
Yang kangen Krystal dan Kaisar.. kita kasih part mereka berdua dulu yahh..
...
"Ciee yang cemburu?" kai menatap mata gue lekat-lekat
"Nggak lah, geer banget kamu" elak gue yang gak berani natap mata tajam Kaisar.
"Masa?" Kaisar menggenggam erat tangan gue dan mengusap pelan disana.
"Iya kai" ujar gue pelan
"Aku gak percaya"
"Yaudah"
"Terus kenapa kamu jadi jutek gini?" kaisar yang merasa aneh dengan prilaku gue sesaat pulang dari jengukim boby mulai curiga
"Aku gak jutek"
"Sayang, kamu jangan bohong ya?" Kai mengangkat rahang gue pelan dan mempertemukan kedua mata kita.
Gue gak bisa bohong kalau situasi nya seperti ini" Kamu nya sih, diem aja pas kak vict ngerayu kamu" rengek gue pelan
"Tuh kan, kamu cemburu" tebak nya diiringi dengan tawa nya yang mempesona
"Ih, kaisar" rengek gue lagi
"Aku cuman pengen liat gimana reaksi kamu kalau lagi cemburu" ujar kai mencubit pelan hidung gue.
"Kamu nya aja yang ganjen" kesal gue.
"Aku ganjen kan cuma sama kamu" timpal nya sembari tak henti menatap gue
"Ih mesum"
"Kok mesum? Aku kangen tau"
"Jangan pura-pura kangen deh!" kesal gue
"Aku gak pura-pura sayang, aku peluk ya?" kai manis banget saat minta izin dulu buat peluk gue.
"Gak boleh"
"Yaudah aku peluk Victoria aja"
"KAISAAAARRRRR"
...
"Mau bawa aku kemana?" dari dalam mobil mewah kai gue melihat sekeliling jalan dan ini bukan jalan balik kekostan.
"Ke apartemen aku" balas kai singkat.
"Loh? Kenapa gak balik kekosan?" ujar gue penasaran
"Kan sama aja" ujar nya singkat
"Sama gimana? Beda dong!" kesal gue
"Beda nya apa?" tanya kai balik
"Yaa tentu beda lah Kaisar.. Kamu gimana sih. "
"Sayang.. Semua nya kan punya aku" balas nya sembari diiringi dengan senyum kemenangan nya
Gue yang kurang mengerti dengan maksud kaisar hanya bisa mengerutkan dahi. Bingung " Maksud nya?"
"Kost punya aku, Apartemen punya aku dan Kamu juga punya aku.. Jadi terserah aku dong"
"Hah? Gak bisa gitu dong" elak gue
"Apa sih yang gak aku bisa?" timpal kaisar dengan penuh semangat
"Sayang, balik ke kostan aja yaa?" gue rayu kai agar bawa gue balik ke kostan. Gue gak enak kalau harus nginep di apartemen mewah Kaisar lagi. Belum terbiasa, takut nanti betah eh malah nggak inget kalau realita gue yang sebenarnya adalah anak kostan yang melarat.
"Tumben panggil aku sayang?" kai melirik gue sekilas kemudian kembali fokus melajukan mobil mewah nya.
"Kan kamu pacar aku?" gue berusaha bertingkah semanis mungkin, agar Kaisar kabulin permintaan gue.
"Kalau gitu bukti nya apa?" kai tersenyum kecil balik menggoda gue.
"Hmm, bukti?" gue pura-pura lugu aja biar dia gak godain gue lagi
"Kalau aku pacar kamu, kenapa gak cium aku? Kenapa gak pegang tangan aku? Kenapa gak manjain aku?" celoteh nya panjang lebar. Curhat nih ye.
"Gak harus gitu juga kan? Kita pacaran gak boleh melanggar norma-norma" elak gue
"Sayang, kita udah lakuin yang lebih loh" perkataan kaisar, cukup mengunci gue untuk bungkam. Gue baru ingat kalau gue dan kaisar pernah melakukan yang tidak sepantas nya.
"Stop.. Aku gak mau denger" gue sedikit trauma hanya menggeleng pelan
"Ma-maaf sayang, aku gak maksud gitu" kai menggenggam erat tangan gue dan mengecup pelan di sana
"Plise, kita balik kostan aja ya?" Gue berupaya bujuk kaisar lagi agat berubah fikiran.
