Bajingan Kesayangan

Bajingan Kesayangan
PART 29


__ADS_3

-Happy Reading-





"Kamu mau tau mau aku?" tanya nya sembari natap gue.



"Apa?" gue kebingungan dengan mengangkat sebelah alis gue keatas.



"Aku mau kamu buka hati buat aku" ucap nya pelan



Deg. Jantung gue.



"Ta-pi" omongan gue terputus.



"Krys, aku mohon kasih aku kesempatan" kai ngomong nya serius banget.



"Kai, kamu gak lagi mainin aku kan?" akhirnya pertanyaan yang selama ini yang gue pendam ke kai terlontar juga.



Kai mencium kedua tangan gue, menghirup dalam-dalam disana. Gue bisa rasain hawa panas dari nafas kai di tangan gue.



"Aku gak bakal lakuin itu" ucap nya sedikit lantang.



"Kai. Aku takut kalau kamu cuman mainin.." omongan gue terputus saat jari telunjuk kai menempet pada bibir tipis gue.



"Ssstt"



"Krystal. Aku sayang kamu"



Deg



Deg



Demi apapun, ucapan dari kai barusan bikin sekujur tubuh gue merinding seribu kali lipat dari biasanya. Jantung gue geraknya juga lebih cepat dari biasanya.



Gue gak tau dia lagi modusin gue atau gimana, yang jelas efek dari perkataan dia bikin gue jadi uncontrol sendiri.



"Ka-ai" ucap gue gugup



"Plise, kasih aku kesempatan"



Gue masih mematung, benteng kebencian untuk kai sudah sepenuh nya roboh dari diri gue. Pertahanan gue udah musnah.



Gue cuman bisa nunduk, gue gak berani liat mata kai. Gue gak sanggup.



"Krys, plise. Aku janji bakalan jaga kamu seutuh nya"



Gue beraniin diri buat natap kai. Gue liat bola mata nya lekat-lekat. Mencari tahu apa maksud dari kata-katanya.



Apakah cuma kebohongan semata? Tapi sampai detik ini gue gak nemuin itu.



Semua fikiran kotor yang ada di otak gue selama ini. Ternyata tak menemukan titik terangnya saat gue cari tahu dari setiap pandangan kai ke gue.



Semenjak insiden itu, belakangan ini dia menjadi lebih protektif terhadap gue. Dia sabar banget saat gue bentak-bentak.



Dan juga dia gak perduli meski udah berkali-kali gue cuekin. Meski gue gak tau arti dibalik itu semua.



Selagi kai gak nyakitin gue lagi. Gue bakal coba buka hati sedikit demi sedikit untuk dia. Gue gak boleh egois dengan perasaan gue.



Buktinya perasaan gue memang menginginkan pria yang sudah pernah tidur dengan gue. Kaisar Satria Shawn.



Entahlah, saat kai meminta kesempatan ke gue. Hati gue gak bisa nolak. Hati gue bergejolak juga ingin diperjuangkan oleh kai.



Gue gak bisa terus menerus egois dengan perasaan gue. Gue gak bisa buat selalu nyakitin perasaan gue dengan menghindar dari kai.



Mungkin ini saat nya.



"Krys" kai membuyarkan lamunan gue



"A-aku" ucap gue masih gugup



"Kalau kamu masih ragu. Kamu gak harus jawab sekarang" ucap kai seraya bangkit dari posisi nya.



Gue masih terdiam ditempat, gue bingung harus bilang dari mana. Gue tau kalau kai gak bakalan maksa gue lagi.



Dia sepenuhnya hargain semua keputusan gue.Termasuk soal perasaan.



Kai berjalan menuju arah pintu keluar, gak ada sepatah katapun yang terlontar lagi dari mulut nya. Saat kai akan melangkah keluar. Suara gue mengentikan langkah nya.



"Kai aku mau" teriak gue sedikit lantang. Gue yang gak berani natap dia cuman bisa memejamkan mata.

