
Vida sekarang sekarang berada di UKS, lutut yang berdarah mengharuskan dia untuk segera diobati.
"Au sakit." Ucapnya sambil meringis kesakitan.
" Tahan kenapa sih lebay luh." Ucap Merisa sambil membersihkan lukanya.
Vida terus saja merintih kesakitan,sebenarnya dia ingin menangis namun rasa malu yabg begitu besar membuatnya harus menahan air mata yang sebenarnya sudah ingin jatuh.
"Udah selesai." Ucap Merisa.
"Makacih tayang." Ujar Vida dengan bahasa alaynya.
"Bener-bener tuh yah emak lampir hidupnya cari gara-gara mulu heran gue." Ucap Agnes kesal.
"Gue juga heran kenapa dia bersikap kaya gituh sama gue padahal gue ngrasa gue nggak pernah ada masalah sam dia." Vida dengan muka bingungnya.
" Karena luh lebih cantik dari dia makanya dia kaya gituh sama luh." Ucap Melisa.
"Bisa jadi kaya gituh,gue kan emang cewe paling cantik." Ucap Vida sambil tertawa.
"Hari ini kita diem di kelas aja yah,toh juga sekarang ada rapat guru jadi nggak mungkin belajar mending di sini enak bisa tidur-tiduran." Ucap Agnes.
" Dasar luh ketularan Vida tukang bolos." Ucap Merisa.
"Eh apaan luh kenapa bawa-bawa gue." Ujar Vida sambil melirik kearah Merisa dengan tatapan tajam.
"hehehe." Merisa ketawa dan tanganya sambil membentuk huruf V.
Lalu keempat cewek tersebut memutuskan untuk tidak masuk kedalam kelas karena hari ini Guru-guru semua sedang mengadakan rapat.
Merisa dan Melisa sibuk bermain poselnya,Agnes sibuk dengan mimpinya sedangkan Vida sibuk memikirkan Tya yang bersikap tak suka terhadapnya.
Tiba-tiba terdengar suara notifikasi dari handphone Vida.
**Ardi gesrek** : "kamu dimana?."
...: "Nanti pulang sekolah gue tunggu kamu diparkiran."...
Vida pun hanya membaca pesan dari Ardi,lali dia melanjutkan untuk tidur sampai jam pulang sekolah pun tiba.
Tttttt.........
Jam sudah menunjukkan pukul 14.30 waktunya pulang bagi semua murid SMA Nusantara.
Vida pun terbangun,sedangkan ketiga temanya masih berada dalam mimpi indahnya.
"Woy bangun." Ucap Vida.
Namun mereka tidak kunjung bangun.
"Woooyyy...."Teriak Vida.
Mereka tidak mendengarkan sama sekali.
"Pak Sucipto datang."Teriak Vida.
Mereka pun langsung terbangun memdengar kata Pak Sucipto.
"Mana pak Sucipto?." Ucap Agnes dengan mata yang celingukan.
__ADS_1
Membuat Vida tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Agnes seperti itu.Ketiga sahabatnya saling bertatapan tak mengerti apa maksud dari Vida.
"Orang gue cuma bohongan hahahaha."Vida tertawa kembali.
"Dasar pea luh." Ucap Merisa sambil menjitak jidat Vida.
"Au sakit kutu kupret." Ujar Vida kesal.
" Lagian luh ganggu kita lagi tidur." Gerutu Merisa.
" Liat udah jam berapa guys."
Mereka pun melihat kearah jam tangannya masing-masing.
"Gila udah jam 14.30." Ucap Agnes kaget.
" Waktunya kita pulang nih."Melisa.
"Luh duluan aja hari ini gue mau kerumah Bunda." Ucap Vida.
"Mau kerumah Bunda apa emang dasarnya pengin deket-deket sama Ardi." Rayu Melisa.
"Eh Vid awas luh yah kalo suka sama calon suami gue." Ancam Agnes.
" Apaan sih kalian tenang aja deh gue nggak bakal suka sama orang dingin kaya dia,gue jamin itu." Ujar Vida sambil berdiri.
" Awas aja luh yah gue pegang omongan luh." Ucap Agnes.
" Kalo luh bohong sama kita,luh harus traktir kita makan sepuasnya." Ujar Melisa sambil meyodorkan tanganya.
"Udah deh kenapa jadi taruhan gini." Ucap Merisa.
"Udah ah gue udah di tungguin sam Ardi di parkiran." Lalu Vida keluar dari ruangan UKS. di lanjut dengan ketiga sahabatnya yang mengikutinya dari belakang.
"Sorry gue telat." Ucap Vida sambil ngos-ngosan karena lari dari kelas menuju parkiran.
