
WARNING!
-Sedikit pesan dari author. jangan salahkan jika prilaku kaisar Satria Shawn yang BADBOY. karna dari awal judul nya saja sudah bajingan kesayangan ya guys.. kalau prilaku Kaisar baik dan alim. Judul nya biar author ganti jadi 'pak ustad kesayangan'-
**Happy Reading**
Gue sedikit bingung saat mengetahui mobil kai terparkir di basement sebuah apartemen mewah.
"Lo ngapain bawa gue ke sini?" ucap gue was-was.
"Dirumah sepi. Disini aja" ucap nya santai
Apa bedanya dirumah dengan disini? Dirumah masih ada pembantu dan satpam yang jagain rumah.
"Gue gak mau. Gue mau balik kekostan" tolak gue.
"Bik sumi dan mang juned pamit pulang kampung"
Gue mengernyit bingung, jangan-jangan kai sengaja kasih izin mbak sumi sama mang juned pulang kampung.
"Biarin. Gue pengen balik kekostan aja" tolak gue lagi.
Kaisar tetap lah Kaisar. Dia gak bakal nyerah sebelum apa yang dia ingin kan terkabul. Termasuk permintaan gue yang bertolak belakang dengan kemauan dia.
"Krystal, kamu gak boleh sendirian. bahaya"
"Biarin. lebih bahaya kalau ada lo" ketus gue.
"Aku gak gigit kok" sambar nya sembari mengedipkan sebelah matanya dan diiringi dengan senyumanan maut nya.
"Dasar sinting" teriak gue.
Namun Kaisar gak gubris teriakkan gue "Kamu mau tidur di mobil?" ucap kai sembari turun dari mobil.
"Gak apa-apa. Dari pada tidur di apartemen lo" ketus gue.
"Yaudah, aku gak tanggung jawab kalau ada apa-apa. Katanya di basement ini angker banget" bisik kai pelan sambil liatin sekeliling.
__ADS_1
Gue bergidik ngeri pas denger cerita nya, karna emang basement nya gelap. Dan dengan terpaksa gue turun dari mobil kai dengan raut wajah kesal sekaligus takut.
"Sini aku pegang" Kai narik tangan gue dan meraih pundak gue. Buru-buru gue singkirin tangan nya dari pundak gue.
"Gak pake pegang-pegang juga" sambar gue sembari menjauh dari kai
"Kan udah sering aku pegang" ucap nya santai.
Langsung aja gue natap dia sinis, gak suka sama ucapan mesum dia. "Sory, sory becanda" timpal nya dengan wajah memelas.
Dan kami pun berjalan menuju apartemen Kai yang berada di lantai 12, sesampai nya diapartemen. Gue langsung disugukan pemandangan mewah dari apartement kai.
Gila!
"Belakangan ini aku sering tidur disini" tiba-tiba kai bersuara.
'Jadi belakangan ini dia bawa pelacur nya kesini?' batin gue.
"Sama siapa?" tiba-tiba pertanyaan aneh ini terlontar dari mulut gue. Aduh.
Kai menautkan kedua alis nya, bingung dengan pertanyaan gue barusan. Kai natap gue lekat-lekat mencari tahu isi fikiran gue.
Seperti nya kai tau apa yang gue fikirkan, dia tersenyum kecil. "Kadang berdua, kadang sendiri" Jawab nya enteng.
Gue mencerna perkataan dari dia. Sialan! Seharus nya gue gak perlu nanya ini. Karna gue bakalan tau jawaban nya.
"Oh" balas gue singkat.
"Kamu gak tanya aku tidur sama siapa?" ucap kai sedikit menggoda.
"Gak usah"
"Nanti penasaran loh" goda nya lagi.
"Apaan sih. Gak lah" gue risih banget di tanyain kayak gini.
"Yaudah awas kalau penasaran" ucap nya singkat sembari berlalu ninggalin gue yang lagi melongo di ruang tengah.
.
__ADS_1
Udah tiga puluh menit gue dianggurin Kaisar Satria Shawn diruang tengah. Disini gue cuman melongo sendirian. Gak tau mau ngapain. Karna tempat ini masih asing buat gue.
Tiba-tiba gue liat kai baru keluar dari sebuah ruangan yang seperti nya itu kamar.
Terlihat kai baru selesai mandi karna cuman pake handuk dan rambut yang basah habis keramas. Gue melongo saat liat pemandangan ini.
"Seksi ya?" Kai yang sadar karna gue perhatiin, mulai buka suara.
Buru-buru gue palingin wajah gue kesembarang arah. Gue mati kutu saat ketahuan perhatiin badan sixpack dia.
"Apaan sih. Enggak" balas gue cepet.
"Masa sih? Padahal yang lain bilang seksi loh" lagi-lagi dia goda gue.
"Siapa?" tiba-tiba gue penasaran
"Ciee"
"Penasaran juga kan?" goda nya dengan sedikit tertawa kecil ke gue. Kesel gue.
"Apaan sih! Buruan pakek baju" gue usir dia dari hadapan gue. Gak sanggup gue liat dia kayak gitu.
"Gak tahan ya?" dia nanya sembari jalan ke mendekat kearah gue. Buru-buru gue lari dari hadapan dia.
"Dasar mesum" teriak gue.
Kai tertawa puas liat tingkah kekanakan gue.
"Buruan mandi" ucap nya disela tawa menjengkel kan nya.
"Iya. Awas kalo lo macem-macem" teriak gue lagi yang segera masuk kedalam ruangan yang kai pake barusan.
Gue langsung kunciin pintu dari dalam. Takut kalau dia tiba-tiba masuk dan macem-macem.
"Tenang, ada kunci cadangan kok" teriak nya dari luar.
"KAISARR" teriak gue yang udah kesel digodain dia terus. Terdengar tawa nya yang menggema dari luar.
.
LIKE DAN KOMEN ITU PERLU GUYS..
__ADS_1