
Hay everybody, maaf up selalu lama ya.. author lagi banyak acara di kantor guys jadi mumet sendiri. gak konsen buat nulis jadinyaa.. bukan maksud bikin para buciners Mas kai penasaran akutu.
-Happy Reading guys-
Sebelum kami benar-benar masuk kedalam apartemen daniel. Sebuah mobil terpakir tepat didepan kami. Dan detik berikut nya pemilik mobil itu pun turun dengan nafas yang memburu.
"LEPASIN DIA BANGSAT" Sebuah teriakan dari suara bariton yang sangat gue butuhkan saat ini.
Daniel menoleh kearah suara itu sembari menurunkan gue dari dekapan nya. Terlihat sebuah seringai dari mulut daniel.
"Oh.. Pahlawan kesiangan lo dateng" sindir daniel
Tak ada balasan oleh pemilik suara bariton yang sudah tersulut emosi itu. Detik berikut nya pemilik suara bariton itu berlari menghampiri gue dan daniel saat ini.
"SIALAN" teriak nya lantang
BUGH..
Satu pukulan keras mendarat kewajah daniel. Belum sempat ada perlawanan dari daniel. Sebuah tendangan juga langsung menghujam daniel diiringi dengan pukulan-pukulan keras lainnya.
Daniel berusaha untuk bangkit dan menstabilkan diri nya, saat ia ingin berdiri tegak hendak untuk melawan pria itu, namun pria itu lebih tak sabaran untuk menghabisi daniel terlebih dahulu.
BUGH..
Pukulan yang entah kebeberapa kali yang menghujam diri daniel, gue gak sanggup liat nya. Gue terlalu shock saat ini.
Terlihat daniel yang sudah terkulai lemas karna pukulan tiada ampun dari KAISAR SATRIA SHAWN saat ini.
"Kai udah hikss.. " Gue menghentikan kai yang masih menggebu-gebu ingin menghabisi daniel.
Satu tendangan terakhir dari Kai berhasil buat daniel memohon ampun pada nya. Daniel bersusah payah untuk bangkit dan berjalan menuju apartemen nya.
Terlihat Kai ingin mengejar daniel, namun gue mencekat nya. Gue gak mau Kaisar Satria Shawn ini menghajar daniel lagi. Daniel bisa mati jika masih memperlihatkan wajah nya pada kai.
"BAJINGANN" Teriak pria yang saat ini gue peluk agar menghentikan aksi nya pada daniel.
"Hiks.. Kai udah udah" gue semakin mengeratkan pelukan gue pada Kai, gue gak mau kai semakin emosi.
Saat ini gue butuh dia sekarang. Gue terlalu trauma dengan kejadian ini. Nafas kai yang memburu masih terdengar jelas oleh gue, terlihat sorot mata nya yang tajam serta rahang nya juga masih mengeras.
keringat yang bercucuran deras di wajah nya masih bisa gue lihat dengan jelas. Memaparkan pemandangan penuh emosional saat ini.
"Kamu gak apa-apa?" Kai natap gue sendu,
terlihat kai mengontrol emosi nya saat ini seraya mengatur nafas nya yang masih memburu.
"Hiks.. Iya" Gue gak sanggup ngomong lagi. Gue masih shock dengan keadaan ini.
__ADS_1
Kai memeluk gue erat, tak ada sepatah kata apapun yang terucap saat ini. Nafas kai yang masih memburu lebih dominan saat ini.
"Maafin aku" ucap nya sembari mengecup pelan kening gue. Cukup lama Kai mengecup kening gue sebelum akhir nya mengusap air mata gue.
"Kenapa kamu yang minta maaf hikss.. harus nya aku yang minta maaf sama kamu" balas gue dengan sedikit terisak.
"Aku gak bisa jagain kamu" kai kembali memeluk gue erat, seolah tak ingin melepaskan gue saat ini.
Gue terenyuh, pria yang selama ini gue benci ternyata lebih tulus dari siapapun. Gue merasa bersalah dengan diri gue sebelum nya karna telah berfikiran jahat pada kai
"Malahan aku yang berterimakasih sama kamu hiks.." ucap gue desela-sela tangisan gue.
"Iya.. Iya" ucap nya menenangkan gue.
"Hiks.. Hikss" isakan gue semakin menjadi-jadi saat kai manjain gue gini.
"Udah sayang.. jangan nangis lagi, aku janji sekarang bakalan jangain kamu sampai kapanpun" Kai menatap gue lekat-lekat.
Ingin sekali rasanya gue bersujud berterimakasih pada lelaki hebat yang ada dipelukan gue ini.
