Bajingan Kesayangan

Bajingan Kesayangan
PART 42


__ADS_3

...


"Kemana?"


"Katanya kamu mau mandiin aku?" rengek nya, duh.. Bayi besar gue lucu banget sih.


"Kok aku? Mandi sendiri lahh"


"Yaudah gak mau mandi kalau gitu" cerutu nya dan kemudian kembali diposisi nya semula.


"Yaudah, gak usah mandi aja sekalian. Biar kamu jadi bau terus. Awas yaa kalau berani cium-cium aku" kesal gue.


"Emang aku bau?" balas nya sembari mengendus-ngendus badan nya.


'Enggak lah, wangi banget malahan' batin gue


"Iya, makanya mandi" gue dorong badan kaisar.


"Masa sih? Aku gak pernah bau loh" balas nya dengan wajah polos.


"Sekarang kamu bau banget" kesal gue


"Hah?" kai masih tak percaya kalau saat ini gue bilang dirinya bau banget. Padahal sih wangi banget dia nya. Gue aja yang pengen ngibulin dia.


"Buruan"


Kai langsung saja berdiri dari posisi nya " Kalau aku udah wangi, berarti boleh dong cium kamu? " goda nya.


"Bangun tidur masih bisa jorok ternyata" ketus gue ke kai yang sudah menjauh dan terkekeh pelan mendengar omelan gue.


...


"Sull"


"Tall" balas nya lesu


"Gimana keadaan boby?" gue mendekati sully sembari memperhatikan keadaan boby yang masih terbaring lemah.


"Hmm, seperti yang lo liat"


"Masih belom sadar?" ucap gue sembari berjalan mendekati boby


"Semalam sih udah sadar tall" timpal nya


"Terus?"


"Iya, gitu"


"Gitu gimana sih sull?"


"Iya.. Semalam pas dia sadar, dia manggil-manggil nama tante desi terus. Gue gak siapa tante desi, Kan gue kesel tall.. Bukan nya panggil nama gue eh tau nya panggil nama tante desi" cerocos nya panjang lebar dengan bernada sebal.


"Tante desi? Siapa nya boby?" gue yang penasaran semakin merapat kearah sully.


"Mana gue tau, gue gak kenal juga" ketus nya


"Emang semalam boby bilang nya gimana?" emang dasar cewek, gak bisa di kasih bahan dikit malah bisa beleber cerita nya. Dasar gue.


"Masa dia bilang gini. 'Tante.. Tante desii fasterr.. Lebih cepat tantee.. Ayo tante desii' gitu tall" kesal nya sembari memperagakan gerakan absurd nya


Gue yang mendengar cerita dari sully pun tak kuasa menahan tawa. Tingkah konyol dan absurd sully memang selalu berhasil bikin mood gue jadi meningkat.


Lagian.. Gue gak tau disini siapa yang salah. Mau marahin boby, dia kan lagi sekarat. Gue malah ngebayangin kalau gue yang di posisi nya sully. Pasti gue kesel banget kalau Kaisar Satria Shawn juga kayak gitu.


'Gue jadiin sosis bakar tuh tytyd kalau berani macem-macem' batin gue


"Lo serius sull?"


"Yaiyalah tall, masa gue boong" ujar nya sembari melipatkan kedua tangan nya dengan bibir terlipat kedalam.


"Terus terus?" sahut gue penasaran.


"Ya.. Karna gue kesel. Gue tonjok lagi aja mulut nya. Ehh tau nya dia malah sekarat lagi.." ucap nya tanpa dosa.

__ADS_1


Gue yang kaget denger nya sedikit tercengang dengan pernyataan polos dari sahabat tolol gue ini. "Eh lo goblok" kesal gue dengan sedikit noyor kepala sully.


"Emosi gue. Padahal baru mulut yang gue tonjok dia udah KO. Gimana kalau gue sembelih tuh titid?" kesal nya yang mulai menggebu-gebu.


"Kalau dia KO beneran gimana? Sinting lo sull"


"Ya.. Jangan KO beneran kali tall, gue belum rayain anniversary" sahut nya polos dan kini beranjak mengelus rambut boby.


"Orang lagi sekarat gini masih mikirin anniversarry lo. Bener-bener sinting"


"Lagian kalau boby KO gue koleksi kolor siapa lagi krystalll?? Cuma boby yang punya kolor 'Gussi' yang limited edition" pekik nya keras.


"Gak normal lo" kesal gue.


"Btw, boby punya koleksi kolor baru tall" ujar nya sedikit riang


"Apa?" dan begok nya gue. Gue juga kepo.


"Chommel" balas nya singkat


Mendengar ucapan singkat itu tawa gue tak bisa lagi di hentikan, demi apapun pasangan ini memang wajib di museum kan. Langka banget.


