
Vida berjalan menuju kamarnya, setelah masuk kamar dia kembali pergi untuk mencari tempat agar bisa menyimpan ikan yang tadi dia beli besama Ardi.
Vida pun menemukan tempat berukuran besar dan berbentuk bulat, sepertinya cocok untuk tempat ikan dia lalu menuangkan air kedalamnya dan meletakan sepasang ikan koki berwarna oranye.
Dia terus saja memandangi ikan itu dia sangat suka sekali dengan peliharaan barunya itu sampai-sampai dia memberikan nama pada ikan yang tadi dia beli dengan sebutan Ema Emo.
"Hallo Ema Emo." Ucap Vida kepada ikan-ikan itu. " Aku mandi dulu yah,kalian jangan nakal ok."
Gadis ini seperti punya teman baru yang bisa du ajala bicara olehnya.
Vida pun pergi kekamar mandi untuk membersihkan badannya,setelah selesai Vida langsung melaksanakan sholat magrib karena dia tau senakal apapun dia,dia tidak akan pernah meninggalkan sholatnya itu.
Setelah sholat Vida kembali memandangi tempat berbentuk bulat yang berisi ilan ntah kenapa Vida sangat senang sekali melihat ikan itu apa lagi ikan ini adalah ikan yang dibelikan oleh Ardi.
Entah kenapa ketika Vida melihat ikan itu dia tiba-tiba teringat akan ucapan Ardi yang berkata bahwa Vida sangat lucu jika sedang merajuk.
Dia senyum-senyum sendiri mengingat hal bersama Ardi tadi sampai akhirnya tiba Arumi memanggil namanya.
"Vida turun sayang." Teriak Arumi.
"Iya mah sebentar." Jawabnya.
" Cepet sayang Papah mu sudah lapar."
" Iya mah Vida turun."
Vida pun langsung turun, di ruang makan sudah ada Jovin Arumi dan bi Inah yang sedang menyiapkan makanan.
"Papah." Sapa Vida.
"Hallo sayang."
" Papah ko baru pulang sih,pah tau nggak?."
"Papah kamu itu cape sayang jangan di ajak ngomong terus nanti kapan makannya." Ujar Arumi.
" Papah sekarang Vida punya peliharaan baru loh."
" Oh yah,apaan tuh." Tanya Jovin.
" Emo sama Emo."
"Ema sama Emo?." Tanya Jovin dan Arumi bersamaan.
" Iya ikan koki aku loh mah yang tadi beli sama Ardi."
Jovin dan Arumi pun tertawa tak kuasa menahan tawa karena nama ikan putrinya itu.
"Sudah-sudah nanti lagi bahas Ema sama Emo nya yah,sekarang makan dulu." Ujar Arumi kembali.
__ADS_1
Lalu Jovin Arumi dan Vida menyantap makanan yang ada di meja.
setelah selesai makan Jovin dan Vida duduk di ruang keluarga.
"Vida."
"Iya Pah."
"Kamu gimana sama Ardi?." Tanya Jovin.
"Papah ko tanya kaya gituh sih."Jawab Vida.
"Papah cuma tanya sayang,kalo kamu nggak mau jawab ya sudah."
Vida pun tak menjawab pertanyaan Jovin dia malah asik dengan handphone dan snek yang ada di tanganya itu.
"Pah, Papah tau nggak?." Tanya Vida tiba-tiba. " Masa tadi Chintiya Aprilia bilang kalo dia benci sama Papah terus juga Mamah."
"Ko bisa begitu?." Tanya Jovin.
"Vida juga nggak tau Pah,cuma Vida rasa dia punya dendam sama keluarga kita." Ucap Vida.
Membuat Jovin bingung kenapa teman Vida seperti itu,padahal Jovin rasa dia tidak oernh berbuat masalah dengan keluarga siapapun.
"Ya sudah biarkan saja." Ucap Jovin.
"Betul kata Papah sayang,lebih baik kamu masuk kamar terus belajar."
Vida pun berjalan menaiku anak tangga, Vida kembali teringat ucapan Tya yang dia belum paham apa maksud dari semua itu.
Setelah masuk kamar Vida langsung membaringkan tubuhnya dikasur berukuran besar dia lalu melihat kearah tempat kecil berisi ikan koki Ema Emo.