"Udah jam berapa ini,tadi aku bilang jam berapa harus nunggunya." Ucap Ardi.
" Iya gue tau gue telat makanya tadi gue bilang sorry."Ucap Vida ketus.
" Kamu tuh yah,enggak masuk sekolah enggak janjian sama orang kerjaanya telat terus." Ujar Ardi dengan wajah datarnya.
"Udah deh berisik luh,kan gue udah disini sekarang ini mau pulang atau mau nyeramahin gue terus." Vida dengan nada kesalnya.
Ardi pun menyalakan motor vespanya, lalu menyuruh Vida untuk menaiki motornya.
" Awas luh yah bawanya ngebut-ngebut." Sambil melirik Ardi.
" Udah ayo cepet,bawel kamu tuh yah."
Vida pun menarik motor Ardi dan mereka pun pergi dari area sekolah.
Di tempat lain ada seorang cewek yang sedari tadi melihat kearah Ardi dan Vida dengan tatapan tidak suka,wajah yang kesal dan marah sangat menunjukan sifat dan sikap Tya.
Cewek itu sedari tadi melihat setiap gerakan dari kedua pasangan yang berada di parkiran.
"Awas luh yah Vid,emang dasarnya luh harus di kasih pelajaran yang lebih dari tadi." Ucap Tya dengan mengepalkan tangannya.
🛵🛵🛵🛵
__ADS_1
Di perjalan mulut Vida tidak bisa diam dia selalu menanyakan hal-hal yang menurut Ardi sangatlah tidak penting.
"Bisa nggak sih jangan tanya-tanya terus,saya itu lagi nyetir butuh konsentrasi." Ucap Ardi datar.
"Huhhh biasa aja kali tuh muka."Ucap Vida sambil melihat kearah sepion motornya.
Ardi pun tak menjawabnya,dia hanya melihat kearah depan dan menghiraukan ucapan Vida.
"Ar kita berhenti dulu di depan gue mau beli makanan buat Ayah sama Bunda." Sambil menunjuk kearah depan.
Dan Ardi pun hanya menjawab dengan ucapan "Hmmm."
Lalu Ardi pun berhenti di depan toko bolu.
"Tunggu sebentar."Ucap Vida.
Vida pun turun dari motor dan berjalan masuk ke toko bolu tersebut.
"Mba dua yah yang keju sama coklat." Ujar Vida kepada pelayan toko.
Lalu pelayan itu mengambilkan dua kotak bolu, Vida memberikan uang seratus ribu kepada mba-mba itu,setelah menerima kembalian lalu Vida kembali menemui Ardi yang sudah menunggunya.
"Luh nggak salah beli sebanyak itu." Tanya Ardi.
"Gue nggak tau Bunda suka yang mana jadi gue beli dua rasa." Jawab Vida sambil naik keatas motor Ardi.
"Udah ayo nanti keburu sore." Perintah Vida.
"Dih sabar kenapa sih,kaya nyuruh tukang ojek aja kamu."
Vida tertawa mendengar Ardi berkata seperti itu.
Ardi pun melanjutkan perjalanan menuju rumah tidak jauh sebenarnya jarak antara sekolah dan rumah Ardi,namun karena Vida menyuruhnya untuk tidak membawanya ngebut membuat di perjalanan harus memakan waktu yang cukup lama.
Akhirnya Vida pun sampai du depan rumah Ardi, Vida turun dari motor sedangkan Ardi dia masuk duluan kegarasi karena harus markirkan motor kesayangan itu.
"Udah kamu masuk duluan aja Bunda ada di dalem ko." Pinta Ardi.
Lalu Vida pun berjalan kedepan pintu sambil melihat pemandangan di sekitar rumah Ardi, ternyata rumanya sangatlah rapih dan adem banyak tumbuh di depan rumahnya.
Vida pun mengetuk pintu rumah Ardi.
"Asalamuallaikum."
"Asalamuallaikum Bunda." Panggil Vida.
Kemudian tak lama pintu pun terbuka.
"Eh sayang, dari kapan kamu di depan sayang?." Ucap Rani.
"Baru aja dateng Bun, Bunda gimana sehat?." Tanya Vida.
"Alhamdulillah Bunda sehat sayang,ya udah kita masuk yu kasian kamu cape sayang."
Lalu Vida pun menyodorkan dua kotak bolu " Buat Bunda."
"Ya ampun kenapa harus repot-repot sayang."
"Nggak papa Bun."
__ADS_1
Kedua wanita itu pun masuk kedalam rumah dengan wajah yang bahagia.
Bersambung.....