Bajingan Kesayangan

Bajingan Kesayangan
PART 6


__ADS_3

Drrtt


Drrtt



Sudah yang kelima kali handphone gue bunyi, gue terlalu males buat sekedar angkat telfon siapa saja saat ini.



Karna berisik, gue mengurungkan niat awal gue buat biarin tuh handphone bunyi. gue coba ambil dan liat siapa yang nelfon.



Gue mengernyit bingung. Nomor baru. siapa?



"Hallo"



Ga ada jawaban dari orang itu.



"Hello, gue lagi ngomong sama siapa ini?"



Masih nggak ada jawaban. Gue kesel banget sumpah. gue langsung aja matiin handphone gue.



"Ganggu tidur gue aja nih orang. Persetan banget!" umpat gue kesal



Saat ini gue baru bangun dari tidur panjang gue, ternyata udah jam 9 malam. Gila. Lama banget tidur gue.



Tadi siang pas balik dari kampus sekitar jam 13.20 WIB gue buru-buru pulang dan langsung tepar dikasur.



Sengaja gue kabur setelah kelas barakhir. Gue lagi males ngumpul anggota BEM, palingan juga diskusiin itu-itu aja. Males gue.



Setelah berhasil menikmati tidur yang panjang ini, badan gue jadi enakkan. Sumpah gue jadi seger banget.



"Tal"



Terdengar samar-samar suara seseorang dari balik pintu kamar gue.



'Siapa lagi sih' batin gue kesel


__ADS_1


"Hello, apakah ada orang didalam?" suara itu kembali terdengar.



"Sully?" tebak gue



"Yoi, bukain pintu kenapa? Kayak ngomong sama orang di penjara gue" teriak nya dari luar.



"Iya bentar" gue langsung buka pintu kamar gue



"Gue bawa kabar gembira" Sully narik gue ke ranjang.



"Kolor boby?" Tebak gue



"Ih bukan setan, gue mah nggak level sama boby sekarang" ucap Sully sembari memutar kedua matanya.



"Terus ?" tanya gue sedikit penasaran.



"3 minggu lagi mami ngajakin kita liburan ke bali dong" ucap Sully girang




Akhir-akhir ini gue stres banget. Gue juga butuh liburan, apalagi gratis.



"Demi kolornya boby yang pernah gue colong" timpal sully dan mendapat tonjokan maut dari gue.



"Iss gue serius"



"Iya, tadi mami bilang ke gue. Mas Kai yang bayarin. Gilaa! " Sully melompat kegirangan.



Mendengar nama itu disebut, gue jadi mengurungkan niat gue buat ikut sama mereka. Gue gak mau liat dia. Apalagi liburan pake uang dia. Ogah!



"Gue gak ikut" timpal gue cuek



"Loh? Kenapa? " Sully bingung dengan perubahan sikap gue


__ADS_1


"Ternyata gue ada acara BEM" gue ngasih alasan ke sully.



Terlihat alis sully tertaut, pertanda bingung dengan sikap gue. "Lo yakin?"



"Yup"



.



Sudah beberapa hari gue gak lihat Kaisar Satria Shawn berkeliaran di depan rumah, semenjak kejadiaan gue bentak dia. Dia jadi jarang berkeliaran disekitar rumah.



Beberapa anak-anak kostan bilang dia sekarang udah mulai kerja ngelola rumah sakit bokap nya. Syukurlah dia jadi jarang dirumah.



Semenjak ada dia, gue jarang main kerumah mami lagi. Kangen cerita-cerita sama mami, kangen bikin kue bareng mami. Aduh gue kangen.



Kebetulan hari ini gue lagi free, gue sempatin main karumah mami mumpung Kai lagi kerja.



Sesampainya dirumah mami gue ketemu mbak sumi salah satu pembantu dirumah mami.



"Mbak, mami ada?" gue nanya ke mbak sumi



"Gak tau non, mbak baru balik super market tadi. Coba liat keatas" mbak sumi nunjuk lantai atas



"Okedeh mbak, makasih ya" gue langsung aja jalan ke lantai dua.



Setelah tangga terakhir yang gue naikkin, mata gue mencari keadaan mami. Gue liat setiap sudut namun nggak nemuin mami disini.



"Mami?" gue panggil nama mami sembari jalan kesetiap sudut ruangan yang ada disana.



"Hey, mami ada disana" tiba-tiba sebuah suara terdengar baru keluar dari sebuah ruangan.





Note: Tak henti-henti nya Author minta bantuan vote dan komen temen-temen. Thankyouuuu..

__ADS_1



__ADS_2