Bajingan Kesayangan

Bajingan Kesayangan
PART 54


__ADS_3

Hii guys..


Maafkan atas keterlambatan Author ya..


gak di maafin ya? huhu


Author punya beberapa alasan yang susah buat selalu update, ditambah lagi kondisi author saat ini terkena covid-19 doakan author segera sembuh ya.. terimakasih fans setia 'Bajingan Kesayangan'


langsung Saja..


Sesampainya kita di sebuah restaurant yang ternyata sudah di booking sultan Kaisar satria Shawn. Restaurant yang bernuansa eropa yang khusus di decor untuk makan malam kita berdua.. Eh bertiga karna ada setan penggangu yaitu kak victoria.


Beberapa saat gue terdiam dan terpaku atas perlakuan Kaisar yang begitu mengistimewakan gue. Gue semakin yakin bahwa Kaisar benar-benar menyukai bahkan mencintai gue.


"Kai, kamu siapin ini semua buat kita berdua?" tanya gue yang masih penasaran dan takjub.


"Ekhmm bertiga keleuss" Sahut seseorang yang tak di inginkan kehadiran nya ini.


"Kamu suka?" Kali ini Kai bersuara.


"Suka mas" Timpal victoria si nenek sihir yang membuat gue geram sendiri


"Mas Kai nanya gue woy" Teriak gue tepat di kuping kak vict


"Bodo amat dah" ujar nya santai.


"Yuk duduk disana" Kai menunjuk salah satu kursi yang sudah di siapkan beberapa hidangan mewah disana.


"Wahh mas, makanan jepang ya? Krystal mah gak biasa makan makanan mentah mas, yang ada dia bisa muntah mas" Demi apa ini kak victoria ganggu banget sumpah, pengen gue tendang aja nih nenek lampir. Pake beberin rahasia gue segala.


"Beneran Krys?" Kai sedikit kaget mendengar ucapan kak victoria barusan.


Sejujur nya gue memang belum terbiasa makan makanan jepang, dulu gue dan anak-anak kost pernah di traktir mami ke restaurant jepang. Disana semua hidangannya berasal dari daging mentah. Alhasil sesampai nya gue di kos, semua makanan yang sudah gue telan tadi keluar semua tanpa sisa.


Sejak saat itu gue kapok makan makanan mentah. Dan mengharam kan lagi semua makanan mentah. Tapi kok ini?


Aduh..


Mati gue


"Hmm.. Aku gak bisa makan yang mentah-mentah Kai" ujar gue dengan gugup


"Maafin aku sayang. Aku gak tau" Kai tiba-tiba merasa bersalah


"Harus nya aku tanya kamu dulu" ujar Kai sedikit menunduk


"Don't worry mas, biar aku yang habisin" Celetuk kak victoria sembari menebar senyum ke kaisar. Jijik banget gue sama si caper


"Gak apa-apa kok Kai"


"Kalau gitu kita ganti menu aja gimana? Kamu belum lapar kan? " Ucap Kai dengan sigap

__ADS_1


"Ta tapi makanan ini?" Gue kaget saat Kai pengen ganti menu, sedangkan menu yang ini saja belum di makan sedikit pun


"Gampang, kita buang saja" Enteng nya


Gue dan kak victoria terbelalak kaget "Bungkus aja" Teriak gue dan kak victoria secara bersamaan. Demi apa gue gak rela makanan mahal ini di buang begitu aja. Walaupun gue gak suka tapi gue lebih gak suka kalau buang-buang makanan kayak gini. Kalau kata nenek gue "mubazir neng"


"Terus buat apa?" Selidik Kai


"Bisa buat anak-anak kos yang lain Mas, kasian anak-anak makan nya mie instan melulu. Usus nya sampe ikutan keriting" Timpal kak victoria jujur dan mendapat anggukan setuju dari gue.


"Kamu juga gitu?" Kai melirik gue


Belum sempat gue jawab pertanyaan Kai, si cewek caper udah duluan nyeletuk "Krystal mah jangan di tanya mas. Mie instan dari sabang sampai marauke ada sama dia. Dari mie Aceh, mie Soto Padang, mie Soto Banjar, Soto Betawi sampe mie Kerak Telor dia ada mas." Celetuk nya panjang kali lebar


Gue yang mulai geram, menginjak kaki kak victoria sedikit keras "Aww, sakit sialan" teriak nya


"Gak usah dengerin Kai. Pembunuhan karakter tuh si nenek lampir" Elak gue ke Kaisar.


Kaisar yang mendengar keributan antara gue dan kak victoria hanya melongo dan sedikit mengangguk.


Saat gue dan kak victoria masih asik saling mengumpat, ternyata menu baru sudah tersedia di hidangkan di depan kami.


"Wah.. Enak-enak banget jadi ngiler" ujar kak victoria tak tahu malu. Tapi bener sih, gue juga ngiler soal nya.


"Istri-istri nya akur ya tuan" Celetuk salah satu pelayanan tersebut.


Langsung saja ekspresi kak vict berubah menjadi berbinar-binar dan sebuah senyum sumbringah terukir di bibir nya.


