Bajingan Kesayangan

Bajingan Kesayangan
PART 34


__ADS_3

 


→Happy Reading←


 


"Krys yuk pulang" Daniel tiba-tiba narik tangan gue.


"Eh bentar dan" gue kaget karna tiba-tiba daniel narik tangan gue


"Kenapa?" sahut nya


"Acara nya kan belum mulai" gue nanya ke daniel yang tiba-tiba narik tangan gue. Padahal acara kumpul BEM belum mulai.


"Gak apa-apa, aku pengen ngomong sesuatu sama kamu" daniel langsung aja narik pergelangan tangan gue sampai gue ikut ketarik ngikutin dia.


Anak-anak yang ada diruangan cuman begong liat kejadian ini, karna gak biasa nya daniel bersikap seaneh ini.


Tak terkecuali dengan gue yang juga super bingung dengan sikap daniel. Gue liat mata nya yang sudah sembab dengan emosi yang sedikit menggebu-gebu saat ini.


"Kalian mau kemana?" teriak bang onew dari kejauhan, tapi tak ada respone sedikit pun dari daniel.


"Daniel, lo bawa krystal kemana?" kak sanny juga berupaya buat nanya ke daniel namun juga tak ada hasil.


Gue gak tau apa penyebab nya, yang gue tau saat ini daniel narik pergelangan tangan gue kenceng banget. Sakit.


"Daniel, kamu mau bawa aku kemana sih?" gue coba nanya ke daniel dengan sedikit memberontak, jujur tangan gue jadi sakit di tarik kayak gini.


"Udah krys, kamu diem aja" ucap nya dingin


"Daniel stop" gue teriak lumayan kenceng ke daniel. Karna gue gak suka dipaksa gini. Dia bisa ngomong baik-baik kan?


"Krystal diam!" bentak daniel tak kalah kenceng dari gue. Jujur gue shock.


Gak ada angin gak ada hujan, daniel tiba-tiba berubah seperti monster kayak gini, gue jadi takut. Plise buat siapa pun tolongin gue.


Saat sesampainya di parkiran daniel memaksa gue masuk kedalam mobil nya, gue coba buat berontak. Tapi daniel lebih kuat dari gue. Gue gak sanggup lawan dia.


"Krystal, kamu jangan bikin aku emosi ya" ancam daniel saat gue coba buat berontak dari daniel.


"Hikss, daniel gue nggak nyangka lo kayak gini" gue terisak saat daniel ngomong keras banget ke gue.


"Sayang, maafin aku ya" daniel mencoba mendekat kearah gue. Meyentuh pipi gue sembari mengusap air mata gue.


Gue coba buat mengindar namun tangan daniel mencekat tangan gue.


"Hikss.. Daniel, gue mohon lepasin gue" gue masih terisak


"Lepasin? Gak bakalan krystal!" teriak nya sembari natap tajam gue, gue takut.


"Lo ternyata jahat! Hiks.. " teriak gue disela isakan tangis gue.

__ADS_1


"Jahat? Lebih jahat mana sekarang? Lo yang mengabaikan perasaan tulus gue demi bapak kost lo yang gak jelas itu" ucap nya dengan penuh penekanan


"Daniel, jaga omongan kamu" gue bantah omongan daniel, gue gak suka dia jelek-jelekin Kai didepan gue.


"Whoa.. Ternyata bener, lo udah punya hubungan sama dia?" daniel ngomong sembari tertawa dengan menepuk kedua tangan nya.


"Lo salah paham!"


"Jadi gue salah paham? Ok kalau gitu lo harus jadi milik gue" ucap nya sembari mendekatkan wajah nya kearah gue.


Gue mencoba memberontak "Daniel, plise hikss.. " gue dorong dia.


Daniel yang kewalahan juga mulai menjauh dari gue, daniel terdiam sebentar sebelum akhirnya mulai melajukan mobil nya.


"Lo bawa gue kemana? Hikss.. " gue yang kebingungan mulai memberontak sembari membuka pintu mobil. Namun nihil mobil udah dikunci duluan oleh daniel.


Di dalam perjalanan gue cuman bisa terisak. Gue gak tau daniel bawa gue kemana. Dia bisa aja ngelakuin hal jahat sama gue.


"Sayang, jangan nangis yah" Daniel ngomong lebih tenang sekarang, berbanding terbalik dengan beberapa menit yang lalu.


"Hikss.. Hikss" gue gak gubris ucapan dia.


