
Hari Sudah semakin sore dan Vida masih berada di rumah Ardi.
"Ya udah Vida pamit pulang dulu yah Bunda, kapan-kapan Vida main lagi kerumah Bunda." Ucap Vida sambil memeluk Bunda nya itu.
"Iya sayang hati-hati di jalan yah." Ujar Rani. "Oh iya Ar anterin Vida pulang yah ini udah sore nggak baik cewek di jalan sendirian jam segini."
" Nggak usah Bun Vida naik taksi aja." Tolak Vida.
"Nggak papa sayang, Ardi juga nggak keberatan ko buat anterin kamu.Iya kan Ar."
"Hmmm." Jawab Ardi.
Lalu Ardi dan Vida berjalan kegarasi,kali ini Vida di antar menggunakan mobil karena hari yang sudah sore dan cuaca mendung dan sebentar lagi sepertinya akan turun hujan.
"Vida pulang ya Bunda dadahhhhhh." Ucap Vida sambil melambaikan tanganya.
"Dadahhhhhh sayang, hati-hati yah inget Ar jangan ngebut bawa mobilnya yah."
" Iya iya Bun iya." Jawab Ardi.
Lalu mereka pun pergi meninggalkan rumah sedangkan Rani langsung pergi masuk kedalam.
🚗🚗🚗🚗
Disepanjang perjalanan lagi-lagi Vida selalu bertanya kepada Ardi membuat raut wajah Ardi sedikit kesal.
"Bisa diem nggak sih." Ucap Ardi.
"Huhh itu muka pengin banget gue cakar." Ketus Vida. "Luh tuh kenapa sih kadang baik,kadang dingin dan kadang nyebelin." Ucap Vida.
"Hmmm." Jawab Ardi.
"Gue lagi nanya sama luh,jawabnya yang bener dong nggak sopan amat,katanya murid paling teladan di sekolah Nusantara tapi kalo ngomong sama cewek kaya gituh."
Lalu tiba-tiba Ardi mengerem mobilnya membuat jidat Vida terbentur.
"Au sakit ****." Ucao Vida kesal.
Lalu Ardi pun turun dari mobil dan berlari kearah abang-abang penjual permen kapas.Vida bingung kenapa Ardi lari kearah sana dan untuk apa dia beli permen kapas.
untuk apa dia beli permen kapas,batin Vida.
Tak perlu membutuhkan waktu yang lama untuk Ardi membali permen kapas, setelah mendapat Ardi langsung kembali ke mobil.
"Nih buat kamu." Ucap Ardi sambil memberikan dua bungkus permen kapas.
"Buat gue." Jawab Vida bingung.
" Biar nggak brisik terus." Ujarnya sambil menyalakan mobilnya kembali.
"Dasar luh, eh tapi makasih tau aja kesukaan gue." Vida sambil tersenyum dan memperlihatkan gigu bersihnya.
Lalu Ardi pun melanjutkan perjalanan nya untuk mengantarkan Vida.
⛪⛪⛪⛪
__ADS_1
Sampailah Ardi dan Vida du depan rumah mewah tepatnya rumah dari Jovin dan Arumi orang tua dari Oxvida cewek yang saat ini sedang bersama Ardi.
Vida pun turun dari mobil begitu pun dengan Ardi dia juga ikut turun setelah mobilnya terparkir tepat di depan rumah Vida.
"Asalamuallaikum." Salam Vida kepada Jovin yang sedang duduk di depan rumah.
"Walaikumsalam, Eh anak papah sudah pulang." Ujar Jovin.
"Hallo Om." Sapa Ardi
"Hallo Ar, udah lama kita nggak jumpa yah."
"Iya Om, gimana kabarnya Om?." Tanya Ardi.
" Alhamdulillah Om baik,kamu gimana?." Tanya Jovin juga.
" Alhamdulillah Ardi juga baik Om, ngomong-ngomong Tante Arumi kemana Om."
" Tante di dalem." Jawab Jovin.
" Apaan sih luh sok akrab gituh deh." Ketus Vida.
Namun Ardi hanya melirik saja tak mengambil pusing dengan omongan-omongan Vida itu.
" Vida nggak boleh gitu sayang." Ujar Jovin.
Lalu tak lama Arumi datang dengan membawa secangkir kopi untuk suaminya.