Kaisar ikut tersenyum kaku dan bingung dengan ucapan pelayan tersebut, Sementara gue melongo dan menahan umpatan kasar agar tak terlontar dari mulut gue. Seketika gue melirik tajam kearah Kaisar.


Kak victoria yang mendengar pengakuan dari mulut seksi Kaisar hanya bisa mendengus kesal. 'Rasain lo nenek lampir' batin gue.


"Yang satu lagi siapa tuan?" lagi-lagi pelayan Itu kembali bertanya. Kepo banget nih mbak-mbak.


Tanpa aba-aba gue langsung bersuara "Ibu saya mbak" ujar gue dengan lantang dan kemudian mendapat cubitan kasar dari kak victoria "Aww sakit" Rintih gue kesakitan.


"Wah, masih muda yang ibu nya nona" Ujar pelayan itu lagi


Gue menahan tawa karna berhasil mengerjai kak victoria. Demi apa gue puas banget. Salah sendiri kenapa jadi pengganggu di dalam dinner special gue dan Kaisar.


Detik kemudian gue, Kaisar dan kak Victoria terdiam dan hanyut menikmati makan malam special ini. Benar-benar lezat hidangan mewah ini, gue yang sebagai anak kost melarat merasa sangat terhormat bisa mencicipi masakan se lezat dan pasti nya semahal ini.


Setiap gigitan dan suapan sangat gue nikmati dengan senang hati. Ini baru pertama kali gue merasakan makan malam dengan begitu mewah dan pasti nya special dari Kaisar.


Walau pun gue bawa 'Jin Khodam' yang sesekali mengganggu eh.. Bukan sesekali melainkan setiap kali dan setiap waktu mengganggu tapi ini tak jadi penghalang bagi gue dan Kaisar untuk tetap menikmati makan malam special ini.


Hening beberapa saat antara kita, sampai pada akhirnya kak victoria memecah keheningan tersebut


"Eh Tal, gue denger rumah sakit si boby ada seseorang yang dengan suka rela bayarin"


"Iya, sully juga bilang ke gue kak" Sahut gue yang juga udah di kasih tau sama sully

__ADS_1


"Siapa ya? Dermawan banget gak sih?" Ujar kak victoria


"Iyaa, tapi kenapa gak di kasih tau identitas nya ya?" Gue yang bingung kenapa orang dermawan itu tak memberikan identitas nya.


"Iya yaa.. Padahal kata sully kalau orang nya cewe bakal di jadiin saudara dan cowok bakal di jadiin suami" Celetuk kak victoria.


"Uhuk.. Uhukk" Tiba-tiba Kaisar batuk mendengar ucapan kak victoria.


"Kenapa Kai" dengan sigap gue memberikan segelas air mineral kearah Kaisar dan menepuk pelan punggung Kaisar.


"Pelan-pelan mas, jangan segitu nya perhatiin aku.. Sampe keselek kan" Ujar ka Vict dengan GEER.


"Idih apaan" Ketus gue


"Kamu makan nya pelan-pelan dong" ujar gue sembari masih memperhatikan Kaisar.


"Iya sayang, maaf" Sahut Kaisar sedikit kesusahan.


"Sini peluk, biar tenang" Ucap Kak victoria dengan manja dan mendapat jitakan maut dari gue.


"Udah ya kak, kenapa gatel banget ih" Gue yang kewalahan menghadapi kak victoria mulai angkat tangan


"Gatel ya garuk. Susah amat" Sindir nya.


Gue tak lagi menggubris omongan dari kak victoria dan masih fokus ke Kaisar.


Dua jam berlalu, setelah kita bertiga dengan sarkas eh bukan cuma gue dan kak victoria yang maruk menghabisi semua hidangan yang tersedia tanpa sisa. Akhirnya kita memutuskan untuk kembali ke kostan.


Dalam perjalanan tak ada lagi perdebatan antara gue dan kak victoria. Mungkin faktor perut udah kenyang yah bund.


Kaisar pun hari ini terlihat tak banyak bicara dan tidak terlalu menggoda gue. Gue sampai heran kenapa saat kita berduaan Kai banyak omong dan selalu menggoda gue. Sementara di depan orang lain Kai terlihat cool dan berwibawa. Pencitraan emang.


Sesampai nya kita di gerbang terlihat mang juned dengan sigap membuka gerbang besar tersebut.


"Makasih ya mas udah bawa aku dinner" Tiba-tiba kak victoria bersuara dan mendapat anggukan kecil dari Kaisar


"Bawa gue, cuma lo aja yang pengen ikut" Celetuk gue dengan kesal


"Nyeletuk aja nih anak didik mimi peri" Timpal kak victoria.


Tok tok


Sebuah suara ketukan dari luar mobil kaisar dan dengan serentak kita bertiga menoleh ke asal suara ketukan tersebut


"Sully?"


Dan detik itu juga kita bertiga turun dari mobil mewah kaisar.


"Mas Kaisar, mas yang bayarin rumah sakit boby?" Ujar Sully dengan gusar


"Hah?" Ujar gue kaget secara bersamaan.

__ADS_1



Kai dan Krystal 💕


__ADS_2