"Krys"
"Kai, plise"
"Oke, asalkan kamu jangan marah lagi ya?" akhirnya kai memenuhi permintaan gue. Gak sia-sia deh jurus trauma yang gue pake. Kaisar semenjak menjalin hubungan dengan gue terlihat banyak berubah. Tak arogan dan bossy lagi. Gue seneng.
Gue tersenyum simpul, pandangan gue masih lurus kedepan. Walaupun gue sadar kaisar berkali-kali menoleh menatap gue. Tapi gue berupaya tak menghiraukan nya.
"Minggu depan aku harus ke Vancouver canada, buat tanda tangan kontrak dengan perusahaan disana, kemungkinan juga selama tiga hari aku disana" tiba-tiba kai bersuara, terdengar serius dan itu bikin gue sedikit kaget. Gak tau kenapa gue jadi sedih ditinggal kaisar ke canada walau tiga hari doang. Duh gusti..
"Kok lama?" gantian, sekarang giliran gue yang natap kaisar dengan sendu.
"Makanya aku bawa kamu ke apartemen biar nanti disana aku gak rindu terus"
"Aku gak enak kalau harus ke apart kamu" balas gue pelan.
__ADS_1
"Kenapa? Anggap aja itu milik kamu" kai mengeratkan genggaman nya pada tangan gue. Plise krystal lo jangan goyah. Jangan sampai hal itu terjadi lagi karna kelalaian gue sendiri.
"Gak mungkin. Aku nggak berhak" timpal gue sembari menatap kai sekilas.
"Kamu berhak atas semua nya yang ada pada diri aku" suara kai pelan dan dalem banget, gue gak yakin iman gue kuat denger omongan dia.
"Iya, setelah kita menikah nanti" ujar gue tegas, dan detik berikut nya gue baru sadar dengan apa yang telah gue lontarkan barusan.
'Gue ngomong apaa? Buseett.. Ganjen banget lo tal" batin gue meratapi omongan gue
Kai menatap gue tak percaya, dengan mulut yang sedikit terbuka dan mata yang berbinar-binar "K-kamu mau aku nikahin?"
"Eh.. Bukan, maksud aku" omongan gue terpotong
"Kamu jujur aja, bener kan?" kai mulai mengurangi laju kendaraan nya kali ini.
"Kai, kenapa sih? Aku salah ngomong" elak gue.
"Kalau kamu siap, aku bisa langsung nikahin kamu" ujar kaisar satria shawn dengan lantang.
Gue yang tak percaya dengan omongan kai hanya ikut tercengang dengan perkataan nya. Dia lagi bercanda atau gimana sih? Gampang banget ngomong buat nikah? Dikira gampang kali ya?
"Ihh, Kaisar.. Jangan bercanda deh. Gak lucu" gue bingung saat ini mau bersikap bagaimana, antara kesal dan bahagia.
"Kapan sih aku bohong sama kamu?" Yup, jawaban yang tepat sekali. Kaisar memang tak pernah berbohong maupun ingkar kepada gue. Dia selalu menepati sesuatu jika sudah terlontar langsung dari mulut nya. Ya, dia memang seperti itu.
"K-kamu kira gampang apa? Nikah itu gak se gampang yang kamu bayangin kaisar" cuma ini alasan gue saat ini.
"Gampang kok"
"Nih ya, kalau kita udah nikah.. sebelum tidur dikelonin dulu sama kamu, di peluk-peluk dulu, di cium juga.. Dimanjain terus tiap hari.. Terus juga dimandiin, mandi berdua juga"
Celoteh kaisar panjang lebar dan pasti nya bikin gue jengkel
Gue potong omongan absurd kai, sudah gue duga Kaisar Satria Shawn yang selalu di sanjung-sanjung wanita itu punya pemikiran se dangkal itu tentang pernikahan. Pengen enak nya doang. " Dasar mesum kamu, mikir nya cuman yang enak-enak doang" kesal gue
"Tuh kan, kamu juga sepemikiran sama aku" balas nya cepat
Gue melongo "Hah? Sepemikiran apanya?"
"Mikir enak-enak nya"
"Aku nggak mikir gitu ya, kamu tuh" jengkel gue
"Kan kamu setuju apa yang aku omongin barusan, bagian enak-enak nya doang? Padahal aku gak bilang enak loh?" Kai ngomong ini sambil nyengir-nyengir gitu. Bikin gue geli sendiri.
