Badgirl Love Story

Badgirl Love Story
Episode 9


__ADS_3

14.45


Jam pulang sekolah pun tiba waktunya bagi murid-murid Nusantara pulang, ramainya lapangan dan jalan menunju gerbang dan parkiran.Namum tidak bagi keempat anak yang masih duduk di dalam kelasnya Vida Merisa Melisa dan Agnes dia menunggu jalan menuju gerbang agak kosong.


"Gila kenapa hari ini kompak banget yang keluar kelasnya."Merisa.


"Iya tau tuh tumben- tumbenan."Agnes sambil melihat anak-anak dari jendela.


"Itukan ardi?."Agnes.


"Eh Vid, Ardi pacaran sama Tya?."Melisa.


"Tya siapa?."


"Tya chintiya yang waktu itu berantem sama vida gara-gara masalah Ardi." Merisa.


"Mana gue taulah emang gue emak nya apa."


" Kan kata luh waktu pas eluh ada di kafe Romantis luh pernah curhat sama dia, siapa tau aja gituh dia juga curhat tentang Tya ke luh."


"Dia nggak cerita apa-apa tentang tya sama gue."


"Pantesan waktu luh dianterin pulang sama Ardi dia marah samu luh Vid."Melisa


"Ko luh diem terus sih Vid pas kita cerita tentang Ardi."


"Apaan sih kalian udah ayo pulang ngapain malah jadi gosipin yang nggak jelas sih."Vida


Akhirnya merekapun keluar dari kelas dan berjalan menuju depan sekolah.


samapilah Vida di depan rumah mewah, dia langsung memarkirkan mobilnya tanpa meminta bantuan kepda mang Jono.


Vida masuk tanpa mengucapkan salam tak ada orang satupun di rumahnya kecuali bi Inah asisten rumah tangganya.Vida tak menanyakan Papah dan Mamah nya kepada bi Inah karena dia sudah tau pasti kedua orang tuanya berada di kantor karena sangat tidak mungkin bagi orang tua Vida berada dirumah di jam segini.


Vida berjalan naik keatas menuju kamarnya,sampainya di kamar Vida langsung melempar tasnya kesofa itulah kebiasaan Vida tidak lalu dia merebahkan tubuhnya di kasur berukuran king.


Tiba-tiba telintas dalam pikiran Vida senyuman manis Ardi tadi pagi.

__ADS_1


"Dia ganteng juga yah,udah ganteng pinter lagi,Aduh apaan sih Vid kenapa jadi mikirin Ardi." "Eh tapi apa bener dia pacaran sama Tya si cewek so cantik itu lebih cantikan gue kali masa iya Ardi mau sama cewek kaya gituh."Dengan wajah penasaram Vida terus mikirkan hal itu.


"Aduh Vida cukup nggak usah mikirin hal penting kaya gituh deh."


Akhirnya setelah ocehan-ocehan Vida yang nggak penting tentang Ardi Vida memejamkan matanya yang masih mengenakan seragam sekolahnya.


Jam menunjukan pukul 18.00 Namum Vida belum terbangun dari tidurnya, terdengar ada suara pintu namun Vida tentap membiarkannya saja dia pikir itu adalah bi Inah yang menyuruhnya untuk makan, Lama kelamaan pintu itu terus berbunyi mendengar suara itu akhirnya Vida terbangun dari tidurnya dan membukakan pintu seorang perempuan paruh bayah sedang berdiri sambil membawakan makanan di atas nampan.


"Loh kamu ko belum ganti baju sayang."


"Mau apa Mamah ke kamar aku?."


"Pasti kamu belum mandi yah pantesan bau acem."terbentuk senyuman manis dari Arumi.


"Aku tanya mau apa Mamah ke kamar aku bukanya Mamah sibuk dengan pekerjaanya."


"Mamah kesini bawa makanan buat kamu sayang ayo makan."


"Tumben Mamah perhatian ke aku?."


"Ya udah Mamah taro makanan nya di meja yah,kamu mandi dulu sholat terus makan sayang."


