jangan ngliatin gue terus." Ucap Vida sambil memayunkan bibirnya.
__ADS_1
Membuat Ardi yang melihat itu terkekeh.
🛵🛵🛵🛵
Vida dan Ardi sampai di depan rumah, Vida langsung turun dan membuka pintu gerbang Arumi yang sedang duduk di depan rumah sambil memainkan leptopnya itu melihat ke arah gerbang dan mengetahui bahwa Vida sudah pulang akhirnya berjalan ke arahnya.
"Kamu sudah pulang sayang." Tanya Arumi.
"Mamah katanya mau jemput aku."
"Maaf sayang Mamah lupa Mamah lagi banyak kerjaan,pas Mamah mau jemput ada notif dari Ardi katanya kamu pulang sama dia." Ujar Arumi.
"Mamah jahat.", Ucap Vida sambil memanyunkan bibir nya.
"Ardi masuk dulu nak."
"Mamah dari tadi aku yang berdiri dekat Mamah nggak disuruh masuk." Kesal Vida.
Namum Arumi tidak mendengarkan perkataan putrinya itu.
" Nggak usah Tante, Ardi mau langsung pulang aja kasian Bunda Pasti udah nungguin."
"Ya udah kapan-kapan main kesini yah." Ucap Arumi sambil tersenyum.
"Ya udah Tante Ardi pamit dulu yah."
"Iya sayang hati-hati di jalan,makasih udah nganteri Vida yah."
Vida tak berkata apapun dia tak mengucapkan terimakasih sama sekali kepada Ardi,dia kesal karena Mamah nya lebih perhatian kepada Ardi dari pada dirinya.
"Ardi."
Ardi pun menengok " Kenapa?."
"Salam buat Bunda sama Ayah bilangin besok aku mau main kerumah Bunda."
Arti tidak menjawab apapun dia hanya mengedipkan matanya kepada Vida.
Ardi pun pulang dan Arumi bersama Vida masuk kedalam rumah Vida banyak cerita tentang kejadian tadi disekolah dari mulai Ardi yang membelikanya permen kapas dan sepasang ikan sebenarnya sih bukan Ardi yang membelikan namun Vida yang meminta hingga kejadian tadi pas dikantin sekolah.
"Mamah tau nggak,masa tadi Tya bilang kalo dia benci sama keluarga kita." Ujar Vida.
"Loh ko bisa,memang dia siapa ko sampai benci sama keluarga kita."
"Chintiya Aprilia loh mah cewek yang sok cantik itu,Dia juga sering jahat ke aku dia bilang aku itu udah rebut kebahagiaan dia." oceh Vida " Vida sama sekali tidak mengerti semua yang di ucapkan dia mah."
"Ya sudah biarkan saja nanti juga kalo misal dia sudah cape dia bakal diem, Mending sekarang kamu naik mandi,sholat dan turun untuk makan." Ucap Arumi. " Mamah mau berisein ini dulu terus nyiapin makanan sambil nunggu Papah pulang."
"Ok siap Mamah nya Oxvida yang paling cantik." Lalu Vida pun berjalan menaiki tangga sambil membawa ikan hiasnya yang tadi dia beli.
__ADS_1
Arumi yang melihat Vida itu sangat tidak percaya ternyata dirinya sudah mempunyai seorang putri yang sangat cantik dan sekarang tumbuh menjadi seorang gadis dewasa.
Bersambung......