__ADS_1



Gue bisa denger langkah kaki kai berjalanan menuju gue. "Krys kamu serius" seketika tangan gue diraih oleh kai.



Gue cuman bisa mengangguk kaku, gue juga bingung. Yang jelas gue juga lega udah beraniin buat ungkapin isi hati gue yang selama ini selalu mengganjal gak karuan.



Gue baru menyadari bahwa gue juga telah menyukai seorang lelaki yang selama ini gue hindari. Ya, Kaisar Satria Shawn.



"Thanks krys, aku janji bakalan jaga kamu" ujar nya seraya mencium tangan gue lembut.



"Aku harap, kamu gak kecewain dan nyakitin aku lagi" gue beraniin buat buka suara.



"Yes, promise" kai mencium tangan gue lagi.



"Krys" kai bersuara.



"Ya?" gue mengernyit bingung



"Aku boleh peluk?" ucap nya pelan.



Mendengar ucapan itu sontak gue jadi tertawa tertahan. Bagaimana mungkin seorang Kaisar Satria Shawn yang badboy ini harus minta izin dulu buat peluk gue.



Gue salut, dia bisa kontrol nafsu nya sekarang. Semoga dia bisa hijrah sepenuh nya dari 'BADBOY' menjadi 'GOODBOY'



"Jangan ketawain dong"



"Iya iya" ucap gue seraya tersenyum.



Langsung aja kai memeluk tubuh gue dengan erat. Walau pun gue belum bisa bales pelukan nya. Tapi gue bakalan coba perlahan buat terima kaisar.



"Thank krys"



.



Hari ini hari kedatangan rombongan yang ikut liburan ke bali bareng mami, janji nya seminggu eh akhirnya dua minggu.



Tapi gue bersyukur sih gak ikut ke bali, gak tau deh kenapa. Gue juga pusing mikirin nya.



Tadi sully udah telfon gue, katanya dia udah di bandara mau menuju kekostan. Dia bawa oleh-oleh katanya buat gue.



Udah satu jam lebih gue nungguin mereka di kostan sampe pegel nih kaki, karna mondar mandir dibalkon depan kamar.




Setelah tiga puluh menit berlalu gue denger suara gerbang yang baru aja dibuka, gue buru-buru lari sembari ngintip di hordeng kamar gue.



Bener, dua buah mobil alphard baru aja masuk menuju gerbang. Gue buru-buru buka pintu kamar. Kangen juga sama manusia-manusia aneh itu. Apalagi mami, kangen banget.



"Woy tal" teriak sully lantang saat baru aja turun dari mobil mami. Dia melambaikan tangan nya ke gue.



"Suulll.." gue bales gue teriakan sully, norak sih. Kayak udah gak ketemu bertahun-tahun aja.



Sully mencibir gak suka saat gue teriakin nama nya 'sul' doang. Doi paling kesel kalau gue manggil nama nya kayak gitu. Salah sendiri kenapa dia manggil gue 'Tal'.



Sully langsung berlari kearah gue, diikuti kak victoria dan anak-anak lainnya.



"Kangen gue pasti" Teriak sully kepedean.



"Ya enggak lah, mana oleh-oleh buat gue" gue berusaha mencari sesuatu di koper sully.



"Yaampun tal, lo nanya dulu kek gue sehat apa enggak" sully kesel banget ke gue, baru aja ketemu gue malah nyari oleh-oleh.



"Lo seger gini, gak mungkin sakit lah" jawab gue seraya melanjutkan aktifitas gue cari oleh-oleh di koper sully.



"Gue sakit tal" tiba-tiba suara sully sedikit bergetar. Gue langsung aja berdiri dihadapan sully, cari tau dia kenapa.



"Sul, lo sakit apa?" gue panik juga saat liat sully jadi aneh tiba-tiba. Kayak nya keseringan main pantai maka nya kesambet nih anak.



"Ini" Sully menunjuk dada nya.



Gue menggernyit bingung, kurang paham dengan maksud nih anak"dada lo sakit?" selidik gue.