"Eh ada Ardi." Ucap Arumi sambil menunrunkan secangkir kopinya. " Kalo tau ada tamu Tante bikinin minuman juga."
" Eh kenapa buru-buru amat." Arumi.
" Biarin aja sih mah,orang dia mau pulang." Ketus Vida.
" Vida." Jovin.
"Iya iya Pah."
" Ya sudah Tante Ardi pamit yah." Lalu bersalaman dengan Arumi dan Jovin.
Kemudian Ardi pun pergi sedangkan Vida langsung duduk di depan rumah bersama Jovin sambil memakan permen kapas.
" Kamu itu kaya anak kecil aja sih nak." Ucap Jovin.
" Memang nya kenapa Pah?." Tanya Vida.
"Itu makanan nya selalu yang kaya gituh." Tunjuk Jovin ke permen kapas.
"Orang ini di kasih sama Ardi."
" Di kasih Ardi atau kamu yang minta?." Ucap Arumi dengan sedikit menggoda
"Mamah."
Lalu Arumi melihat kearah lutut Vida yang tertutup dengan perban.
__ADS_1
" Lutut kamu kenapa sayang?." Tanya Arumi.
Membuat Jovin melihat kearah Vida sedangkan Vida hanya meringis menunjukan bahwa dirinya tidak papa.
" Tadi jatuh pas lagi main basket mah." Jawab Vida.
"Kenapa nggak hati-hati sayang, coba Mamah lihat sini."
"Udah nggak usah mah,nanti juga sembuh." Ucap Vida. Kali ini Vida berbohong kepada Jovin dan Arumi, tidak mungkin bagi Vida jika harus menceritakan kejadian yang di lakukan oleh Tya terhadap dirinya,batinya.
"Kenapa sayang." Tanya Arumi membuat Vida kaget.
" Nggak papa Msh,Vida mau mandi ah gerah." Ujar Vida
" Ya sudah kamu mandi dan sholat dulu mama akan menyiapkan makan malam untuk kamu dan Papah.
Vida pun pergi dari hadapan Jovin dan Arumi,sambil masih memakan permen kapas yang tadi di belikan oleh Ardi.
Jovin dan Arumi terkekeh melihat tingkah putrinya itu.
Sampai Vida dikamar kesayanganya itu,dia pun langsung berjalan kearah benda kaca berisi Ema Emo ikan kesayangan Vida.
"Hallo sayang-sayangnya Oxvida." Ucap Vida sambil memberi ikan-ikannya makan.
Setelah Vida memberikan makan kepada ikan-ikannya Vida pun langsung pergi kekamar kecil untuk membersihkan tubuhnya yang sejak tadi siang.
Ketika akan berjalan lutut Vida terasa perih dan ternyata perban di lututnya lepas.
"Ahh sakit." Sambil melihat kearah lututnya.
"Ini semua gara-gara si emak lampir." Ucap Vida sambil membayangkan wajah Tya.
Setelah selesai mandi Vida pun langsung turun,dan ikut makan bersama dengan Jovin dan Arumi.Di tengah-tengah makan mereka Jovin bertanya kepada Vida.
" Kamu rencana kuliah dimana nak?." Tanya Jovin.
Vida pun menengok kepada Papah nya. " Vida belum tau Pah, Vida sih pengin nya ambil jurusan disaien." Jawab Vida.
" Papah harap sih kamu bakal ambil jurusan bisnis,nantinya kan kamu akan memegang semua bisnis Papah jika kamu tidak tau tentang bisnis bagaimana."
Ucapan Jovin membuat makan Vida terhenti, bagaimana tidak Jovin menyuruhnya untuk memegang semua bisnis yang sejak dulu dia rintis.
" Vida nggak tau Pah,vidsy bakal pikir-pikir dulu masalah ini."
"Kuharap kamu nggak mengecewakan Papah."
"Sudah-sudah ayo lanjut makan.' Ucap Arumi.
Setelah selesai makan Vida pun langsung naik dan masuk kamar,hari ini dia sedang tidak ingin menonton bersama Papah dan Mamah nya.
Vida masih memikirkan ucapan Jovin bahwa dia akan menjadi penerus semua bisnisnya sedangkan Vida tidak mempunyai kemampuan mengelola bisnis.
"Ahhh bagaimana ini." Ucap vida.
Bersambung......
__ADS_1