
Chintiya Aprilia yang kerap dipanggil Tya perempuan cantik namun memiliki sifat yang sangat licik dia selalu menghalalkan berbagai cara demi memenuhi keinginan nya itu, kini dia masih berada disebrang jalan rumah Vida, dia masih terus menatap kearah taman rumah Vida dia merasa sangat marah karena melihat keluarga Vida sepertinya sangat harmonis dan bahagia.
"Luh harus ngerasain apa yang gue rasain sekarang Vid." Ancaman Tya dengan wajah marahnya."
Sudah lama sekali memang sejak Ibu Chintiya meninggal akibat serangan jantung Chintiya berusaha mencari Ayah kandungnya, lalu Chintiya menemukan sebuah poto pernikahan Ayah dan ibunya 17 tahun yang lalu.Awalnya dia seperti tidak asing lagi melihat orang yang ada didalam poto tersebut lama kelamaan Tya mulai tau siapa orang yang ada didalam poto itu dia berusaha membandingkan poto Ayah Ibunya dengan Poto Ayah Vida ternyata benar Ayah Vida dan Ayahnya sama.
Dari semenjak itulah Tya merasa sangat benci kepada Vida karena Mamah Vida telah berhasil merebut Ayah dari Ibunya.Tya akan melakukan berbagai cara untuk menjatukan Vida karena bagi Tya Vida adalah orang yang tepat untuk bisa menghancurkan Jovin dan Arumi karena mereka telah menyakiti Ibunya.
Tya semakin membencin Vida karena Ardi pria yang sejak dulu dia suka kini malah selalu dekat dengan Vida ditambah orang tuanya sepertinya sangat suka kepada Vida.Itu yang membuat Tya semakin membulatkan tekatnya untuk menghancurkan keluarga Vida.
"Pertama Mamah luh udah rebut Ayah dari Ibu gue terus sekarang Luh udah rebut Ardi dari gue." Ucapnya masih dengan wajah marah. "Dan kini luh harus bayar semuanya Oxvida."
Tya terus saja melontarkan ancaman demi ancaman agar bisa menjatukan Vida, dia terus saja melihat kearah seberang yaitu rumah Vida yang begitu ramai orang-orang yang sedang bercanda riang.
Setelah melihat semua yang terjadi ditaman rumah Vida akhirnya Tya pun pergi, dia akan semakin emosi jika terus berada dilingkungan yang tidak nyaman ini.
Dilain tempat tepatnya ditaman rumah Vida sedang asik mengadakan acara BBQ mereka mengadakan acara itu karena mereka senang Vida sudah kembali kerumah setelah kurang lebih satu minggu berada dirumah sakit karena kecelakaan mobil.
"Tante mau aku bantu?."Ucap melisa
"Nggak usah sayang kamu, Kamu duduk aja gabung sama Vida dan Ardi disana." Jawab Arumi.
" Calon mertua gue emang baik banget dah." Celetuk Agnes.
"Apaan sih luh malu-maluin aja deh kalo ngomong."Melisa sambil mencubit tangan Agnes.
"Aduh sakit kali Mel." Agnes meringis kesakitan karena cubitan Melisa.
"Ya udah sana kalian duduk aja jangan malah pada ribut disini malu udah gede." Arumi.
"Hehehe iya Tante." Jawab Agnes
"Nanti kalo makanannya sudah siap Tante panggil yah."
"Makasih Tante Arumi sama Tante Rani calon mertua Agnes."Sambil tertawa.
Arumi hanya tersenyum mengdengar ocehan demi ocehan yang di lontarkan oleh Agnes.
Lalu ketiga perempuan itu pergi dari hadapan Arumi dan Rani.
Dikursi panjang tepatnya dekat kolam ada Ardi dan Vida yang sedang sibuk dengn ponselnya masing-masing, tak ada yang memulai pembicaraan mereka Ardi kembali dingin seperti semua Vida pun tidak tau alasan Ardi berubah menjadi dingin kembali.
Aneh waktu gue sakit dia care banget sama gue bela-belain jenguk tiap hari terus aja gue jalan-jalan keliling taman rumah sakit tapi kenapa sekarang berubah yah, batinya.
"Ardi?." Tak ada jawaban dia hanya menengok saja kearah Vida.
