
Author dateng lagi readers yang semakin sedikit hehe.. komentarnya dikit banget, jadi makin lesu buat nulis niih hehe..
Dah lah, ntar dikira capers..
padahal cuman mau tau respone readers..
-----Happy Reading-----
""Kenapa liatin aku kayak gitu?" tanya gue ke kai yang dari tadi perhatiin gue lekat-lekat.
"Kalau aku liat cewek lain, takut nya kamu malah cemburu" timpal nya.
Tuh kan, malah jadi senjata kai buat selalu godain gue. Mendengar ucapan dari mulai kai gue malah jadi aneh sendiri dan sedikit merasa geli.
"Jangan GR kamu" balas gue sembari memukul pelan lengan kaisar.
"Kenyataan kan?"
"Gak lah"
"Barusan kamu cemburu"
"Cemburu sama siapa?"
"Sama sully"
"Jangan ngarang"
"Yaudah kalau gitu nanti aku liat cewek lain deh"
"KAISAAARRRR"
..
Setelah gue berhasil menjalankan amanat dari sully, gue buru-buru balik ke rumah sakit lagi, kasian si sully kelamaan nungguin gue.
Kebetulan dikostan sepi, anak-anak kayak nya udah pada tidur. Yaiyalah, sekarang udah jam satu malam. Dan gue masih berkeliaran kayak cabe-cabean.
Gue bersusah payah bawa barang-barang permintaan sully "Kamu mau pindahan?" ucap kai yang kaget saat gue bawa barang sully yang segaban.
"Ini semua pesanan sesuai yang sully minta" timpal gue.
"Biar sini aku yang bawa" Kaisar buru-buru merebut setumpuk barang-barang request dari sullyana maretta sahabat konyol gue.
"Dari tadi kek" timpal gue yang meledek kai
Kai hanya terkekeh pelan dengan ucapan gue. Alih-alih pasrah dengan semua omongan gue. Kai melanjutkan aktivitas nya mengangkat barang-barang sully.
Gue salut banget dengan sikap kai yang sekarang "Baik banget sih" kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulut gue.
Kai yang baru saja selesai menyelesaikan aktivitas nya berbalik menghadap gue "Belum apa-apa" ucap nya sembari mengedipkan sebelah mata nya.
Tak ingin berlama-lama seperti ini gue langsung buru-buru masuk kedalam mobil kai, gue malu banget setelah puji kai barusan. Jujur gue belum terbiasa. Namun percayalah saat ini gue mulai membiasakan.
Detik berikut nya kai menyusul masuk kedalam mobil. Tak ada sepatah kata lagi yang terlontar dari kita berdua. Hanya tawa kecil yang gue dengar dari kai.
"Kenapa ketawa?"
"Gak boleh?"
Gue yang males berdebat cuman iyain omongan dia sembari memutar kedua bola mata gue. "Jangan gitu" ucap kai dengan nada sedikit menekan.
"Kenapa? Gak boleh?" gue bayar lunas kata-kata yang kai omongin barusan.
"Boleh" balas nya cepat.
__ADS_1
Gue mengernyitkan dahi, gue bingung dengan pria misterius ini "Terus tadi kenapa?"
"kalau gitu lagi, siap-siap aku cium" balas nya sembari menyeringai natap gue.
"Jangan becanda, gak lucu" Timpal gue sembari buang muka dari kai dan menghadap lurus kedepan, gue gugup banget denger omongan dia.
"Aku gak becanda" ucap nya dengan penuh penekanan. Gue hanya diam dan gak gubris dulu ucapan dari kai. Bagaimana mungkin gue jadi salting saat dijorokin dia?
Diperjalanan kita cuman diam, hanya suara dari musik yang di putar kaisar di mobil nya yang saat ini menggema di telinga gue. Gue maupun kaisar gak ada lagi yang memulai obrolan duluan.
Sampai akhirnya gue sadar kalau saat ini mobil kaisar bukan lagi menuju rumah sakit kartini yang ingin kita kunjungi.
Gue coba buat menerka-nerka lagi, namun gue malah bingung sendiri buat cari tahu kai mau bawa gue kemana sekarang.
