Badgirl Love Story

Badgirl Love Story
Episode 19


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul 06.30 namun kini Vida sudah rapih dengan seragam sekolahnya. Awalnya dia sama sekali tidak diperbolehkan untuk masuk sekolah mengingat Vida baru saja pulang dari rumah sakit,namun Vida tetap saja memaksa kepada Jovin dan Arumi agar diperbolehkan untuk sekolah.Dia sudah sangat merindukan lingkungan sekolah terutama kelas dan teman-teman tercintanya.


"Kamu berangkat sekolah dianter sama Papah ya sayang,sekalian Papah pergi kekantor." Perintah Arumi.


"Tapi Vida mau bawa mobil sendiri Mah."


"Vida!." Tegas Jovin


"Iya Pah Vida ikut sama Papah."


"Pokonya mulai hari ini kamu nggak boleh lagi namanya bawa mobil titik." Arumi.


"Tapi Mah, nanti kalo misal Vida berangkat sama pulang sekolah gimana kalo misal Vida nggak bawa mobil sendiri, Vida malu kalo misal harus nebeng terus sama Merisa Melisa dan Agnes terus."


"Kamu setiap berangkat harus dengan Papah dan pulang nanti gampang kalo nggak mang Jono yang jemput biar Mamah aja yang jemput kamu."


"Tapi Mah."


"Nggak ada tapi-tapian sayang ini demi kebaikan kamu, Papah nggak mau kamu kenapa-kenapa lagi."


Vida pun mengiyakan perkataan Papah dan Mamah nya itu dia tidak mau membuat orang tuanya kecewa kembali dengan sikapnya itu.Lalu Vida dan Jovin melanjutkan sarapannya sedangkan Arumi kini dia memilih bekerja dari rumah saja karena dia ingin lebih memparhatikan putrinya,dia tidak ingin kejadian seperti kemarin terulang kembali karena Arumi sadar bahwa anak lebih penting dari pada harta.


Untung saja saat kecelakaan Vida masih bisa diselamatkan jika tidak entah apa yang akan terjadi padanya dan Jovin.


"Vida udah selesai sarapanya Mah."


"Papah juga."


Lalu mereka berdua beranjak dari tempt makan dan mengambil tasnya masing-masing lalu berjalan menuju depan rumah.Vida lalu mencium tangan Arumi dan berjalan masuk kedalam mobil sedangkan Arumi mencium tangan suaminya Jovin. Hari ini Vida sangat senang karena kedua orang tuanya jauh lebih perhatian,mereka kembali seperti dulu ketika karirnya belum sesukses sekarang ini.


Jovin lalu masuk mobil dan menyalakan mobilnya Arumi masih setia berdiri didepan rumah menunggu suami dan putrinya pergi.Mobil Jovin pun melaju dan Vida melambaikan tanya kepada Arumi.


"Bye sayang hati-hati dijalan."


Lalu setelah suami dan putrinya pergi Arumi pun masuk untuk membereskan rumah lalu melanjutkan mengerjakan pekerjaan kantor yang sempat tertunda karena harus mengurus putrinya dirumah sakit seminggu yang lalu.


...............................


Sampailah Vida didepan pintu gerbang sekolah,banyak sekali murid-murid Nusantara yang baru saja sampai.Lalu Vida turun dari mobil begitupun dengan Jovin dia pin ikut turun.

__ADS_1


Vida pun mencium tangan Jovin. "Vida masuk ya Pah.


"Iya sayang belajar yang bener dan jangan jadi anak yang nakal lagi ya, nanti jangan pulang duluan sebelum ada yang jemput kamu ." Seru Jovin.


"Siap bos, paling nanti Vida minta jemput sama mang Jono atau nebeng sama temen Vida Pah."Sambil ngangkat tangannya memberi hormat kepada Jovin membuat Jovin tertawa oleh tingkah putrinya. " Ya udah Vida masuk yah Pah."


"Ya sudah sana masuk." Jovin mencium kening putrinya.


"Dah Pah hati-hati dijalan."


Jovin pun melambaikan tangannya dan masuk kedalam mobilnya kembali lalu melajukan mobilnya.


