
-happy reading-
"Lo serius tal?" sully kaget banget pas gue ceritaiin tentang aib kai ke dia. Gue yakin seribu persen sully pasti bakalan ilfeel.
"Iya gue serius" gue yakinin dia.
"Wah.. Kok lucu sih. Uh, jadi kangen mas kai" teriak nya kegirangan.
"Lo gak ilfeel?" gue mengernyit bingung dengan sikap aneh sully.
"kenapa ilfeel sih? Lucu tau. Calon dady nya anak-anak gue" sembari mengusap-ngusap perut datar nya.
"Heh? Lo bener-bener udah sinting sul" gue jitak pala nya.
"Sul, sul, sul.. Emang gue bisul" sully jitak balik kepala gue.
Seketika gue ketawa kegirangan setelah berhasil membuat sully kesel. Emang enak.
.
Gue lirik jam yang ada di dinding kamar gue.
Sekarang udah jam 9 malam, gue pengen banget tidur cepet malam ini biar besok pagi otak gue jadi fresh dan badan gue jadi enakkan.
Belakangan ini badan gue suka pegel. Padat nya jadwal kuliah dan ngumpul bareng anggota BEM bikin gue jadi jarang istirahat.
Tidur yang nggak teratur bikin kepala gue suka puyeng. Apalagi pas liat keadaan kamar kostan yang kayak kapal pecah. Aduh bikin tambah puyeng.
Gue urungkan niat gue buat tidur cepat malam ini, gue gak nyaman banget kalau tidur dalam keadaan berantakan gini.
Serasa tidur didalam tong pembuangan sampah. Ya, sekarang kamar gue gak jauh beda dari tempat sampah.
Baju yang berserakan dimana-mana dan juga beberapa sampah sisa-sisa makanan yang belum sempat gue buang.
Gue jadi bingung mau mulai dari mana. 'Semangat Krystalira Amanda' batin gue menyemangati.
Setelah selesai beresin semua nya tugas terakhir gue adalah buang sampah ke depan gerbang.
"Berat banget ternyata" Ucap gue disela-sela kegiatan gue yang susah payah angkat segunduk sampah menuju gerbang depan.
"Mau gue gendong"
__ADS_1
Seketika gue membelalak kaget saat seseorang tiba-tiba udah ada disebelah gue. Gak tau dia dateng dari mana. Jangan-jangan dia ini jelmaan jin kali ya.
"Astaga" gue yang kaget sembari pegang dada gue.
"Kenapa?" dia mengernyit bingung.
"Lo gila ya, lo udah ngagetin gue" teriak gue frustasi
"Lo kaget?" sahut nya, malah bikin gue makin frustasi yaampun pake nanya lagi.
"Menurut lo" kesal gue.
"Menurut gue, lo cantik" ucap nya sembari mengedipkan sebelah matanya.
Gue mengerjab sesaat sampai akhirnya gue sadar kalau gue lagi di alusin sama dia. Gak mempan kaisar.
"Cih" gue mendecih jijik pas dengernya.
"Sini gue bantuin" seketika kai menarik gundukan plastik sampah yang ada di tangan gue.
Gue diam sesaat, sedikit terpesona dengan perlakuan manis nya yang tiba-tiba nolongin gue.
Gue liat dia dengan gampang nya angkat sampah-sampah yang akan gue buang barusan dengan sebelah tangan nya. Tangan gue aja sampai melepuh saking berat nya.
"Jangan liat gue kayak gitu. Ntar lo suka" Tiba-tiba dia yang udah selesai buang sampah bersuara sembari jalan kearah gue.
"Najis" gerutu gue kesel.
"Oh iya. Brownies kukus lo enak" ucap kai sembari berdiri di depan gue.
Jangan sok puji-puji gue kaisar.
Gue akuin dia emang jago bikin hati orang jadi melayang. Tapi itu gak berlaku buat gue.
"Itu buatan mami lo. Bukan gue yang bikin" gue yang gak mau dia geer karna udah bikinin dia brownies.
"Tapi kata mami. Lo yang bikin" satu alis nya terangkat.
"B-bukan, gue cuma nemenin" ucap gue sedikit gugup.
"Yakin?" Kai mendekat kearah gue. Dan bikin gue makin gugup.
__ADS_1
"K-kai lo mau ngap" tiba-tiba ucapan gue terputus saat ngeliat seseorang yang baru masuk dari gerbang. Ternyata kak victoria.
'Huh. Syukurlah' batin gue lega.
"Mas kai, krystal" kak victoria terlihat sedikit bingung dengan posisi kami saat ini.
Kai yang mendekat kearah gue dengan sedikit mencondongkan kepala nya kearah gue. Buru-buru gue perbaikin posisi gue.
"Kak vict. Baru pulang ya" gue mencoba mengubah atmosfir panas antara kai dan gue.
"Iya nih, lembur." ucap kak victoria mendekat kearah gue.
"Kalian ngapain?" tanya kak vict yang masih bingung.
"Eh ini, gue tadi mau buang sampah terus gak sengaja ketemu dia" gue jelasin ke kak victoria panjang lebar agar dia gak curiga sama gue.
Gue liat kai mengangkat sebelah alis nya dan ngelirik gue bingung.
'Aduh, manusia laknat ini ngapain cuman diam sih? Bantuin gue cari alasan dong' batin gue
Kai masih tak bersuara. Gue lirik dia dengan sedikit pelototin mata gue ke dia. Ngasih kode ke dia biar juga cari alasan ke kak vict.
"iya" jawab nya singkat.
Gue mengernyit bingung.
Aneh banget nih orang, gue selalu perhatiin dia kalau ngomong sama anak-anak kostan irit banget. Beda kalau ngomong sama gue. Bisa panjang kali lebar.
Punya kepribadian ganda kali ya?
"Yuk kak masuk kamar" gue tarik tangan kak vict
"Ah iya, Aku masuk dulu ya mas kai" kak victoria pamitan ke mas nya itu.
"Iya" sahut nya dari kejauhan.
Saat menuju kamar gue liat dia kebelakang. Ternyata dia belum pergi. Dapat gue liat dia menyungging bibir atas nya ke gue.
'Dasar pedofil' batin gue bergidik ngeri
HAI KOMEN DAN LIKE SUNGGUH BERARTI BAGI AUTHOR.
__ADS_1