Bajingan Kesayangan

Bajingan Kesayangan
PART 19


__ADS_3

"Maafin gue. Gue nggak tau" lirih nya pelan.



Tak tahu kenapa gue juga ikut frustasi dengan apa yang saat ini gue lakukan. Hati gue terasa begitu ngilu saat mengingat kejadian bejat barusan.



Gue dan kai baru saja melalukan hal yang selama ini gue hindarin. Gue telah diperkosa.



Ah bukan. Kai nggak perkosa gue. Gue juga ingin. Gue juga hanyut menikmati permainan nya. Gue yang salah. Gue yang bodoh.



Akhirnya kesadaran gue kembali sepenuh nya.


Kai telah merebut perawan gue. Dasar bajingan.



Buru-buru gue tutup badan gue yang udah toples dengan selimut pink gue. Mata gue perih banget. Air mata gue gak mampu lagi gue bendung.



Gue pengen mati aja saat ini.



"Lo pergi dari sini hiks..hiks" gue mulai terisak.



Seketika gue kefikiran apa yang selama ini abi dan bunda bilang. Gue udah hilangin kepercayaan mereka. Gue udah kecewain mereka.



Gue udah ngerusak masa depan gue. Gue benci dengan diri gue. Gue benci sama kehidupan gue. Gue gak punya masa depan lagi. Lebih baik gue mati aja.



Air mata gue tak henti-henti nya mengalir deras di pipi gue. Jantung gue rasanya ingin berehenti berdetak. Kepala gue serasa mau pecah.



Sekarang apa beda nya gue dengan pelacur?



Pelacur jauh lebih unggul dari gue. Pelacur di bayar, sedangkan gue? Gue akan dianggap cewek murahan yang mudah ditidurin walau nggak punya hubungan apapun.



'Krystal lebih baik lo mati aja' teriak batin gue.



"KELUAR" Teriak gue disela isakan gue.



Kai yang panik mulai mendekati gue. Kai memeluk gue erat. Seolah dia juga menyesali kesalahan nya. Memang biadab.



"Pergi lo hiks hiks" isakan gue semakin menjadi-jadi



"Maafin aku, maafin" hanya itu yang terlontar dari mulut nya.


.



Drrrtt


Drrrtt



Seketika gue kaget saat mendengar ponsel gue yang berbunyi di nakas. Namun sebelum gue berhasil meraih ponsel. Ada sesuatu yang berat yang yang menghalangi gue.



Betapa kaget nya gue saat mendapati Kaisar Satria Shawn sedang memeluk erat tubuh gue dalam keadaan toples dan ditutupi dengan selimut pink gue. Ini gila.


__ADS_1


Langsung saja air mata gue mengalir deras di pelupuk mata gue. Hati gue rapuh saat mengetahui bahwa saat ini gue resmi menyandang status sebagai wanita jalang kaisar.



"Hiks..Hiks"



Gue terisak begitu keras. Sehingga membangun kan pria brengsek yang ada di sebelah gue. Dia mengerjab bingung saat melihat gue terisak.



"Sayang, kenapa?" Ucap nya sembari memperbaiki posisi nya.



Sayang? Dasar bajingan.



"Lo kenapa masih disini?" Teriak gue dan berupaya menjauh dari tubuh Kaisar.



"Krys" Kai mendekat kearah gue.



Air mata gue tak sanggup lagi gue bendung. Air mata gue tumpah begitu aja saat tubuh kekar Kai memeluk tubuh gue erat.



Entahlah. Perasaan gue yang benci pada kai tak bisa memungkiri bahwa berada di pelukan Kaisar adalah suatu yang menenangkan.



Seolah dia menjadi obat sekaligus racun saat ini. Tampak seperti pelindung. Namun kenyataan nya dialah orang yang membuat semua kesedihan ini.



Kai memeluk gue erat sembari mencium kening gue lembut. Berbeda dengan semalam kai begitu buas dan kejam. Namum sekarang kai bagaikan seseorang penyelamat.



"Hiks.. Lo jahat kai" isakan gue semakin menjadi-jadi saat kai mulai membelai lembut punggung gue.




"Gue benci lo.. Hiks" isakkan gue seraya memukul dada kai



"Iya Iya aku salah" Kai hanya pasrah sembari merangkul gue.



"Lebih baik gue mati aja hiks..hiks"



"Nggak krys, Nggak" Kai meraih tangan gue dan menenggelam kan kepala nya pada leher gue.



.



Sudah tiga hari semenjak gue diperkosa kai, bukan. Tapi anggap saja begitu. Gue gak mau balik ke kostan. Gue terlalu trauma kesana.



Saat ini gue sedang di kost amber, cewek tomboy yang menjadi sahabat gue dua tahun belakangan ini. Amber bukan lah nama asli nya. Tapi nama asli nya adalah amel.



Gue sering panggil dia amel dan berakhir dengan babak belur. Amber paling benci jika ada orang yang memanggil dengan nama asli nya.



Tapi itu gak penting saat ini. Yang terpenting adalah menghindari cowok laknat Kaisar Satria Sialan.



Andai gak ada hukuman untuk pembunuhan. Rasa nya ingin gue bunuh dia saat ini juga. Mengingat dia telah merusak dan menghancurkan semua nya.


__ADS_1


Mimpi gue.



Masa depan gue.



Dan kepercayaan orang tua gue.



Air mata gue kembali jatuh mengingat hal itu. Kejadian itu masih berputar-putar di otak gue, seolah sedang mengejek gue yang bodoh ini.



"Tal, lo nangis?" Amber tiba-tiba bersuara.



Buru-buru gue hapus air mata gue, gue nggak mau amber jadi curiga sama gue. Karna gue gak bakalan kasih tau siapa pun termasuk amber sekalipun.



"Ini.. Gue cuman kangen bunda" ucap gue seraya menghapus sisa-sisa air mata gue.



"Kalau kangen, lo tinggal susulin ke bandung"



"Gak bisa, kita kan banyak kegiatan kampus" sahut gue yang masih sedikit terisak.



"Ya kalau gitu telfon"



Bener juga. Seperti nya gue salah cari alasan ke amber. 'Lo bodoh krystal' gerutu batin gue.



"Lo yakin gak balik ke kos?" tanya amber



"Lo ngusir gue?" ketus gue ke dia. Dari kemaren dia sibuk nanyain kenapa gue gak balik ke kost mulu.



"Ya enggak, kan gue cuman nanya" timpal amber



"Gue mau disini dulu mel, eh mber"



"Lo masih mau hidup kan?" ancam amber karna salah sebutin nama nya.



"Sory sory" gue nyerah dulu deh.



"Yaudah, Lo siap-siap. Bentar lagi kita rapat BEM"



"IYA" teriak gue. Gue lagi stres. Dia ganggu terus.



"Woy kampret. Kaget gue" Ucap amber sembari mengusap dada nya yang udah mulai rata.



lalu habis itu gue mulai siap-siap.



.



KOMEN DAN VOTE PLISE.

__ADS_1




__ADS_2