
------------- Happy Reading ------------
"Krys" sebuah suara terdengar dari arah pintu, spontan gue dan sully menoleh kearah suara tersebut
Tiba-tiba kai muncul dari balik pintu dan itu berhasil bikin badan gue panas dingin.
"Tall, lo bareng mas kai?" sully yang kaget berbisik ke gue
Gue gelagapan saat ke gep sully kesini bareng kai, gue gak tau mau kasih alasan yang logis apa ke sully.
"Eh, ini gue gak sengaja ketemu kai dijalan" akhirnya spontanitas gue keluar juga. Semoga sully gak curiga.
"Wah, enak banget ga sengaja ketemu mas kai, lhaa.. gue ga sengaja denger kabar kecelakaan boby" cerocos nya
"Mikirin apa sih sul, udah lo tunggu disini dulu. Gue mau jemput perlengkapan lo dan boby" timpal gue sembari berjalan kearah kai yang sedang berdiri di dekat pintu
"Bareng mas kai gitu?"
Anjir, pakai nanya nih anak! "Kenapa?"
"Mas kai disini aja bareng gue" ucap nya sembari melirik kai, kai yang mendengarkan itu langsung menaikan sebelah alis nya.
"Eh lo cari mati ya?" teriak gue sedikit emosi, enak aja Kaisar gue di embat juga.
"Cari mati kenapa? Lo cemburu tal?" balas nya tak kalah kejam dari gue, dan perkataan itu berhasil menyadarkan kembali fikiran gue. Astaga!
"Eh, ya bukan lah.. Nanti kalau ketahuan boby gimana?" alasan gue ke sully. Hampir aja gue ketahuan yaampun..
"Ketahuan gimana? Boby nya masih belum sadar kok" timpal nya sembari melirik boby
"Bener-bener ya, nyari kesempatan lo" cerutu gue
"Ya, namanya usaha tal" balas nya sedikit pelan
"Gue lapor boby lo"
"Gila, jahat banget lo tall"
Gue lirik kaisar yang sedang melongo gak jelas saat ini, kesal gue. Dia malah diam dan gak bantuin gue cari alasan ke sully.
Gue coba buat kodein dia biar bantu gue cari alasan ke sully, tapi alhasil dia malah bingung sendiri mau bilang apa.
"Yaudah, kalau gitu gue pergi sendiri aja. Kamu disini jagain sully dan boby" kesal gue.
"Biar aku yang anter" sekian purnama gue nunggu kaisar bicara akhirnya dia mulai bersuara.
"Aku - kamu? Kalian sedeket itu?" Kembali lagi tim penyidik alias sully introgasi gue.
"Udah deh, lo jagan banyak omong sull.. Mau gue bantuin gak?" gue malah makin jengkel jadinya.
"Eh iya iya, kayak nenek gue aja lo tal. Emosian" balas nya diiringi dengan cibiran darinya.
__ADS_1
"Yaudah, gue berangkat dulu"
"Hati-hati mas kai" genit nya. Kai hanya menyunggingkan senyum kecil
Gue lirik kaisar sekilas dan gue langsung aja ambil langkah keluar dari ruangan gawat darurat dan diikuti oleh kaisar satria shawn yang nyebelin ini.
Gue jalan lebih cepat dari kai, masih kesel gue sama dia. Kai menyamakan langkah nya dengan gue dan sembari melirik gue sekilas.
"Jadi bener?" ucap nya dengan tersenyum geli kearah gue.
"Apa?" gue gak ngerti maksud dari pria nyebelin ini.
"Yang tadi" balas nya kali ini diiringi dengan senyum yang lebar.
"Apanya sih kai? Gak jelas" sahut gue yang masih sedikiy kesal padanya.
"Jadi bener kamu cemburu?" bisik nya pelan tepat di telinga gue. Spontan gue membelalakan kedua bola mata gue kearah nya.
"Enggak ya, jangan GR" balas gue cepat. Dan langkah berikut nya gue jalan lebih cepat dari kaisar. Terlalu malu gue buat akuin itu semua ke dia.
"Ciee yang cemburu" teriak nya setelah gue jalan sedikit menjauh dari nya.
Gue yang mendengar hanya menutup kedua kuping gue. Gue malah malu sendiri saat ini. Emang dasar ya, mulut gue yang asal nyerocos ini ga bisa di rem dikit. Kaisar malah makin gencar buat godain gue.
Saat ini gue sudah berada di depan mobil kaisar satria shawn, emang rese banget nih anak. Sengaja gak bukain kunci pintu mobil nya. Biar bisa jahilin gue lagi pasti.
