Badgirl Love Story

Badgirl Love Story
Episode 12


__ADS_3

Hari ini Vida pulang cukup larut ini semua karena hikuman yang harus dijalaninya, Vida masuk kedalam rumah setelah memarkirkan mobilnya digarasi.Rumah masuh terlihat sepi mungkin orang tuanya belum pulang dari kantor.


Vida Akhirnya masuk kedalam rumah tak memberi salam atau mengetuk pintu,ini merupakan kebiasa buruknya sejak dia menjadi anak yang nakal,ketika Vida melihat kearah ruang tamu disana ternyata ada Papah dan Mamah tapi siapa perempuan paru bayah itu bukanlah Arumi Mamah dari Vida siapa dia?Apakah dia ibu dari pria yang akan di jodohkan denganya kelak batinya.Vida melewati kedua orang tua dan perempuan baru bayah itu namun langkahnya terhenti ketika Papah Vida memanggilnya.


"Vida sini beri salam dulu kepada tante Rani."


"Aduh Pah Vida cape."


"Sebentar sayang."


Kali ini Vida menuruti perintah Papah nya itu Vida memberikan salam dan senyuman kepada tante Rani.


"Hallo tante apa kabar?."


"Alhamdulillah baik sayang."Jawabnya dengan kembali memberi senyuman.


"Vida kekamar dulu ya tante."


"Iya sayang." Vida pun pergi dari ruang tamu menuju kamarnya sebenarnya dia tidak terlalu suka jika terlalu akrab dengan orang apalagi jika terhadap orang baru,jika saja Papah nya tidak memasanya agar memberikan salam mungkin Vida tidak akan so akrab seperti tadi.


"Anak kamu cantik yah jeng persis kaya Mamah nya."


"Ah kamu bisa aja jeng." Jawab Arumi.


"Kelas berapa dia?."


"Kelas 12 jeng dia sekolah di SMA NUSANTARA."


"Waduh anak saya juga sekolah disana jeng sama dia juga kelas 12 sekarang dia subuk banget apa lagi sejak menjabat jadi ketua osis."


" Wah hebat sekali masih muda sudah belajar jadi pemimpin." Ucap jovin.


"Ya sudah saya pamit dulu yah jeng kapan-kapan kita ketemu lagi sekalian kita pertemukan anak-anak kita."


" Aduh padahal saya masih ingin ngobrol-ngobrol lebih lama lagi loh."


"Gimana ya jeng saya juga seperti itu masih pengin pengin ngobrol tapi kan anak saya dirumah sendirian kasian dia jeng."


"Ya sudah nggak papa kapan-kapan kita lanjutkan lagi."


" Ya sudah saya pamit yah jeng salam buat nak Vida juga." Ucap Rani.


Jovin dan Arumi mengantarkan Rani sampai depan gerbang setelah itu masuk kembali sambil membicarakan hal yang tadi dibicarakan dengan Rani.

__ADS_1


"Apa kita percepat saja yah Mah."


"Tunggu waktu yang tepat saja Pah."


Dilain tempat ada Vida yang sedang tiduran di kamarnya, hari ini dia merasa sangat lelah sekali ini semua karena hukuman yang membuat badan Vida merasa sakit untung saja besok hari libur jadi bisa seharian rebahan,Vida terus saja mengoceh karena merasa kelelahan akhirnya karena dia sudah merasa lelah dia tertidur dengan nyenyak dibawah selimut bermotif hello Kitty itu.


sekarang sudah jam 08.30 Namun Vida tetap setia dibawah sslimut hello Kitty nya itu, sepertinya dia sangat kelelahan.


"Vida bangun sayang udah siang."


"Aduh berisik deh mah hari ini kan hari libur toh Vida juga nggak ada acara." Ucapnya.


"Ya sudah Mamah mau pergi dulu Mamah ada urusan."


Tak ada jawaban darinya Vida kembali tertidur dan Arumi pun pergi. Setelah Arumi oergiy terdengar notif WhatsApp grup membuat Vida rasa terganggu.


*Lambe receh👄*


Merisa😘:" woy bocah -bocah"


Merisa 😘:" Tokai bangun ngape ngebo semua kalian pada yeh"


Merisa😘:" ***** mati semua nih rakyat gue."


Melisa😘:" Berisik ****."