Gue gelagapan, bener sih. Kaisar gak bilang bagian itu enak. Emang dasar otak gue aja yang udah kena virus mesum nya dia "Ngg.. Ya sama aja lah" balas gue cepat, gak pake mikir.
"Sama apa nya coba?" ini kai lagi jebak gue atau gimana sih?
"Udah deh kai, jangan bahas itu lagi" gue berusaha untuk menutup topik absurd ini.
"Kenapa? Masih ada ya.. adengan enak-enak nya yang belum aku sebut? Kamu jadi kesel gak aku sebutin satu persatu?"
"Eh.."
"Next, dikasih morning kiss, di bikin sarapan, bisa pelukan tiap detik tanpa mikir dulu, bisa liat kamu pake bikini"
"What?" teriak gue
"No, gak ada bikini-bikinian" gue menentang keras, gue sendiri jijik ngebayangin nya.
"Yaudah, kalau gitu gak pake apa-apa juga lebih joss" balas nya lebih santuy
"Kaiiii.. Mesum banget siiih" teriak gue lantang
"Normal sayang, laki-laki mah wajar" ujar nya membela kaum buaya darat di dunia.
"Emang dasar buaya darat" timpal gue kesal
"Eh siapa bilang?"
"Terus?"
"Aku ini buaya aquarium sayang, lebih terhormat.. Buaya peliharaan" ujar nya, dan itu cukup menggelitik perut gue.
"Idih, emang ada buaya di aquarium?" gue berusaha menahan tawa gue.
"Ada dong"
"Yang di aquarium itu ikan cup*ng" celetuk gue memberitahu si buaya aquarium ini.
"Gak lah, mana ada cup*ng di aquarium. cup*ng itu ada di leher. sini aku contohin" ujar nya bersiap ingin mempraktekan omongan nya
"Eh.. bukan cup*ng kaisar, IKAN CUP*NG" gue menekan kata 'Ikan' kepada kai, biar sadar tuh otak.
"Oh, ikan ya? Kirain cup*ng"
"Tuh kan, mikir yang jorok lagi" kesal gue.
"Duh.. Gara-gara kamu ngomongin cup*ng jadi pengen deh jorokin orang biar banyak bekas cup*ng" timpal kai
Tanpa mikir panjang gue cubit aja tuh pent*l buaya aquarium ini, kesel juga lama-lama ngomong sama doi. Jorok semua.
"Aww, sakit sayang" kai lirih kesakitan karna gue cubitin tuh pent*l nya. Rasain.
"Rasain, makanya jangan mesum" timpal gue sangat teramat jengkel.
Bukan nya gue munafik ya.. Sebenernya gua seneng di jorokin kai begini. Tapi takut nya kaisar keburu taubat dan takut nya gue yang udah kebiasaan dengan ilmu jorok nya kaisar yang sudah mendarah danging, jadi rindu dijorokin lagi
Bukan nya haus dengan kasih sayang gue mah, dengan omongan jorok kaisar aja gue bisa ketagihan. Vitamin J (jorok).
"Pengen bales tapi gak enak" ujar kai yang sudah mengambil aba-aba pengen cubit punya gue juga.
"Berani bales, aku patahin tuh adek kandung kamu"
Spontan, kai menutup area terlarang yang gue omongin barusan dengan kedua tangan nya " Widih, kejam banget sih kamu.. Gini-gini adek kandung aku bisa bikin perut kamu bisulan sembilan bulan tau"
Gue yang denger omongan kaisar jadi geli sendiri, gue jadi bingung sendiri. Tuh otak kaisar terbuat dari apa sih? Dvd duel antara kakek sugiono sama miyabi kali ya? Ups..
"Aku gak tau lagi mau ngomong apa sama kamu, ntar deh aku kirimin video ceramah ustad maulana sama kamu. Tentang azab lelaki mesum"
__ADS_1
Kaisar tertawa puas denger ucapan gue "Ntar kalau aku taubat, kamu nya kangen loh"
"Idih, kalau kamu taubat.. Aku malah bersyukur lah"
"Bener?"
"Iya"
"Yaudah aku taubat"
"Jangan"
"Tuh kan??"
"Maksud aku, jangan sampai gak jadi yaa"
"Jadi apa?"
"Taubat nya lah"
"Oh.. Kirain"
"Kirain apa?"