"Bukan" balas nya cepat



"Terus?"



"Hati gue tal, hati gue" sully memukul pelan dada nya.



"Kenapa hati lo?" gue jadi makin bingung sama nih bocah.



"Mas kai kecewain gue" teriak nya lantang, kuping gue sampai budek jadinya.

__ADS_1



"Hah?" gue kaget bukan main saat sully ngomong Kai kecewain dia.



"Tiba-tiba mas kai batalin liburan kebali hiks" ucap nya panjang lebar dan sedikit terisak.



Gue tersenyum kecut, Yaiyalah. Secara Kaisar Satria Shawn tinggal dirumah bareng gue. Maafin gue ya sul.



"Oh gitu ya? Kasian banget" gue peluk sully prihatin.



"Mas kai pulang kerumah gak" sully lepasin pelukan nya ke gue.



"Engh- gak tau" gue gugup banget, saat sully nanya ke gue. Padahal gue tau banget dimana keadaan kai selama mereka liburan ke bali.



"Jangan bilang mas kai tidur sama pelac*r murahan, kan mas kai gak bisa tidur sendiri huaa" teriak sully.



"Uhuk-uhuk" gue batuk tiba-tiba. Sialan! Masa gue dibilang pelac*r murahan? Secara belakangan ini gue yang nemanin kaisar tidur. Setan nih sih sully.



"Lo kenapa tal?" sully mengusap punggung gue.



"Ah ini keselek" jawab gue ngasal.



"Keselek jakun lo" tiba-tiba kak victoria nyamperin gue.



"Gila lo kak, lo kira gue Lucinta lunah" teriak gue.



"Yaudah yuk masuk, capek gue" kak victoria mengintrupsi gue buat masuk ke dalam kamar. Dan ternyata kamar gue.



Baru aja mereka buka kamar gue.



"Astaga kamar lo berantakan banget krystal" teriak kak victoria.



"Buset" sully ikutan teriak.



"Kenapa sih?" gue heran kayak pertama kali aja liat kamar gue berantakan.



"Yang tidur disini manusia?" pekik kak victoria



'harus ya gue bilang gue dan kai yang tidur?' batin gue kesel.



"Anjir, biasa aja kali" gue buru-buru rebut koper mereka, mencari oleh-oleh buat gue.



"Ngapain lo?" selidik kak victoria ke gue.



"Cari oleh-oleh buat gue lah" ucap gue cuek seraya mengacak-ngacak isi koper kak victoria.



"Gak ada tal, gue cuma beli oleh-oleh buat mas kai"



"Anjir, lo gak inget gue kak?" sumpah. Gue kesel banget saat kak victoria cuman beliin oleh-oleh buat kai.



"Sory tal, otak gue selama di bali isi nya mas kai semua" sahut nya cuek sembari mainin kuku nya.



"Dasar"



"Ini apa?" gur buka paper bag yang baru aja gue temuin dalam koper kak victoria.



"itu boxer buat mas kai" kak victoria ngomong sambil tertawa kecil. Geli gue.



"Gila? Lo beliin kai boxer gambar beruang gini?" gue angkat satu persatu boxer yang ada dalam paper bag.



"Hihi iya. Lucu tau kalau mas kai pake boxer itu" ucap nya malu-malu.



"Lagian kapan ya gue bakalan liat mas kai pake boxer doang?" timpal sully.



'Gue pernah, lebih malah' batin gue. Anjirr mesum banget otak gue sekarang.




...




Hii guys, maaf ya ini update terakhir aku sebelum aku hiatus..


Aku hiatus dalam waktu yang tidak ditentukan..


Bisa lebih cepat atau lebih lama..


Ada problem pribadi yang harus aku selesaikan..


Mohon maklumi ya guyss..


Tapi aku janji bakalan 'tamatin' novel ini..


Tunggu teruss yaa..


Kalau like nya seribu siapa tau aku jadi mood nulis hehe.. Becanda guys..



Sedih gak?

__ADS_1


__ADS_2