Bajingan Kesayangan

Bajingan Kesayangan
PART 8


__ADS_3

'Krystal sadar' teriak batin gue membuyarkan kenikmatan gue.



Buru-buru gue mendorong kasar badan Kai yang berada di atas badan gue. Dan memperbaiki posisi gue.



Terlihat wajah dia yang bingung dengan perubahan sikap gue. Mata nya yang tajam mulai mencari tau apa yang gue fikirkan saat ini.



"Sayang, kenapa?" ucap nya pelan sembari mendekat kearah gue.



Sayang? Cih! Gue bukan pelacur banjingan.



"Stop! Jauh-jauh dari gue" Gue lari kearah pintu



Namun Kai berhasil menarik pergelangan tangan gue. "Kenapa lari? Bukti nya lo nikmatin juga" sindirnya sembari menyunginkan senyum ke gue.



Bangsat! Dia benar-benar anggap gue rendahan. Rasanya gue mau bunuh dia saat ini. Gue benci dia. Gue berani bersumpah kalau gue gak akan berusan dengan dia lagi. Gue terlalu benci.



Seketika air mata yang tak dapat gue bendung mulai membasahi pipi gue. Gue nggak sanggup dianggap remeh seperti ini.



"Gue benci lo hiks.. hiks" isakan tangis gue



Terlihat wajah Kaisar Satria Shawn berubah seketika menjadi panik dan cemas.



"Maafin gue Krys" tangan nya bergerak ke arah wajah gue. Gue buru-buru menjauh dari dia.



"Gue benci lo Kaisar" lirih gue kemudian lari kearah pintu keluar dan berhasil membuka kunci pintu tersebut.



Gue buru-buru lari dari menjauhi dia. Air mata gue masih terurai mengalir di pipi gue.



Gue nggak tau apa yang terjadi sama gue. Gue terlalu emosional jika mengingat atau bahkan mendengar nama Kaisar Satria Shawn bajingan itu.



Saat gue hendak keluar dari rumah mami, mbak sumi sempat memergoki gue yang sedang terisak.


__ADS_1


"Non Krystal kenapa?" Mbak sumi keliatan panik



"N-ggak kenapa-kenapa kok mbak" ucap gue sedikit gugup



"Terus kenapa non Krystal nangis?"



"eh-anu mbak. Ini tadi kaki saya kejedot tangga" bohong gue ke mbak sumi.



Karna nggak mungkin gue ceritain kalau Kaisar Satria Shawn majikan nya itu hampir perkosa gue.



Perkosa? Bukan-bukan. Bahkan gue memang menikmati setiap sentuhan nya.



Gue meremas kasar rambut gue mengingat kejadian barusan. Gue terlalu shock saat ini. Gue buru-buru lari dan ninggalin mbak sumi yang kebingungan dengan sikap gue.



.



Drrtt


Drrtt




"Assalamualaikum bunda"



"..."



"Krystal kangen bunda"



"..."



"Krystal gak bisa pulang kebandung bun, Krystal ada acara BEM"



"..."


__ADS_1


"Abi teh mana bun?"



"..."



"Oh yaudah deh, bilangin ke abi kalau Krystal kangen ya bun"



"..."



"dadah bunda"



"Waalaikumsalam"



Gue tutup sambungan telfon dari bunda. Gue rindu banget sama bunda. Udah hampir 2 semester gue belum balik ke bandung ketemu abi sama bunda.



Merek protektif banget sama gue. Wajar sih mereka gitu, karna gue ini adalah anak semata wayang mereka. Selama gue di bandung gue agak dikekang bunda dan abi.



Mereka takut kalau gue salah pergaulan. Namun pada akhirnya saat gue milih kuliah ke jakarta dan jauh dari mereka. Gue jauh lebih bebas.



Disini gue banyak mengenal hal baru yang sebelum nya gue belum pernah tau. Seperti dunia malam dan berteman dengan banyak orang.



Dibandung, gue hanya bersemayam dirumah aja. Saking anak rumahan nya, gue gak terlalu hafal nama tetangga gue satu-satu.



Namun satu hal yang selalu gue ingat nasihat dari bunda dan abi. Mereka selalu ingatin gue buat selalu jaga mahkota gue.



'Krystal janji Abi, bunda'



Saat gue lagi asik mikirin keluarga gue yang jauh dibandung. Kak victoria dateng.



"Tal, ntar malam mami ngajakin makan kerumah nya" Kak victoria tiba-tiba nyelonong masuk kamar gue



.


__ADS_1


Hay, tak henti-hentinya author minta bantuan vote dan komen dari readers zheyeengg :'*



__ADS_2