__ADS_1
"Ardi?." Namun tetap saja tak ada jawaban dari mulut Ardi. Vida terus saja memanggil nama Ardi.
"Apaan sih luh berisik banget."Jawab Ardi ketus.
"Lagian luh dipangilin sama gue nggak jawab-jawab, luh kenapa sih ko beda gituh?.Tanya Vida.
"Apaan sih luh nggak jelas."Jawab Ardi.
"Luh yang nggak jelas orang mah ditanya tuh dijawab bukan malah didiem'in gituh."
Mereka terus saja berdebat karena hal sepele,kemudian datanglah tiga perempuan yaitu Merisa Melisa dan Agnes karena mereka disuruh bergabung oleh Tante Rani dan Tante Arumi.
"Hayoloh kalian lagi ngapain berduaan disini." Ujar Merisa.
"Apaan sih kalian."
"Luh kenapa Vid, Ardi jahatin luh?." Tanya Agnes.
"Auah gelap."
Dikursi dekat kolam sudah ada Ardi dan empat orang cewek, Ardi hanya bisa diam meskipun keempat perempuan itu terus saja berbincang.
"Eh tau nggak guys." Tanya melisa.
"Nes gue serius."
"Agnes bisa diem dulu nggak luh."Tegas merisa. "Lanjut Mel."
"Masa tadi gue sekilas kaya liat Tya ada di sebrang jalan."
"Luh salah liat kali." Ucap Vida.
"Serius gue nggak bohong."
"Terus ngapain dia ada di sebrang jalan?." Tanya Vida.
"Gue nggak tau,tapi tadi gue liat raut mukanya kaya orang marah gituh."Melisa.
"Jangan-jangan ada sesuatu?."
Lalu Ardi tiba-tiba menjawab membuat keempat perempuan yang ada didekatnya menengok kearahnya dan dia mengatakan " Nggak usah berprasangka buruk sama orang nanti jatuhnya Pintah." Ardi dingin.
"Apaan sih luh." Ketus Vida " Nggak usah ikut campur urusan orang."
keempat perempuan itu pun terus saja membicarakan Tya Yang berada di sebrang jalan itu,mereka tidak tahu apa dan maksud tujuan Tya datang dan mengintip keadaan rumah Vida sampai tiba saatnya Arumi dan Rani memanggil semua orang karena makanan nya telah siap.
__ADS_1
"Hallo semua nya makanan udah siap mari makan."Teriak Arumi.
Kemudian Jovin dan Doni datang dilanjut dengan Agnes dan Merisa karena mungkin mereka sudah sangat lapar.lalu di belakang Ardi ada Vida dan Melisa.
"Luh ada masalah kah sama Tya Vid?."
"Gue rasa sih gue nggak punya masalah tuh sama dia."
"Terus dia mau ngapain tadi ada disebrang rumah luh dan liat kesini."
"Entah lah Mel."
Lalu mereka pun ikut bergabung dengan orang-orang.Entah ada apa dengan Tya kenapa tiba-tiba dia datang kesini hanya waktu yang akan menjawab semua ini.
Hari semakin sore namun orang-orang yang ada di rumah Vida belum juga pulang,mereka masih menikmati kebersamaan yang jarang dilakukan.
"Pulang yuh nanti nyokap gue nyariin gue." Ajak Agnes kepada dua sahabatnya itu.
"Kaya di anggap anak sama nyokap luh Nes." Ucap Melisa.
"Sembarangan luh kalo ngomong."
Lalu ketiga sahabat Vida pun pamit untuk pulang karen hari sudah semakin sore.
"Om Tante kita pulang dulu yah makasih makananya, selamat berjumpa disekolah besok Vid."Merisa.
Lalu Vida mengantarkan sahabatnya kedepan gerbang,setelah mengantarkan Vida langsung berpamitan untuk pergi kekamarnya karena dia merasa sangat lelah sekali.
"Pah Mah Vida masuk kamar yah, Vida cape mah."
"Ya sudah istirahat ya sayang."
"Ayah, Bun Vida masuk yah."
"Iya sayang."
Vida pun pergi sambil menengok kearah Ardi yang sedang duduk.
"Apa luh liat-liat!." Ujar Vida membuat orang tuanya terkekeh melihat tingkah putrinya.
Bersambung.....
Yang kepo sama kamarnya Oxvida Titania Aromantika.
__ADS_1