Krystal, no gengsi gengsi!
"Kita kemana?" gue buka suara duluan, gue gak bisa nebak cowok misterius ini mau bawa gue kemana.
"Ke apartemen" balas nya singkat
"Loh? Ngapain? Bukan nya kita harus ke rumah sakit dulu?" gue yang mulai gelagapan malah panik sendiri saat kai bilang mau ke apartemen.
"Mandilah, aku gerah" dia ngomong sembari membuka kancing baju nya.
Buset?
"Eh.. Terus ngapain buka baju disini?" gue mulai menutup kedua mata gue menggunakan telapak tangan.
"Kenapa? Seksi ya?" goda nya dengan nada yang erotis. Emang dasar otak mesum si kaisar.
"B-biasa a-ja" gue gugup banget jawab nya. Gue bohong total kalau soal ini. Lee min ho aja kalah sama ke seksian kaisar saat ini.
"Kalau biasa kenapa gak berani liat?" kai tarik tangan gue yang lagi pura-pura menutup mata.
"Otak mesummm" teriak gue. Lagi-lagi kaisar tertawa puas mendengar teriakan kesal dari gue. Gue yakin kalau nanti dia punya anak bakalan nangis terus di jahilin dia.
Sesampai nya di apartemen kai, kaisar buru-buru turun dari mobil tanpa godain gue terlebih dahulu. Segerah itukah dia?
"Tungguin" teriak gue saat kai jalan lebih cepat di depan gue.
"Mau aku gendong?" kai berbalik menghadap gue sembari melebarkan kedua tangan nya kearah gue.
"Jangan malu-maluin" cerutu gue yang langsung saja menghindar dari tangkapan kaisar. Emang dasar cewek malu-malu kucing. Padahal dalam hati mah pengen lebih. Eh.
Di lift gue dan kaisar hanya saling lirik-lirikan, kayak anak abg baru pacaran gue mah. Geli banget sebenernya, namun apalah daya. Gue gak sanggup kalau memulai obrolan dengan kaisar. Gue yakin pasti berakhir dengan omongan mesum dia.
Saat memasuki apartemen kai gue kembali mengingat dimana beberapa hari sebelum nya gue pernah menginap disini. Mata gue kembali mengabsen setiap sudut dari apertemen mewah kaisar.
Masih bentuk yang sama dan aroma maskulin yang sama. Tak ada perubahan sedikit pun di sini.
Seperti biasa kai buru-buru mandi tanpa bilang ke gue terlebih dahulu. Kai mengambil langkah lebih cepat menuju kamar mandi nya. Dia mandi kenapa gak bilang sama gue dulu sih?
Yaiyalah ini kan apartemen dia krystal!
Sekitar dua puluh lima menit kurang lebih kaisar satria shawn mandi dan saat ini dia belum menampakkan tanda-tanda kalau dia selesai mandi.
'Dia tidur di toilet? Atau malah co-- Ah.. Plis control otak lo krystal' batin gue
Alih-alih penasaran dengan kaisar gue memilih untuk rebahan di sofa empuk milik kaisar. Capek banget seharian ini.
Hari ini gue benar-benar di uji. Mulai dari daniel yang mau bunuh gue (mungkin) sampai denger kabar kecelakaan boby.
"Kamu gak mau mandi dulu?" tiba-tiba suara kaisar kembali terdengar. Gue buru-buru perbaikin posisi gue yang lagi rebahan menjadi duduk kembali.
"Eh, lama banget sih kamu mandi nya" kesal gue. Demi kolor gussi nya boby kaisar mandi kayak anak perawan. Lama banget.
__ADS_1
"Nungguin ya? Masa udah kangen" ucap nya penuh dengan seringai di wajah nya.
"Aku mau mandi juga tau" gue berdiri dari posisi gue dan jalan melangkah ke kamar mandi milik kaisar yang berada dalam dikamar nya.
"Kenapa harus nungguin aku? Disana kan juga ada toilet" timpal nya sembari menunjuk toilet yang berada di ujung sana.
