Bajingan Kesayangan

Bajingan Kesayangan
PART 18


__ADS_3

-WARNING! pada chapter ini terdapat unsure dewasa. bagi yang umur dibawah 18 kebawah mohon di skip bagian ini. buat seluruh nya yang udah baca ingat dosa guyss hehe-






What?



"Ngapain lo?" gue cegat tangan nya



"Katanya mau makan" ucap nya santai



"Kan bisa makan di balkon"



"Gak mau ah. Gelap. Banyak nyamuk" sahut nya sambil duduk di pinggir ranjang gue



Gue semakin gugup dengan tingkah nya. Tapi perut gue terlalu laper buat berdebat dengan dia. Gue mutusin buat langsung makan makanan gue.



"Kamar lo rapi juga, bikin betah" seraya menatap sekeliling kamar gue



'Betah? Maksud nya apa coba?' gue gak gubris omongan dia.



Saat gue sedang asik ngelahap makanan gue, gue lirik dia juga asik natap gue.



"Lo gak makan?" ucap gue kebingungan.



"Ngak, udah kenyang liat lo makan" Sindir nya, emang sih barusan gue makan gak manusiawi banget. Lebih kayak gembel yang baru di kasi makan. Bodo amat lah!



"Kalau gitu ngapain lo masih disini" gue balik sindir dia yang masih betah banget di kamar gue.



"Pengen liat lo makan"



"Gue udah selesai makan, sekarang lo boleh keluar" sahut gue sembari tarik tangan nya buat bangkit dari ranjang gue.



Tiba-tiba tangan nya tarik tangan gue lebih keras, sehingga gue jatuh tepat diatas nya.


__ADS_1


Gue diam sesaat sampai akhirnya gue sadar dan bangkit dari atas dia. Dia nyekat gue dengan ngelingkarin kedua tangan nya di pinggang gue.



"Lo seksi banget pake daster" ucap nya pelan sembari tersenyum miring. Sialan, kok tampan!



"Lo apa-apaan sih kai!" gue memberontak namun sia-sia.



"Lo sengaja ya bikin gue tegang" bisik nya ditelinga gue. Panas banget. Gue jadi salah tingkah.



"Lepasin gue kai" gue coba buat tetap menstabilkan fikiran gue.



Tapi kai nggak gubris ucapan gue, kai mendekat kan wajah nya kearah gue dan mulai menyatukan bibir kita.



Awal nya gue berontak dan dorong dia. Tapi pada akhir nya gue nyerah. Dan cuman bisa nutup mata gue.



Gak ada perlawanan lagi dari gue, jujur gue juga nikmatin lumatan dari bibir dia. Gue candu dengan sentuhan dia dan gue juga rindu dengan wangi nya yang maskulin.



Seolah telah terhipnotis, gue buka perlahan mulut gue dan biarin dia menjelajah disana. Cukup lama kita berciuman. Dari hanya hisapan kecil sampai dia ngisep bibir gue rakus.




Gue mengerjab bingung. Kai rakus banget. Sampai gue kewalahan.



"Kaii" gue buka suara pelan. Namun gak dibales dia. Dia makin rakus nyiumin gue.



Gue melenguh hebat saat tangan kai meremas keras gundukam gue "Akh.. K-kaaii"



"Ya sayang, panggil nama aku" ucap nya disela-sela kegiatan nya.



Gue kewalahan, gue pengen dorong dia buat ngejauh dari gue. Tapi gue gak lakuin itu.



"Cium aku balik" bisik nya, terdengar memerintah namun gue nurut. Gue seolah telah terhipnotis.



Dengan sekejap tangan kai yang mahir dengan mudah melucuti semua pakaian gue.



Gila. Gue toples.


__ADS_1


Gue gak tau harus berbuat apa. Gue seperti hilang akal saat melakukan ini. Batin gue yang biasanya ikut andil menghentikan gue terhadap kai seolah juga menikmati permainan ini.



Baru kali ini gue toples di hadapan pria. Bahkan pria yang gak punya ikatan apapun dengan gue.



Entah setan apa yang merasuki gue saat ini. Gue candu dengan setiap sentuhan nya. Bahkan siapapun itu tak akan dapat menghentikan gairah gue malam ini.



Ini nikmat.



Ini akan menjadi malam panjang gue dan kai. Gue begitu hanyut dengan setiap sentuhan dari kai.



Saat kai sudah berhasil menanam dirinya dalam diri gue. Kai terlihat kesusahan. Jelas, karna gue masih sempit. Bahkan dia berkeringat melakukan nya. Begitu seksi.



"Aahhh kaiiiii"



Kai berkali-kali menyemburkan cairan hangat nya didalam diri gue. Gue yang kenikmatan mulai mengeluarkan suara-suara aneh yang gue nggak ngerti kenapa gue bisa ngeluarin suara aneh itu.



Itu suara gue?



Lagi-lagi kai menyemprotkan cairan kami, cukup lama kita bergelut seperti ini. Sampai pada akhirnya kai mengehentikan aktifitas nya.



"Sayang. Kamu virgin?" Kai menghentikan hentakan nya pada diri gue. Mata kai turun kebawah saat melihat cairan berwarna merah mengalir di selangkangan gue.



Gue mengerjap bingung dan seketika gue tersadar.



"Ya, dan gue bukan simpanan om om" sindir gue ke dia, gue masih ingat jelas saat kai mengira gue adalah seseorang simpanan om om.



"M-maafin gue" ucap nya pelan, terlihat wajah yang tadi sangat bergairah dan mata yang ber api-api menjadi sayu dan pucat.



Kai mencabut kembali junior nya pada diri gue. Kai terlihat frustasi dan duduk di tepi ranjang. Gue liat dia mengacak rambutnya.



"Maafin gue. Gue nggak tau" lirih nya pelan.




💜Vote dan koment nya penting ya readers💜


__ADS_1


__ADS_2