Bajingan Kesayangan

Bajingan Kesayangan
PART 28


__ADS_3

-Happy Reading-





"Yakin?"



"Iya"



"Aku nggak nawarin dua kali loh"



Tunggu!



Ini perasaan yang punya kamar gue deh. Tapi kenapa serasa gue yang numpang ya?



"Ini kamar gue. Ngapain lo yang ngatur gue" sambar gue sembari berdiri dari kursi yang barusan gue huni.



"Tapi ini kostan punya aku" timpal nya sembari menyunggingkan senyum kecil.



Bener juga. Kalah terus gue kalau debat sama dia. Gue kembali duduk dikursi karna gue gak tau jawab apa lagi. Lagian gak guna debat sama dia.



"Yakin?"



Gue gak gubris, kali ini gue ngatur posisi biar enak tiduran nya. Tapi gue gak nemu posisi itu. Sumpah hari ini gue menderita banget.



"Hey, gimana?" dia ngagetin gue saat gue gak jawab omongan dia.



"Kai udah deh, mending lo tidur" ketus gue



"Aku gak ngantuk"



"Terus?" Gue mengernyit bingung.



"Ngobrol-ngobrol yuk?" Kai merubah posisi nya.



"Ngobrol apa?" selidik gue, gue takut kalau ngomong sama kai pasti ngelantur semua.



"Tentang masa depan kita"



"Udah deh kai" gue capek dialusin dia terus.



kai tertawa puas saat benar-benar berhasil menggoda gue sampai gue hampir mabuk kepayang. tapi semoga gue bisa kontrol diri gue.



.



Gue terbangun dari tidur gue. Saat alarm yang berulang kali bunyi di nakas kamar gue. Gue raih alarm dan langsung aja gue matiin.


__ADS_1


Gue tarik selimut buat lanjutin ngebo lagi. Saat baru aja gue mau lanjutin tidur panjang gue. Gue jadi nginget sesuatu.



Tunggu.



Kenapa sekarang gue tiduran di kasur? Bukanya semalam gue tidur di kursi? Gue coba buat membuka mata gue sedikit demi sedikit. Sumpah gue jadi degdegan.



Gue liat sebelah gue. Gak ada kai disini. Mata gue beralik ke kursi yang semalam gue tidurin.



Gue liat kai disana. Dia masih tertidur pulas. Seolah alarm yang tadi menggema tak jadi penghambat buat tetep lanjutin tidur nya.



Jadi dia yang gantiin gue tidur di kursi? Yaampun kali ini gue takjub dengan sikap gentle nya.



Perlahan gue bangun, gue perhatiin Kaisar satria shawn ini lekat-lekat. Sempurna. Hanya itu kesan pertama gue saat liat dia dari awal sampai sekarang.



Entah lah rasa benci gue dulu ke kai semakin hari semakin memudar, gue gak tau kenapa gue gak bisa marah berlarut-larut ke dia.



Gue udah coba buat selalu bersikap keras dan menghindar kalau ketemu dia. Tapi gue gak bisa. Saat berhari-hari gue gak ketemu dia entah kenapa gue jadi rindu.



Mungkin sikap manis nya belakangan ini udah mulai menghancurkan tembok kebencian antara gue dan dia.



Dia udah buat gue jadi berubah fikiran. Semoga sikap dia yang manis belakangan ini gak ada maksut apa-apa.



Tiba-tiba sebuah senyum terukir dari bibir gue. Gue harap kai bisa berubah lebih baik lagi.



"Ganteng ya?" suara kai tiba-tiba mengejutkan gue.




"K-kai" Gue mastiin dia kalau dia gak lagi ngigau.



Kai buka mata nya dan baralih menatap gue lekat-lekat "Iya?"



Gue makin gelagapan ternyata kai gak lagi ngigau. Wajah gue tiba-tiba memanas dan jadi merah merona.



"Sejak kapan kamu bangun?" tanya gue



"Sejak kamu perhatiin aku" jawab nya sembari tersenyum sumbringah.



Gue gelagapan parah. Badan gue jadi kaku dan gak sanggup berkutik lagi. Gue ketangkap basah udah perhatiin dia.



Gue diam ditempat.



"Belum puas ya liatin aku? Sini lebih dekat" goda nya lagi



"Kai apaan sih" gue coba buat nenangin diri gue sendiri.



Kai tertawa puas karna ngeledek gue "Maaf, maaf jangan marah terus" jawab kai dengan tenang.

__ADS_1



Detik berikutnya kai beranjak dari kursi nya dan berdiri menuju pintu kamar mandi gue.



"Mau kemana?" tiba-tiba mulut gue nanya itu ke dia.



"Aku mau siap-siap buat ngantor, bentar lagi ada meeting. Gak boleh ya? " dia ngomong itu seraya senyum-senyum kecil kearah gue.



"Apaan sih kai, gak lucu"



"Aku bisa batalin semua jadwal aku kalau kamu mau" tiba-tiba kai jalan dan duduk di sisi ranjang gue.



Gue buru-buru perbaikin posisi gue yang masih rebahan. Gue takut dia tiba-tiba nerkam gue tiba-tiba kayak kemarin.



Kai tertawa pelan "Jangan takut, aku gak bakal ngapain-ngapain kamu" ujar nya



"Buruan berangkat, nanti telat" gue cari alasan lain supaya kai gak godain gue lagi. Hobi banget jahilin gue. Heran.



"Katanya kangen"



"Kata siapa? Aku gak ngomong gitu" bantah gue sembari geleng-geleng kepala.



"Cie aku kamu" ledek nya lagi.



"Kai mau kamu apa sih?" selidik gue.



Kai memperbaik posisi nya menghadap gue. Dia natap mata gue lekat-lekat. Cukup lama dia natap gue.



Kai meraih kedua tangan gue sembari meletakan pada dada nya.



"Kamu mau tau mau aku?" tanya nya sembari natap gue.



"Apa?" gue kebingungan dengan mengangkat sebelah alis gue keatas.



"Aku mau kamu buka hati buat aku" ucap nya pelan



...




PENASARAN GA?




maafkan updete dikit dulu yaa..


yang pentin author usahain update tiap hari..


mohon dukungan guyss..



__ADS_1




__ADS_2