Gue lirik kesana 'Eh iya tolol '
Gue malah malu sendiri denger nya, sumpah demi apapun gue gak tau kalau juga ada toilet lain disini. Maafin ital ya tuhan.
"Eh, i-ya aku nggak tau" gue yang gugup langsung saja berlari menuju kamar mandi.
Kai hanya menggeleng menyaksikan tingkah aneh bin ajaib dari gue. Kai kemudian melanjutkan aktivitas nya sementara itu gue bergegas mandi agar lebih fresh.
Setelah gue selesai mandi, kebingungan gue selanjut nya adalah gue gak bawa pakaian ganti disini. Apa gue harus pake baju nya kai lagi ya?
Oke, gue coba buat buka lemari gede yang ada dikamar Kaisar Satria Shawn. Gila! Saat gue berhasil buka lemari Kaisar. Mata gue dimanjakan dengan pakaian mewah sultan ini.
Pakaian yang masih baru bahkan merk nya saja belum dicopot oleh kaisar. Ingin rasa nya gue curi beberapa pakaian dia dan gue jual kembali kemudian uang nya gue gunakan untuk melangsungkan hidup beberapa tahun kedepan.
Dasar misqin!
Satu pakaian dari kaisar bisa menghidupi gue selama 5 tahun kedepan. Dia yang terlalu kaya, apa gue yang terlalu misqin ya?
Gue bingung cari pakaian kaisar yang harga nya paling murah. Tapi sampai detik ini gue gak nemu pakaian kaisar yang murah dan layak gue pake.
Gue gak enak kalau pake yang mahal ntar kalau rusak gue gak bisa ganti. Kalau gue jual ginjal cukup gak ya?
Gak mungkin kan, gue juga jual rumah gue yang dibandung cuman buat ganti kemeja seorang Kaisar?
Gue gak punya pilihan lain saat ini, gue terpaksa harus pake salah satu koleksi kemeja mahal dari seorang Kaisar Satria Shawn.
Gue cuman minjem kemeja dia doang, kalau celana, gue pake celana yang gue kenakan tadi. Celana kaisar gak bisa gue pinjem. Kaki nya panjang banget, sementara kaki gue? Sudah lah..
Detik berikut nya gue keluar dari kamar kaisar satria shawn dengan malu-malu. Gue gak enak pake baju dia tanpa izin.
"Aku pinjem" gue ngomong sambil nunduk.
"Kenapa pake celana?" ujar nya dan bikin gue menjadi gelagapan gak jelas.
"Hah? Jadi kamu mau aku gak pake celana?" Gue natap dia tajam kali ini, gak bisa di biarin nih otak mesum dari kaisar.
"Waktu itu kamu gak pake celana" balas nya natap gue balik.
"Karna kemarin kemeja kamu kegedean, kalau yang ini. enggak" timpal gue.
"Yah.. Gak seksi dong" lesu nya, sembari kembali menatap layar ponsel yang dari tadi ia mainkan. Emang dasar mesum nih anak.
Oke, gue punya ide bagus kali ini!
"Jadi kamu mau aku seksi?" Gue ngomong dengan sedikit menggoda ke dia.
Kai yang merasa aneh mendongak menghadap gue, kaisar mengangkat satu alis nya keatas "K-krys?" ucap nya ragu-ragu
"Pengen aku buka celana?" gue jalan kearah dia sembari sedikit mengangkat dari sudut baju gue keatas.
"B-bukan gitu, m-maksud aku cu-cuman" ucap nya terputus saat tangan kanan gue membungkam mulut seksi Kaisar Satria Shawn.
"Cuman apa sih sayang? Mana nih Kaisar yang mesum?" bisik gue pelan tepat ditelinga Kaisar Satria Shawn
"K-krys k-amu jangan aneh-aneh deh" kai ngomong terbata-bata sembari lirik-lirik gue.
I
__ADS_1
Mas Kaisar Satria Shawn dan Dedek Krystalira amanda yang lagi kasmaran gaess..
MANA NIHH, SUARA KOMENTAR DAN VOTE DARI PARA BUCINERS KAISAR DAN KRYSTAL????? SEPIIII BANGETTT NIHH..