Setelah Arumi meletakan makananya di meja kamar Vida dia langsung keluar mungkin saat ini iya tidak ingin berdebat lagi dengan Vida apa lagi Vida adalah anak semata wayangnya. Arumi telah turun Vida masih berdiri dia merasa heran dengan perilaku Mamah nya itu tidal biasanya dia perhatian seperti tadi atau mungkin ada maksud tertentu.


" Tumben Mamah perhatian hari ini." Ucap batinya. "Bodo amat juga sih." Ucap nya lagi lalu kembali menutup pintu.


Setelah selesai mandi dan selesai makan yang dibawakan oleh Arumi Vida turun untuk mengambil cemilan didapur karena hari ini jadwal Vida untuk nonton drama korea di leptopnya.


Ketika sedang menuruni anak tangga langkah Vida terhenti saat mendengar kata perjodohan Vida mengdengar kata itu terucap dari mulut Papah dan Mamahnya.


"Perjodohan?siapa yang bakal dijodohin?."batinya


Lalu Vida mempercepat langkahnya dia tidak ingin dijodokan dia masih ingin kuliah masih ingin bermain bersama sahabat-sahabatnya pokoknya Vida gak mau nikah muda.


"Aku ga mau dijodohin Pah."Ucap Vida begitu saja membuat papah dan Mamahnya kaget.


"Kamu ini yah,bikin kaget orang tua saja kalo misal Papah jantungan gimana."

__ADS_1


"Kalo jantungan ya dibawa kerumah sakit." Jawab Vida.


"Vida yang sopan kamu yah." Tegas Arumi.


"Aku masih marah sama Papah Mamah tapi kenapa kalian malah membuat aku makin marah sama kalian." Ujar Vida


"Ini demi kebaikan kamu sayang."


"Kebaikan apa Mah,jangan malah bikin aku benci sama Mamah, Mamah udah cukup bikin aku kecewa apa Mamah nggak puas buat kaya rapuh?." Ucap Vida.


"Dia juga baik meskipun,umurnya sama kaya kamu sayang tapi dia jauh lebih dewasa lebih mandiri dari kamu,siapa tau aja kamu menikah sama dia kamu bisa berubah nggak jadi gadis yang nakal lagi sayang."Ucap Jovin


"Pokonya Vida nggak mau dijodoh- jodohin titik." Lalu Vida pergi menuju kamarnya.


"Vida Papah belum selesai bicara sama kamu."


"Sudahlah Pah biarkan saja dulu,toh juga putri kita masih sekolah tunggu dia lulus sekolah bari kita bicarakan lagi masalah ini."Ujar Arumi.


"Tapi Mah jika tidak sekarang kapan lagi,kita tidak enak dengan Doni dan Rina,kita sudah janji kepada keluarga mereka akan menjodohkan anak- anak kita."


"Kasih putri kita waktu Pah,mungkin jika pikiran Vida sudah tenang dia akan menerima lamaran ini "


"Ya sudahlah terserah Mamah saja."


Vida membuka pintu kamarnya dia langsung masuk dan mengunci pintunya kembali lalu dia membaringkan tubuhnya dikasur king bermotif hello Kitty,dia sempat melamun dan berpikir kenapa orang tuanya sejahat itu padahal Vida adalah anak semata wayangnya.


Namum kenapa orang tua nya ingin sekali Vida cepat- cepat menikah atau Papah dan mamah nya sudah tak sanggup lagi mengurus dia atau dia tak ingin punya anak seperti Vida secara Vida adalah anak yang suka membangkang dan termasuk anak yang nakal.


Padahal langkah Vida masih panjang kenapa orang tuanya sudah memikirkan sejauh itu,apa lagi dijodohkan dengan orang yang tidak Vida kenal.


"Ahhhh aku benci semua ini,aku benci Papah dan Mamah, Mamah tega sama aku Mamah jahat sama aku." Ucap visa sambil menangis.


Langkah Arumi terhenti tepat depan kamar Vida dia tida jadi masuk kamar putrinya karena Arumi mendengar teriakan putrinya.


"Maafkan Mamah sayang."


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2