Bajingan Kesayangan

Bajingan Kesayangan
PART 20


__ADS_3

*Happy reading*




Krys, selamat ya lo jadi Sekretaris BEM yang baru" ucap mantan presiden BEM gue, bang onew.



"Makasih bang" gue tersenyum lemes. Gak tau kenapa gue jadi gak semangat gini. Padahal gue baru aja dilantik sebagai Sekretaris BEM.



"Semangat dong. Kenapa loyo gitu lo" Sambar amber yang kebingungan dengan sikap gue.



"Iya. ini gue semangat mel" ketus gue ke amber.



Baru aja amber mau hajar gue karna nyebutin nama asli nya. tiba-tiba daniel nimbrung antara gue dan amel eh amber maksud nya.



"Selamat krys" Sambar daniel dengan malu-malu



"Lo juga selamat ya, jadi presiden BEM yang baru" balas gue ke daniel yang juga baru dilantik menjadi presiden BEM yang baru.



"Aku seneng banget krys"



"Seneng kenapa?"Gue mengernyit bingung.



"Kita jadi makin deket" ucap daniel seraya mengacak rambut gue.



"Hah.. I-iya"



Ponsel gue bergetar. Gue mengernyit bingung saat mengingat nomor ini. Kai?



-Krys, kamu dimana?



Ngapain bajingan itu cariin gue? Dasar sinting.


Buru-buru gue matiin ponsel gue. Gue terlalu jijik jika mengingat nama Kaisar.



"Krys, kenapa?" tiba-tiba daniel menyentak pundak gue.



"E-nggak kok" gue gugup.



"Krys. Ada yang mau aku omongin ke kamu" daniel meraih tangan gue seraya berlutut di hadapan gue.



"Da-daniel, kamu ngapain?" Gue bingung banget saat ini. Gue berusaha menarik tangan daniel agar segera merubah posisi nya.



Semua mata sedang tertuju pada kami. Gue gugup banget sekarang. Daniel tiba-tiba berlutut di hadapan gue dan disaksikan semua orang.



Terlihat semua orang juga bingung dan takjub dengan sikap gentle daniel. Namun enggak dengan gue.



Entah kenapa gue sedikit risih dengan sikap daniel. Seperti nya gue gak akan bisa beri hati gue ke daniel. Ruang di hati gue bukan daniel pemilik nya.



Tapi siapa?

__ADS_1



Entah lah, gue juga gak tau siapa pemilik nya. Ini aneh. Demi Apapun. Ini aneh.



"Krystal" daniel kembali bersuara.



Gue liat daniel mengeluarkan sebuah kotak kecil dari kantong nya. Dan membuka nya di hadapan gue.



Ternyata cincin.



Gue semakin gugup. Bukan karna saat ini daniel menyatakan cinta nya ke gue. Tapi gue gugup karna gak tau mau jawab apa.



Hati gue mendua.



Gue akuin selama ini gue memang kagum pada daniel. Tapi ternyata cuma sebatas kagum. Gak lebih.



Daniel terlalu sempurna. Gak cocok sama gue yang gak punya masa depan. Gue gak mau kecewain daniel.



"Krys, kamu mau gak jadi pacar aku" ucap daniel dengan mantap dan menatap tanpa ragu kearah gue.



"Terima.. Terima.. Terima" terdengar teriakan dari orang-orang disekitar gue dan daniel. Dan juga banyak yang mengabadikan momen ini.



'Krystal. Daniel terbaik. Dengan berpacaran dengan daniel lo bisa terhindar dari kai' batin gue



Deg




"Krys, kamu mau kan? " kali ini daniel berdiri di depan gue dengan mencium kedua tangan gue.



"Aku" ucan gue terputus.



"SAYANG" sebuah suara bariton tiba-tiba datang dan menghapiri gue.



Gue terkisap saat mengetahui orang yang saat ini datang dan menarik tangan gue dari tangan daniel.



"K-kai" ucap gue gugup seraya menutup mulut gue dengan tangan.



Tak ada balasan dari kai. Kai menarik tangan gue dan berlalu di depan daniel yang saat ini sedang shock.



Sekilas gue liat daniel. Daniel sangat shock saat ini. Jelas, karna ulah kai yang tiba-tiba datang dan menghancurkan rencana nya.



Dan.



Daniel juga shock saat mengetahui kalau saat ini bapak kost gue manggil sayang ke gue.



.



Diperjalanan gue cuman diam. Disatu sisi gue pengen marah sama dia. Dan disatu sisi gue juga ingin berterima kasih sama dia.

__ADS_1



Berterima kasih karna udah bawa gue kabur dari daniel. Bukan apa-apa, gue gak mau kecewain daniel nanti. Gue gak mau kalau daniel benci sama gue. Dia terlalu baik.



"Kenapa gak pulang?" suara bariton itu memecah keheningan antara kita berdua.



"Bukan urusan lo" jawab gue ketus. Gue belum siap ketemu dia lagi semenjak kejadian memalukan itu.



"Krys. Kamu jangan bikin aku khawatir" Ucap nya lembut dan manis. Ya, dia manis banget saat ini.



"Lo bukan siapa-siapa gue" Gerutu gue lagi.



"Sekarang kamu milik aku"



Deg



'Krystal. Lo jangan gila! Dia cuman mau alusin lo biar lo jatuh cinta ke dia terus di buang begitu aja' batin gue menjelaskan.



"Gak. Gak. Gue gak mau" teriak gue menggema dalam mobil kai



Tiba-tiba mobil kai berhenti di sisi jalan. Kai natap gue nanar. Dapat gue liat mata nya merah dan ada garis hitam di bawah mata nya.



Dia kenapa? Seperti kurang tidur.



"Krys, kamu jangan pergi lagi" Suara nya sedikit bergetar. Gue gak bisa bedain kalau dia serius atau cuman akting ke gue.



Gue natap dia lekat-lekat. Mencari tahu permainan apa yang akan dia lakukan lagi ke gue.



Tapi gue gak nemuin apapun selain sebuah tatapan tulus ke gue.



'Permainan nya semulus ini?' batin gue takjub



"Kai. Gue mohon jauhin gue" seketika kata-kata itu meluncur dari mulut gue.



Gue lihat ekspresi kai sedikit kaget, kali ini giliran kai yang natap mata gue lekat-lekat. Mencari tahu jalan fikiran gue.



"Aku nggak bisa" ucap nya pelan namun tegas.



"HARUS BISA KAISAR" teriak gue. Guek terlalu emosional saat ini.



Namun teriakan gue seperti tak ada arti bagi seorang Kaisar Satria Shawn, kai memeluk gue erat dengan menenggelamkan kepala nya pada tengkuk gue.



Gue memang butuh bahu seseorang saat ini, gue butuh tempat bersandar saat ini. Bahu kai yang lebar memang terasa sangat nyaman untuk sekedar bersandar dan melepas keluh kesah gue saat ini.



Gak tau kenapa, gue juga menenggelamkan kepala gue pada bahu lebar kai dan menumpahkan segenap air mata gue disana.



Saat ini pelaku nya sedang menenangkan gue. 'Dasar bodoh krystal'


__ADS_1



NOTE PENTING DARI AUTHOR! USAHAKAN SETELAH MEMBACA TINGGALKAN JEJAK VOTE DAN KOMEN GUYS 💜💜💜


__ADS_2