Bajingan Kesayangan

Bajingan Kesayangan
PART 43


__ADS_3

...


Detik berikut nya, terdengar suara pintu baru saja dibuka dari luar. Otomatis gue dan sully secara bersamaan melirik kearah pintu.


"Yang" tiba-tiba suara bariton itu terdengar sembari menatap gue.


"Y-yangg???" Histeris sully.


'Mati gue' batin gue meratapi kepolosan kai


"nggg.." gue bingung mau jawab apa, kai polos banget sih. Kesel gue.


Kai hanya menatap gue dan sully secara bergantian, dia pasti juga heran kenapa gue jadi gelagapan gini.


"Tall, jawab gue. Ini sebenernya ada apa? " sully menggoncang badan gue yang mulai kaku.


"Ini kayak nya.. Kai lagi nyanyi peterpan 'Yang.. Terdalam' iyaa kan kai?" gue coba buat kode kai dengan mengedipkan sebelah mata gue ke dia. Dia yang masih bingung hanya menaikan sebelah alis nya.


"Sayang, kamu kenapa sii?" lagi-lagi mulut kai lemes banget panggil gue dengan kata 'sayang'.


'Tamatlah riwayat gue' batin gue


"Sa-sayang?? Mas kai panggil krystal sayanngg?" Sully yang semakin kaget malah berdiri dan menghampiri kai yang sedang kebingungan.


"Kenapa ya?" balas kai datar


"Ta-tadi mas kai bilang sayang ke k-krystal?" timpal nya masih tak percaya. Gue yang udah ke gep hanya bisa menundukkan kepala gue.


"Iya, kenapa emang?" sahut nya polos sembari mendekati gue.


Kemudian sully ikut menghampiri gue "Tall, lo pacaran sama mas kai?"


Gue gak jawab pertanyaan sully, gue bingung gimana cara kasih tau sully. Duh ribet banget hidup gue.


"Iya nih, malahan kita mau nikah " timpal kai dengan sangat teramat polos dan sedikit lantang.


DEG.


Jantung gue serasa mecelos jatuh ke tanah denger pernyataan Kaisar Satria Shawn barusan, dia kenapa iseng banget goda gue dan pasti nya bikin sully mau bunuh gue.


"A-apaaaaa?" teriak sully.


"Kai, kamu apa-apaan sih" kesal gue ke dia. Dia malah natap gue seperti orang tanpa dosa.


"Kenapa sih sayang?"


'Duh.. Dia emang polos atau gimana sih?' batin gue frustasi banget sekarang.


"Tall, kenapa lo sembunyiin dari gue?" kini sully juga terlihat ikut frustasi


"Hmm.. Anu" gugup gue


"Oh jadi kamu belum kasih tau sully?" potong kai


"Ini gimana maksud nya mas?" karna tak dapat jawaban dari gue, sully beralih bertanya kepada kai.


"Udah jelas kan?" balas kai santai

__ADS_1


"Kok gue gak tau ya, kalau kalian udah jadian?" celetuk sully sembari mengaruk kepala nya.


"Jadi harus izin dulu kalau mau pacaran sama krystal?"


"Ya.. Enggak sih. Tapi gak nyangka aja"


"Lo sih tall, gak terbuka sama gue. Lo anggap gue apa sih?" kini sully beralih natap gue. Gue hanya ikut tertunduk lemas.


"Ya, bukan gitu sih sull" balas gue pelan dengan posisi masih seperti tadi.


"Lo gak anggap gue temen ya?"


"Sull, lo udah kayak keluarga gue malah"


"Terus sekarang?"


"Iyaa.. Waktu nya belum tepat aja" ujar gue pelan


"Gue aja saking terbuka nya sama elo, tiap hari selalu lapor warna kolor nya boby" tutur nya tanpa mikir dulu.


"Hah?" Kai kaget bukan main denger nya.


"Engghh.. Bukan gitu" tuh kan, kai malah jadi kaget denger nya. Sialan nih si sully.


"Iya loh mas, kita suka buka-bukaan gitu tentang luar dalam pasangan kita" ucap nya dengan lantang dan tanpa mikir dulu. Sinting banget


"Gituu?" Kai lirik gue yang udah terlalu malu buat jawab.


Gue lirik kai sekilas tanpa jawab lagi pertanyaan dari mereka. Buntu banget otak gue mau jawab apa lagi. Lagian Kaisar Satria Shawn gak bisa di ajak kompromi.


"Tante desi" tiba-tiba sebuah suara yang belum kami dengar sejak tadi mulai bersuara.