"Jadi, bikin perut kamu bisulan"
"KAISAAARRRR"
...
Setelah pertengkaran dan percakapan panjang yang sungguh absurd gue dan kekasih gue, tentu nya Kaisar Satria Shawn ini. Akhir nya gue telah sampai didepan gerbang kostan gue dan rumah kaisar.
"Aku turun dulu ya" gue pamitan ke kaisar.
"Aku masih kangen" kali kai merengek seperti bayi yang butuh asupan asi.
"Besok kan ketemu lagi" gue berusaha tegar, padahal gue juga kangen banget
"Ngak cukup"
"Terus?"
"Ke Apartemen aku aja yaa" Emang dasar, udah di depan gerbang kostan juga masih aja bujukin gue buat balik ke apartemen nya.
"Kai, sekarang udah nyampe loh" gue memperingati kaisar.
"Aku gak perduli"
"Lagian apa kata mami, kalau kita balik gitu aja"
"Kan mami gak liat?"
"Bener juga sih, tapi" plise bantu gue buat cari alasan.
"Tapi apa lagi. Sayang?" kai mengelus pipi gue pelan
"Tuh, mang juned udah perhatiin mobil kita loh. Ntar dikira kita ngapa-ngapain lagi dimobil" gue memperhatikan mang juned yang berada di post satpam nya yang sedari tadi celongo-celongo kearah mobil kai.
"Aku bisa pecat mang juned" ujar nya dengan spontan dan bikin gue kaget.
"Eh jangan, kasian kan mang juned nya" gue gak tega biarin mang juned di pecat begitu aja, nanti siapa yang nafkahin ketiga istri dan keenam anak nya coba?
"Kasian itu sama aku" balas kai cepat
"Kenapa sama kamu?" gue mengernyit bingung
"tiap malem mang juned di kelonin empat istri nya.. Sedangkan aku? Gak ada" ujar kai dengan nada ingin dikasihani
"Eh bentar, bukannya istri mang juned tiga?" gue ralat omongan kai
"Kan minggu kemaren dia izin cuti, mau kawin lagi. Kamu gak tau? "
'Ehh.. Buset banyak bangett bini nya mang juned, laku keras ternyata' batin gue tajub
"Gak tau, pantes akhir-akhir kemaren jarang kelihatan"
"Oh jadi kamu suka nyariin mang juned? Nyariin aku aja gak pernah"
'Tunggu? Dia cemburu? Sama mang juned gitu? Hellow kaisar.. Gini-gini selera gue high class juga kalee.. Elo bukti nya' gue ngebatin
"Apaan sih kai, ngapain juga cemburu sama mang juned"
"Yah, siapa tau selama ini alasan kamu sering cuekkin aku, karna kamu lagi jaga hati mang juned"
"Idihh, jangan ngarang kamu"
"Jadi bener nih?" kaisar memastikan
"Apanya?" alis gue tertaut. Bingung dengan ucapan kaisar saat ini.
"Kamu gak ada perasaan sama mang juned?" dan itu berhasil bikin juga cubit lagi pent*l nya kaisar.
"Aww.. Sakit krys" kai meringis kesakitan
"Rasain, emang enak" kesal gue.
"Gak enak, sini deh cobain" kai bersiap ingin balas dendam dan dengan sigap gue langsung mencegah.
"Ehh, mau ngapain" gue tahan tangan kaisar
"Kata nya pengen cobain"
"Cobain aja tuh, sama mang juned" teriak gue, detik berikut nya gue buru-buru turun dari mobil kaisar. Takut nya dia malah nekat balas dendam ke gue.
...
Buat yang bilang kalau visual kai itu gak cocok rasanya gimana ya?? gini ya.. kalau bukan karna tampang nya kai exo yang cool dan sedikit nakal itu.. aku gak bakalan nulis novel ini.. So novel ini ada karna aku terinspirasi karna wajah nakal dia.. Dan buat kalian yang gak suka dengan visual kaisar itu hak kalian sih.. tapi gak usah hate juga.. kalau gitu nih aku kasih visual KAISAR SATRIA SHAWN versi gak keurus alias brewokan..
Krystal : Ehh.. anu.. bentar mas. itu tangan nya mau ngapain ya??
Kaisar : Mau ngecheck, ini pent*l ku masih trauma gak? gara-gara kamu cubitin barusan.
__ADS_1