Agnes😘:" Ada apa sih mer berisik banget sih."


^^^Vida:" berisik kalian pada."^^^


Merisa😘:" kita jalan-jalan yo,udah lamanggak jalan bareng kalian."


Agnes😘:"Ayo gue ikut."


Melisa😘:"gasssss."


Merisa😘:" Eh itu situkang ngebo ikut nggak."


^^^Vida:" Gue ikut aja,nanti tinggal bilang aka kumpul dimana aja."^^^


Merisa😘:" Ok kita kumpul dirumah gue jam 11.00."


Vida tidak membalas notifikasi dari grup itu lagi dia melanjutkan tidurnya kembali.

__ADS_1


Hari sudah semakin siang namun Vida tidak kunjung bangun. sepertinya dia lupa bahwa tadi pagi dia sudah ada janji dengan sahabatnya bahwa mereka akan pergi berjalan-jalan.


Handphone Vida berbunyi lagi kali ini lebih banyak notif yang masuk membuat Vida lagi-lagi terbangun dan benar notifikasi semuanya dari grup lambe receh yang khusus dia namai untuk para sahabatnya itu.


Vida pun terbangun dia hampir melupakan janji bersama temanya itu dan langsung bergegas berbenah diri untuk segera berangkat kerumah Merisa.


10.30 tinggal setengah jam lagi itu membuat Vida merasa terburu-buru kenapa sih sudah banget kayanya kalo buat bangun pagi batinya.Setelah selesai merapihkan semua kebutuhannya diperjalanan Vida pun keluar lamar dan berjalan menuruni anak tangga.


ketika Vida akan membuka pintu rumahnya didepan rumah sudah ada Mamah Arumi bersama tante Rani membuat Vida menghentikan langkahnya itu.


"Hallo tante."


"Hallo sayang."


"Kamu mau kemana nak?." Tanya Arumi.


"Ada urusan penting mah, tante Rani Vida pamit dulu yah." lalu Vida pergi,dia merasa agak aneh sendiri kenapa kalo fia dia melihat tante Rani sepertinya pernah liat seseorang namun siapa.


Vida melaju dengan kecepatan tinggi dan dia tak menyadari dari arah depanya ada mobil besar Vida tak bisa mengendalikan mobilnya membuat Vida tertabrak mobil besar itu.


Didepan ruang ICU sudah ada Jovin Arumi Rani dan tiga sahabatnya mereka sedang menunggu dokter keluar namun tidak kunjung keluar mereka sangat kawatir dengan keadan Vida apa lagi dengangan Arumi sejak dikabarkan polisi bahwa Vida kecelakaan Arumi tidak henti-hentinya menangis.


Dokter pun keluar mereka pun langsung berjalan kearah dokter untuk menanyaka keadaan Vida.


"Anak saya bagaimana dok?." Tanya Arumi


"Anak ibu sekarang keritis dan perlu perawatan khusus agar cepat pulih dan kita berdoa saya agar semuanya baik-baik saja."


Arumi merasa terpukul mendengar kata-kata dokter barusan dia seperti gagal menjadi ibu dia tidak pernah bisa untuk mengurus anak.


"Sabar Mah anak kita pasti sembuh." Jovin menenangkan.


"Sabar jeng."


"Tante maafin Merisa ini semua salah Merisa, Merisa yang ngajak Vida buat pergi jalan-jalam tolong maafin Merisa tante." Merisa pun menangis dia merasa bersalah karena kecelakaan ini.


"Tante maafin kamu nak,tante juga nggak nyalahin kamu ini semua salah tante coba saja tante tadi nglarang Vida buat pergi dan meminta menemani tante dan Tante Rani dirumah mungkin semuanya nggak akan seperti ini."


ketiga sahabatnya menangis ketika melihat teman yang paling gila dan paling nakal ini terbaring dirumah sakit dengan mengunakan baju pasien coba saja mereka tidak memiki rencana untuk jalan-jalan mungkin semuanya tidak akan seperti ini.


"cepet sembuh Vid kita kangen luh yang bawel".Ucap Merisa.


"Kita disini nungguin luh."

__ADS_1


"Kita sayang sama luh Vid biarpun luh rese tapi kita tetep care samo loh cepet bangun dong kita kangen sama luh "Melisa sambil menangis pilu.


Bersambung.....


__ADS_2