"Channel maksud lo?" ucap gue berupaya untuk memperbaiki.


"Enggak mungkin begok, Channel mah mahal" sekarang giliran dia yang noyor kepala gue. Sialan.


"Anjirr" kesal gue


"Lo tau dari mana? Perasaan kemaren gue gak liat kolor yang merk 'Chommel' " selidik gue ke sully yang mulai tertawa-tawa sendiri.


"Tuh.. Sekarang lagi di pakek" balas nya cepat sembari nunjuk daerah kekuasaan kolor tersebut.


"Lo periksa?" gue terkejut dan terheran-heran


"Hehe.. Abis penasaran" dengan polos nya dia malah tertawa kecil menjelaskan ke gue.


"Sinting lo"


" Dasar cewek mesum lo"


"Justru ini normal"


"Kelainan"


"Enggak lah"


"Sakit jiwa lo"


"Au ah"


Setelah perdebatan tak ada habis nya dengan sully. Gue hanya bisa mengalah aja saat ini. Karna situasi nya lagi gak enak buat berantem.


Sekarang gue lagi duduk berhadap-hadapan dengan sully, karna bingung juga sekarang mau ngapain.


Diruangan ini cuman gue dan sully aja berdua bertiga sih sama boby hehe.. Kai cuman nganterin gue karna hari ini jadwal nya padat banget.


"Btw, semalam kenapa lo gak jadi kesini?" tiba-tiba sully nanya itu ke gue. Seketika badan gue menjadi kaku


"Ahh itu.. Udah malem sull"


"Kenapa yang bawain barang gue asisten nya mas kai?" timpal nya lagi


"Ya, mana gue tau. Tanya ke kai aja" ujar gue berusaha terlihat sesantuy mungkin


"Yakin lo gak tau?" selidik nya lagi. Gue menaikkan sebelah alis gue.


"Kenapa sih lo?" ketus gue yang mulai sedikit kesal


"Lo tidur dimana?"


"Di kostan lah, dimana lagi" demi apa, ini anak kayak lagi introgasi gue. Apa jangan-jangan.


"Kok ka vict bilang gak liat elo di kostan?"

__ADS_1


"Hukk.." tenggorokan gue jadi tercekat saat denger omongam sully


"Santuyy tall.." ucap sully sembari memberikan segalas air ke gue.


"Lo kira gue tidur dimana?" kesal gue dengan lantang


"Gitu dong, ngegass" timpal nya dengan tertaw geli.


"Sialan lo" ketus gue.


"Ya habis, belakangan ini lo sering banget berdua sama mas kai" sahut nya sembari deketin gue.


"Gak sengaja aja itu mah" gue balas ucapan sull se santuy mungkin. Biar doi gak curiga.


"Gak sengaja? Enak banget lo. Gue aja nyari mas kai sampai ke kamar dia, malah gak ketemu"


"Mana gue tau"


"Tal"


"Hmm"


"Soal daniel" ujar nya sedikit ragu.


"Udah deh, gak usah di bahas" demi apapun gue males banget denger nama daniel saat ini.


"Gue gak nyangka banget, tampang polos gitu ternyata keparat juga"


"Gak usah dibahas" kesal gue lagi.


"Kalau mas kai.."


"Kenapa kai?" timpal gue dengan antusias.


"Idih.. Girang banget lo denger nama mas kai" sully mengernyit bingung


"Sialan lo!"


"Lo ada hubungan ya sama mas kai?"


DEG!


Rasa nya jantung gue saat ini dn detik ini berhenti berdetak. Sully tau dari mana gue ada hubungan sama kai?


"K-ata siapa?" gue gugup banget. Sumpah.


"Lo gugup?"


"Enggak lah"


"Yakin?"


"Kata siapa emang?" gue balik introgasi dia.


"Gak ada sih, ngasal doang" sahut nya


"Dasar sok tau lo" gue noyor kepala sully.


"Syukur-syukur kalau emang gak ada hubungan tal, kan gue dan anak-anak kost lain gak nambah saingan" timpal nya


'Tapi maaf seribu maaf sull, I am Winner' batin gue menyeringai


Detik berikut nya, terdengar suara pintu baru saja dibuka dari luar. Otomatis gue dan sully secarq bersamaan melirik kearah pintu.


"Yang" tiba-tiba suara bariton itu bersuara sembari menatap gue.


"Y-yangg???" Histeris sully kaget.


'Mati gue' batin gue meratapi kepolosan kai


...


SUARA NYAA MANAA NIIH?? LEMES BANGETT?? HEYY KOMEN DAN LIKE PLISEE GENG..

__ADS_1


__ADS_2