"Buruan buka" teriak gue.
"Apa nya?" balas nya dengan pura-pura lugu.
"Jangan sekarang. Sayang" ucap nya lembut sembari sedikit tertawa geli.
Gue hanya menggernyit bingung, maksud pria ini sebenernya apa sih? Gue jadi depresi akut jadinya.
"Hah? Maksud kamu apa sih kai?"
"Katanya kamu pengen aku buka baju disini? Nanti aja di apartemen" timpal nya diiringi seringai yang bikin gue jadi mati kutu. Otak nya emang the best lah kali ini. Jorok semua!
"Jorok banget otak kamu" kesal gue.
Kai yang berhasil jahilin gue malah tertawa lebar saat mendengar pernyataan gue kali ini. Iya! Dia emang selalu sukses bikin gue jadi jengkel.
"Kamu kan juga suka aku jorokin" timpal nya sembari lirik gue dengan pandangan yang menurut gue mesum.
"Sembarangan kamu" kesal gue
"Wajah kamu gak bisa bohong" timpal nya sembari perhatiin wajah gue yang sudah memerah.
"Ih.. Apaan sih kamu" gue yang malu hanya menutup kedua wajah gue dengan kedua telapak tangan gue.
"Tuh kan" kali ini tawa nya makin renyah.
__ADS_1
Gue yang geram gak balas lagi ucapan dia. Bingung gue mau jawab apa. Toh bukti nya gue emang suka dijorokin dia. Kayak nya otak gue udah dicuci sama dia.
Detik berikutnya kaisar membuka mobil nya, dia yang sudah paham dengan ekspresi kesal gue. kali ini kaisar gak melanjutkan aksi nya lagi buat jahilin gue lagi.
Gue buru-buru masuk kedalam mobil kai, diiringi dengan kaisar saat ini. Dan selanjut nya kai melajukan mobil nya kearah kostan buat menjemput perlengkapan sully dan boby. Salut gue dia mau direpotin gini.
Mami dulu pernah bilang kalau anak kesayangan nya ini paling gak suka ribet dan gak suka direpotin. Padahal dia sendiri suka ngerepotin. Sultan mah bebas. Ye kan?
Kata mami, kaisar satria shawn ini waktu kecil selalu di manja mami dan papi padahal dia ini sebener nya anak yang mandiri tapi sama mami gak dibolehin mandiri, aneh juga sih. Jadi kai selalu dapetin apa yang dia mau. Ya jelas lah, dia anak satu-satu nya.
Menurut gue kaisar itu sebenernya sosok yang dingin, tegas dan berkarismatik. Bukan hanya gue sebenernya yang bilang itu yang lain juga.
Bahkan awal nya gue menganggap nih anak hidup nya membosankan banget karna sikap nya yang gak memperdulikan dunia sekitar nya itu.
Berbanding terbalik dengan cerita mami yang bilang kalau kaisar satria shawn ini tidur selalu ditemanin dan sebelum tidur harus minum susu.
Apa jangan-jangan kai punya dua kepribadian? Aduh, gue mikir apa sih?
"Kenapa bengong?" suara bariton dari kai berhasil membuyarkan lamunan gue.
"Eh, gak kok" balas gue sembari menstabilkan fikiran gue.
"Ngelamunin apa?"
"Aku gak ngelamun kok kai" ucap gue kearah nya
Dia hanya tersenyum sembari natap gue lekat-lekat. Kali ini laju dari kendaraan kai menjadi sedikit lebih pelan dari yang awal.
"Kenapa liatin aku kayak gitu?" tanya gue ke kai yang dari tadi perhatiin gue lekat-lekat.
"Kalau aku liat cewek lain, takut nya kamu malah cemburu" timpal nya.
Tuh kan, malah jadi senjata kai buat selalu godain gue. Mendengar ucapan dari mulai kai gue malah jadi aneh sendiri dan sedikit merasa geli.
"Jangan GR kamu" balas gue sembari memukul pelan lengan kaisar.
"Kenyataan kan?"
"Gak lah"
"Barusan kamu cemburu"
"Cemburu sama siapa?"
"Sama sully"
"Jangan ngarang"
"Yaudah kalau gitu nanti aku liat cewek lain deh"
"KAISAAARRRR"
__ADS_1
..
PLISE BAGI YANG UDAH KLIK DAN BACA CERITA AKU BERIKAN LIKE DAN KOMENTAR KALIAN SEBANYAK-BANYAK NYA..