Gue hanya mengangguk pelan sembari menatap kai dengan sendu. Gue butuh dia, sangat butuh.
Satu kecupan mendarat pada bibir kai, entah apa yang merasuki gue. Gue reflek mencium Kaisar saat ini.
Terlihat wajah kai berubah menjadi kaku dan tak percaya saat ini. Dia kaget sembari menatap gue lekat-lekat.
Gue mutusin buat lepasih pelukkan dari kai dan berlari menuju mobil kai. Gue bingung mau berbuat apa lagi.
Kai yang masih mematung tak lagi memperdulikan gue yang udah masuk kedalam mobil nya. Sumpah gue malu banget.
Gue coba buat membuka kaca dari mobil kai dan berteriak dari dalam mobil nya "Sampai kapan kamu mau jadi patung disana?" teriak gue.
Dia mengerjab sesaat sebelum akhirnya menatap gue "Sampai kamu cium aku lagi" balas nya diiringi dengen senyuman kecil.
Gue malu banget kai godain gue gini "Ihh.. Apaan sih kai" ucap gue sembari menutup wajah gue dengan kedua telapak tangan.
Detik berikutnya kai jalan menuju mobil dan langsung masuk ke dalam nya. Tak ada sepatah kata lagi yang terucap.
Sumpah ini jadi cangung banget suana nya, nih mulut kenapa gatel banget ciumin kai sih?
Kai melajukan mobil nya, gue gak tau dia mau bawa gue kemana. yang jelas ini bukan jalan menuju rumah. Gue mau nanya ke dia tapi gengsi. Gimana dong?
Akhirnya gue beranikan diri buat nanya ke dia "Kita mau kemana?"
"Pulang sayang" sahut nya cepat
Gue mengernyitkan dahi, sumpah gue bingung "Tapi ini bukan jalan kerumah?" selidik gue.
__ADS_1
"Emang bukan" timpal nya sembari tersenyum kearah gue.
"Terus?"
"Pulang ke apartement akulah" ucapnya santai
"Kok ke apartemen kamu?" gue yang bingung mulai penasaran dengan maksud kai
Kai gak jawab pertanyaan gue, kemudian kai menghentikan mobil nya pada pinggir jalan yang sungguh ramai ini
"Aku bakalan jagain kamu, aku gak mau orang-orang nyakitin kamu kayak gini, aku bakal habisin orang itu"
"K-kai maksud nya gimana sih?" sumpah ini inti nya apa? Gue bingung banget.
"Maksud aku, kamu harus deket aku terus selama 24 jam." ucap nya dengan penuh penekanan.
"Hah?" gue jadi aneh sendiri saat kai bilang mau jagain gue selama 24 jam.
"Udah, kamu gak perlu bengong gitu" timpal nya sembari langsung melajukan mobil nya.
"Tapi kan" ucapan gue terputus
"Gak ada tapi-tapi sayang" potong nya sembari mengedipkan sebelah mata nya ke gue. Gemesh
Sepanjang perjalanan gue cuman diam sekilas mengingat kejadian baru saja yang menimpa gue. Gue masih nggak percaya kalau daniel berbuat seperti itu ke gue.
Apa karna gue gak terima cinta daniel? Tapi gue gak maksud gitu, gue takut kalau gue terima cinta daniel. Gue malah nyakitin perasaan dia nanti nya.
Jujur gue masih ragu sama perasaan gue sendiri terhadap daniel. Gue nggak cinta sama daniel gue cuman kagum. Kagum bukan berarti harus bersama kan?
Gue shock, trauma banget sama kejadian ini. Gue masih gak terima dengan sifat daniel yang berubah drastis. Daniel yang gue kenal selama ini baik banget malah berubah sebalik nya.
"Kamu mikirin apa?" tiba-tiba kai membuyarkan lamunan gue.
"Ah, gak kok" ternyata kai perhatiin gue dari tadi.
"Kamu masih mikirin kejadian tadi?" Yup, tepat sekali tebakan dari kai.
Gue gak jawab pertanyaan dari dia. Jangan kan membicarakan nya, mengingat nya aja gue udah trauma.
"Sayang. Dengar? Selama ada aku disisi kamu. Siapun gak bakalan bisa nyentuh kamu" gue merinding banget denger nya.
Seperti nya ini bakalan menjadi awal keposesifan Kaisar Satria Shawn dimulai. Yang kemaren-kemareng anggap aja pemanasan.
..
LIKE DAN KOMENNYA JANGAN LUPAAAA WEEEII.. AYAFLUUUU..
__ADS_1
VISUAL CAST YANG LAIN BESOK AJA YAAH HEHEHE..