"Hey, jangan bikin aku makin pusing" ucap nya lagi dengan penuh penekanan. Ternyata daniel lebih sinting dari pada kaisar satria shawn.


Ya, nama Kaisar terlintas saat ini dikepala gue. Pelan-pelan gue coba meronggoh tas gue mencari ponsel gue. Untuk bisa menghubungi Kai saat ini.


Saat gue berhasil mengambil ponsel yang ada didalam tas gue. Tangan daniel sudah duluan merebut ponsel dari tangan gue.


"Daniel balikin handphone gue" ucap gue sembari merebut ponsel yang ada ditangan daniel.


"Gak bakalan" tiba-tiba daniel membuka sedikit kaca mobil nya dan melempar ponsel gue kesembarang arah.


"Hikss.. Daniell, lo bener-bener keterlaluan sialan!" teriak gue yang sudah tersulut emosi dengan kelakuan gila nya.


"Sayang, kamu jangan ngomong kasar ke calon suami kamu" ucap nya diiringin dengan senyum seringai. Sinting!


"Lo jangan gila daniel"


"Gue udah terlanjur gila dengan sikap lo" balas nya


Gue yang gak tau mau ngapain cuman bisa meratapi nasib gue yang sial ini. Gue berharap ada orang yang bisa nolongin gue. Walaupun itu gak mungkin.


Beberapa menit perjalanan mobil daniel terparkir disebuah basement sebuah apartemen. Gue yakin pasti apartemen daniel.


Gue semakin takut, takut kalau daniel ngelakuin hal jahat ke gue. Gue frustasi saat ini, gue bingung mau ngelakuin apa.


Tenaga gue udah terkuras saat barusan gue berontak dari daniel. Gue putus asa dengan hidup gue. Gue salah apa?


"Krystal, ayo turun" tiba-tiba daniel mengintrupsi gue buat turun


"Hiks.. Hiks gue gak mau sialan!" teriak gue.

__ADS_1


"Kenapa? Lo dibayar berapa sama cowok brengsek itu sampai-sampai lo gak mau sama gue?"


Deg


Omongan daniel benar-benar keterlaluan saat ini, gue gak nyangka pria yang selama ini gue kagumi dan sangat polos ternyata lebih laknat dari siapa pun.


PLAKK


Satu tamparan mendarat ke wajah daniel, Gue gak terima dengan semua omongan dia ke gue. Dia benar-benar keterlaluan.


Daniel mengusap pelan pipi nya dan langsung menantap tajam mata gue. Gue takut.


Sebuah seringai terukir dibibir daniel "Lo berani nampar gue?" ucap nya mendekat kearah gue


Gue memalingkan wajah sembari terisak sangat keras saat ini. Gue gak berani natap dia.


"Lo bakal terima balasan nya Ny. Krystal" ucap nya pelan tepat di telinga gue.


Detik berikut nya gue dengar pintu mobil terbuka, ternyata daniel sialan turun dari mobil lalu berjalan kearah pintu gue.


"Turun!" daniel teriak sembari menarik tangan gue.


"Hiks.. Gue gak mau" gue coba buat berontak sekuat tenaga gue.


"Ayo turun sialan!" teriak daniel lebih keras.


"Hiks.. Gue gak mau, pergi lo" gue coba buat dorong daniel lebih keras.


"Krystal, lo jangan bikin gue makin emosi" tiba-tiba daniel menggendong gue secara paksa.


"Hiks..lepasin gue hikss" gue pukul dia lebih keras.


"Diam!" teriak nya.


Daniel membawa gue masuk kedalam apartemen mewah itu, gue kewalahan saat ini. Tenaga gue habis. Hanya sebuah tangisan yang terdengar saat ini.


Sebelum kami benar-benar masuk kedalam apartemen daniel. Sebuah mobil terpakir tepat didepan kami. Dan detik berikut nya pemilik mobil itu pun turun dengan nafas yang memburu.


"LEPASIN DIA BANGSAT" Sebuah teriakan dari suara bariton yang sangat gue butuhkan saat ini.


Daniel menoleh kearah suara itu sembari menurunkan gue dari dekapan nya. Terlihat sebuah seringai dari mulut daniel.


..


Nah loh, apa yang terjadi selanjut nya guys? btw siapa ya yang bakal nolongin krystal? Mas kai atau malah mang juned?


penasaran gaakkk?? plise like dan komentar panjang kali lebarrr nya donggg💕


Author nepatin janji dengan visual Krystalira Amanda..


__ADS_1


Ekspresi wajah dedek Krystal dijahilin mas Kaisar.


__ADS_2