"Tuh kan.. Tante desi lagi" kesal sully sembari mendekati boby


"Tante desi.. god job.." celoteh boby, sembari mengacungkan jempol nya. gak jelas banget.


"Kerasukan setan apa sih lo bob" kesal sully


"Kerasukan setan brondong nya tante desi kali" celetuk kai polos. Gue yang denger nya natap kai tajam. Bisa-bisa nya dia becanda saat keadaan sulit gini.


"Lebih keras tante.. " teriak boby.


"Bob, Udah sinting lo ya?" teriak sully frustasi. Dengan satu tangan terangkat ke atas.


Gue berusaha menenangkan sully yang mulai tersulut emosi, gue takut kalau sully tiba-tiba nonjok mulut boby lagi, kan kasian.


"Udah sull, mungkin dia lagi ngigau" ucap gue berusaha menengkan sully.


"Kesel gak sih, gue yang mati-matian nemenin dia disini malah inget nya tante desi" cerutu nya dengan sebal.


"Iya, namanya juga boby belum pulih total. Lo sabar aja" ucap gue menenangkan.


"Ngigau apaan sih, kemaren juga ngomong gitu 'tante desi.. Tante desi mulu" kesal nya sembari mengacak rambut nya.


"Udah, udah mending lo tenang dulu" gue bawa sully ke kursi yang ada disini.


"Laki-laki sama aja. Bajingannn" teriak sully

__ADS_1


"Ekhmm.." Kai berdeham karna merasa kalau dirinya juga laki-laki disini.


"Aaaaaa.. Kesel gue" teriak nya lagi tanpa menghiraukan Kaisar.


"Tante desi, lagi dong" lagi-lagi suara boby terdengar. Sully yang semakin frustasi berdiri dan menghampiri boby.


"Bob, lo udah gila ya? Ini gue sully. Bukan tante desi" teriak nya tepat di kuping boby.


Tak ada respone lagi dari boby. Gue yang mulai kasihan berusaha menenagkan sully. "Dia belum pulih total, mending kita panggil dokter" ujar gue.


"Sakit hati gue tal" timpal sully dengan menunjuk dada nya berkali-kali.


"Iya iya, lo tenang dulu"


"Coba deh kalau lo di posisi gue, tiba-tiba mas kai panggil 'Tante sully.. Lebih keras.. ' kesel kan lo pasti?" celoteh sully ke gue. Gue yang denger omongan dia pun memang sedikit tersulut emosi. Kesel juga sih.


"Ya kesel lah, gue bakar idup-idup tuh tytyd kalau berani macam-macam sama gue" gue yang kemudian juga ikutan emosional natap kai tajam.


Kai yang saat ini gue tatap malah bergidik ngeri denger omongan gue, dia juga menutup daerah kekuasaan tytyd nya menggunakan kedua tangan nya. Takut tytyd nya beneran gue bakar.


"Loh, kok aku" ucap nya ragu


"Coba aja kalau berani" sahut gue diiringi tatapan sadis gue.


"Ampun deh aku, gak berani coba. Dari pada aset di bakar" timpal nya sembari menatap aset yang si sebut barusan.


"Tuh kan, kesel kan lo?" kali ini sully memotong


"Kesel banget gue"


Kali ini kai pura-pura gak denger, kai asik memainkan ponsel nya. Sembari bersender pada kursi yang tersedia di kamar boby.


"Kai"


"Iya, kenapa?" sahut nya


"Panggilin dokter sana" perintah gue, terlihat kedua alis kai tertaut. Terlihat jelas kai tak suka di perintah, karna biasa nya dialah orang yang suka memerintah.


"Kok aku?" timpal nya


"Yaudah aku aja, kebetulan dokter nya cowok. Ganteng lagi" ujar gue, kemudia beranjak daro posisi gue.


"Ehh.. Biar aku aja. Gak boleh" kai narik tangan gue.


"Yakin nih kamu mau?"


"Iya, tunggu sebentar"


"Iklas kan?"


"Iya sayang" kali ini kai mengecup sekilas bibir gue. Gila.. Di depan sully lagi.


"APA-APAAN NEHH??" teriak sully.


'Duh.. Gustii' batin gue.


...

__ADS_1


Note : LIKE DAN KOMEN PANJANG ITU WAJIB READERS KUUUUU.. (AKU CEPAT UP GINI KARNA KALIAN KOMEN PANJANG EP 42 HEHE.. MAKA NYA AKU SEMANGAT NULIS)


__ADS_2