Disisi lain ada seorang anak perempuan yang sedari tadi melihat kearah Vida dan Jovin dia begitu marah ketika melihat keakraban Ayah dan anaknya itu,yah benar dia adalah Tya orang yang sangat benci kepada Vida.


Vida pun berjalan menyusuri koridor sekolah banyak sekali yang menyapa dia dan menanyakan bagaimana keadaanya paska kecelakaanya,namun dia tidak banyak bicara dia hanya menjawabnya dengan kata baik lalu memberikan senyuman.Di tengah perjalanan Vida berpapasan dengan Ardi, Vida berniat untuk menyapanya namun sudah didahului oleh ucapan selamat pagi dari Tya.


Apaan sih tuh cewek sok gatel banget heran,batinya.


Lalu Vida berjalan melewati Ardi dan Tya tanpa menyapa ataupun melirik kearah mereka.


"Ar luh tau nggak disekolah kita ada seorang perebutan kebahagian orang."Ujar Tya namun Ardi hanya diam saja tak menjawab pembicaraan Tya.


"Apaan sih luh Tya,gue nggak suka kalo luh ngomong yang enggak-enggak paham."


Vida yang mendengar perkataan itu hanya diam tak ambil pusing karena dia tau apa maksud dari yang dibicarkan Vida pun melanjutkan langkahnya menuju kelas


Tya yang melihat sikap Vida hanya tersenyum sinis dia berkata dalam hatinya ini baru awal luh akan merasakan yang lebih para dari pada sindiran inu vida.


Vida tiba di depan kelas dia sangat merindukan kelas dan teman-teman itu.


"Selamat pagi semua." Sapa Vida.


"Hai Vid luh udah sembuh?" Tanya salah satu teman kelasnya.


"Alhamdulillah gue udah sehat."


Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan untuk Vida karena semua teman kelasnya ingin kenapa Vida bisa mengalami kecelakaan itu.Lalu Vida pun duduk dikursi dekat Melisa dan dibelakangnya sudah ada Agnes dan Merisa.


"Tadi gue ketemu Tya sama Ardi."

__ADS_1


"Tya sama Ardi?."Tanya Melisa.


"Ngapain dia sama sama calon suami gue?." Jawab Agnes tiba-tiba.


"Apaan sih luh pea."Merisa


"Tadi pas gue ngelewatin Tya sama Ardi, Tya sempet bilang tukang rebut kebahagiaan orang gituh."


"Ko dia bilang kaya gitu yah."Jawab Melisa


"Atau ini semua ada sangkut pautnya waktu dia datang disebrang jalan depan rumah luh?."Merisa.


"Gue juga nggak tau."


Ketika mereka sedang asik bercerita guru pun datang membuat para murid mengakhiri kegiatan perbincanganya.


"Selamat pagi anak-anak.".


"Pagi Bu." Jawab semua anak-anak kelas.


"Kamu Vida gimana sudah sehat."


"Alhamdulillah sudah Bu." Vida menjawab.


"Ya sudah, ok anak-anak kita mulai materi tentang trigonometri buka buku halaman 46." Perintah Ibu Ayu.


Vida dan temanya pun mulai belajar,kali ini Vida ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi makanya dia berusaha untuk mengikuti semua mata pelajaran, dia harus menunjukan bahwa dia bisa membuat orang tuanya bangga dia tidak ingin dicap menjadi anak yang nakal dan murid yang suka membuat onar.Dia harus berubah demi Papah dan Mamahnya dan juga seseorang yang saat ini selalu ada dalam pikiranya Vida pun tersenyum.


Ttttttttt......


Jam istirahat pun berbunyi guru mata pelajaran matematika mengakhiri kegitan belajarnya.


"Kita akhiri pelajaran kita sampai sini,kita lanjutkan materinya minggu depan."


"Baik Bu."Ucap anak-anak.


"kalian boleh istirahat." Ujar Ibu Guru.


"Makasih Bu."

__ADS_1


Lalu anak-anak pun langsung membereskan buka bekas belajat mereka dan berjalan menuju keluar kelas.


Bersambung.....


__ADS_2