"Hallo Ema Emo," Sapa Vida pada ikan-ikan itu.
Sebenarnya Vida tau percuma saja dia berbicara panjang lebar sama Ema Emo toh juga ikan-ikan itu tidak akan merespon sama sekali, meskipun begitu Vida merasa sangat senang memiliki peliharaan yang lucu seperti ini.
Tiba-tiba ketika Vida sedang melihat ikan-ikannya dia teringat akan Ardi,pria dingin yang selalu hadir di hidupnya bahkan sekarang keluarga mereka sudah sangat dekat Ayah dan Bundanya sekarang menjadi orang tuanya juga,secara tidak langsung hal ini kan mengarah kepada perjodohan.
"Papah selalu membicarakan tentang perjodohan apakah itu dengan Ardi?."Ucap Vida dalam hati.Setelah berpikir yang tidak-tidak akhirnya Vida tertidur.
Arumi masuk kedalam kamar Vida melihat bahwa putrinya telah tidur, dan Arumi langsung menyelimuti putri cantik nya itu.
Jam sudah menunjukkan jam 06.00 namun Vida belum kunjung bangun, dia hari malas untuk berangkat sekolah karena hari ini ada pelajaran Pak Sucipto guru olahraga yang cukup ditakuti oleh semua siswa muka yang garang dan postur tubuh yang kekar membuat siswa siapa saja malas untuk mengikuti pelajaran nya.
"Vida bangun sayang." Teriak Arumi.
Tak ada jawaban dari dalam kamar Vida, membuat Arumi memutuskan untuk naik dan mengecek apakah putrinya itu sudah bangun atau belum.Arumi pun berjalan menaiki tangga dan melangkah kearah kamar Vida.
"Vida." Panggil Arumi.
__ADS_1
Tetap saja tak ada jawaban dari putrinya. Akhirnya Arumi ouny membuka pintu dan benar pintunya tidak terkunci Vida masih bersembunyi di dalam selimutnya itu.
"Vida bangun nak ini udah jam 06.00."Ucap Arumi sambil membuka kordeng kamarnya.
"Hmmm hari ini Vida nggak masuk sekolah yah Mah." Jawab Vida.
"Kamu sakit?." Tanya Arumi.
"Hari ini ada pelajarnya Pak Sucipto Mah."
"Lalu kenapa?, Jika kamu menghindar dari suatu masalah bukan malah masalah itu akan selesai namun malah akan bertambah sayang."
"Tapi Vida males Mah." Ucap Vida yang makin terbenam dalam selimut besarnya itu.
"Vida sekarang kamu pilih mau berangkat sekolah atau uang jajan kamu Mamah potong." Ancam Arumi.
Saat Vida mendengar perkataan Arumi dia langsung bangun dari tidurnya.
"Mamah koh ngancem gituh sih?."Dengan raut muka yang kesal.
"Ya udah kalo nggak mau Mamah potong uang jajan kamu cepet mandi lalu turun terus sarapan." Ucap Arumi sambil berjalan keluar kamar.
Vida pun langsung bangun dari tempat tidurnya dia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.
Sebenarnya dia merasa sangat malas jika harus pergi sekolah disaat pelajaran Pak Sucipto namun apalah daya Arumi yang mengancam membuat Vida menuruti perkataan Mamah nya itu.
Vida pun telah selesai dan telah siap dengan seragamnya kini dia langsung membereskan buku dan pergi untuk sarapan karena sejak Vida mandi Arumi terus saja memanggil namanya.
Vida sudah duduk di kursi sedangkan Arumi masih sibuk didapur hari ini bi Inah libur jadi terpaksa yang harus membereskan semuanya adalah Arumi.
"Kamu makan dulu ya sayang." Ucap Arumi.
"Iya mah, oh iya Mah Papah mana?." Tanya Vida.
"Papah mu sudah berangkat pagi sekali."
"Terus aku?.Sambil menujuk kearah dirinya sendiri.
"Kamu berangkat sama mang Jono yah."
Vida pun tak menjawab,setelah selesai sarapan Vida pun berpamitan kemada Arumi.
"Hati-hati di jalan ya sayang."
"Ok Mah." Lalu Vida pun melambaikan tangannya.
Bersambung......
Ikan Oxvida *Ema Emo*
__ADS_1