Bajingan Kesayangan

Bajingan Kesayangan
PART 48


__ADS_3

"Eh tal"


"Hmm"


"Lo kesini bertiga doang?"


"Lah iya, lo gak liat?"


"Mas kai mana?"


DEG!!


'ncnejfwkfoeocmaejcnejxjgpzmcbcd' batin gue


"Kok nanya mas kai ke krystal?" potong kak vict yang kaget bukan main"


"Lah, kalian gak tau?" ujar sully antusias


"Apaan woi?"


"Mas kai sama krystal kan.. "


"Apa??" teriak kak vict penasaran


"Musuhan, iya musuhan" Potong gue sembari beri kode ke sully agar dia diem dan gak ngomong lagi.


"Kalau soal itu mah, gue udah tau kaleee" ucap lak vict lega


Sully melirik gue sekilas, gue pasang tampang ingin bunuh dia kalau dia berani-berani bocorin hubungan gue dan kaisar. Seperti nya kali ini dia ngerti dengan kode gue.


"Iya musuhan, berantem mulu" ejeknya


"Dikasur" ujar sully sedikit pelan, gue melotot dan memperhatikan joy dan kak vict takut mereka denger. Syukurlah sepertinya mereka nggak denger omongan absurd nih cewek laknat.


Sully tersenyum kecil, memperlihatkan gigi rata nya kearah gue, ngeselin memang nih anak.


"Sull, lo gak kuliah?" kak vict tiba-tiba nimbrung


"Gak kak, gimana mau kuliah. Nih cebong masih disini" kesal sully


"Tuh bob, sangar-sangar gini si sully sebenernya sayang banget sama lo" timpal kak vict


"Tully kan anak nya emang malaz kak" ujar boby bersusah payah.


"Lah, si anj*ng.. Gau tau terimakasih lo ya" geram sully yang udah pasang kuda-kuda buat tonjok mulut si boby. Gue yang sadar langsung pegangin sully.


"Eh mau ngapain lo" gue berusaha pegangin sully yang di bantuin oleh joy dan kak vict


"Mau gue hajar tuh mulut, lemes banget dari kemaren" teriak sully menggebu-gebu.


"Aku kan jujul tul" ujar boby pelan dan dengan sedikit takut.


"Jujul jujul, makan tuh jujul" kesal sully sembari melempar setumpuk tissue kearah boby.


"Jujul lah padaku .. bila kau tak lagi cinta.." tiba-tiba ka vict nyeletuk sambil nyanyi gak jelas


"Anj*ing lo kak, ngeledek gue? " balas sully terlihat kesal


"Emosian banget sih lu tul"


"Eh sul" ucap kak vict


"Lo lagi kak.. ikut-ikutan juga?" teriak sully garang


"Salah *****, elaah galak banget si"


"Au ah, kesel gue" timpal sully sambil lempar botol minuman bekas ke gue.


"Woi apaan nih, kok bau?" gue yang jijik secara spontan melempar botol bekas tersebut.


"Iyalah, bekas botol kencing si boby.. Ga bisa gerak ketoilet dia" sahut sully cuek


"Kenapa gak pake selang-selang gitu? Gak ngerti deh gue, pokok nya biar bisa si boby kencing disana" ujar gue mencoba menjelaskan maksud yang gue sendiri juga gak ngerti


"Selangkang*an maksud lo?" antusia sully. Kebiasaan si sully kalau udah denger yang aneh-aneh otak kotor nya jadi lancar.


"Gilaaa.. Otak lo tuh di selangkang*an" Kesal gue, dn di bantu kak vict buat noyor kepala si sully. Good job.


"Salah gue dimana sih? Kan emang bener si boby sering pipis di selangkang*an gue?" tutur nya begutu polos bak kertas putih yang belum tercoret.


"Dihh anak set*nn.. Kebanyakan di gaulin begini nih" geram kak vict.


"Teroos.. Teross aja salahin gue, ada lagi yang mau nyalahin gue? Ayook bilang? Lo juga mau bob?" kali ini kemarahan sully kembali tertuju pada boby


"Nggak tul, ampun ampun" boby yang tak bisa berkutik hanya bisa memohon ampun pada sully, kasihan.

__ADS_1


"Jangan keenakan lo tidur disini bob, sekarang lo mikir gimana cara bayar rumah sakit lo" kekesalan bercampur curhat mulai terlontar dari mulut sully


"Kamu bisa jual aset aku tul" ujar boby pelan


"Aset? Yang manaa? Kolor gussi dan Chomel KW lo?"


"Atau Karpet hello kitty yang udah usang di kostan elo?"


"Terus motor buntut elo kalau mau parkir harus nyeder ke pohon dulu karna standart nya patah?"


"Oh atau, jaket yang samaan kaya dilan yang dapet hadiah dari pasar malem?"


"Yang manaaa woy?" geram sully panjang lebar. Buset si sully lagi ngerap yak?


"hm, anu tul jam tangan aku aja" balas boby dengan gugup


"Jam tangan juga kado dari gue kampr*t" balas nya semakin kesal


"Kalaupun gue jual habis barang lo di tukang loak, palingan cuman dapat seratus ribu boboboy" timpal nya semakin geram dan sedikit gemas.


"Hehe adudu" balas boby cengir-cengir. Ngak nyadar gigi nya yang ompong, gue yang denger jadi geli-geli jijik.


"Tawa lagi lo" ancam sully


"Maafin aku ya tul, aku masih motol beat buat kamu yang scoopy" detik berikut nya terlontar perumpamaan dari boby yang bikin tawa gue jadi pecah


Duh, lagi sakit masih bisa ngelawak juga ternyata si boby. Gak liat siatuasi nih, kan cewek nya lagi berubah jadi srigala.


"Sama aja sueb" sosor kan vict


"Lo yaa bob, makin kesel gue"


"Udah ih, marah-marah terus lo" kesal joy yang dari tadi hanya bengong


"Syirik aja lo" balas sully jengkel


"Idih, ogah banget"


"Gue comblangin bapak ka vict baru tau rasa lo"


"Loh, kenapa jadi bawa-bawa bapak gue" kak vict yang bingung kenapa malah bawa-bawa bapak nya


"Bapak lo kan jomblo kak" ujar sully


"Udah bekas gue, ambil aja.. Bapak ka vict letoy" celetuk sully


"Sial*an, lo aja yang terlalu agresif" timpal kak vict tak terima


"Kalau gue mah jangan ditanya.. Ya gak bob?" kali ini pertanyaan sully beralih lagi kepada pria malang yang setiap saat rela di bentak-bentak sama sully.


"Heh yaa kak, dua puluh empat jam non stop.. Kelen deh" Karna takut degebukin sully, dengan bersusah payah boby membenarkan dan memuji prilaku tercela pacar nya itu.


"Tuh, lo denger sendiri" Dengan bangga sully memberi kedua jempol nya pada boby, walaupun iler boby bertumpahan dimana-mana tapi sully tetap gak perduli.


"Iya deh.. Iyaaa" sahut kak victoria mengalah


"Bisa tuh jadi atlet wanita penghibur tingat internasional" celetuk gue yang sudah tak habis fikir


"Anj*rrr bisa terkenal dong gue?" antusias sully


"Bisaa dong"


"Bisa kaya raya dong?"


"Yoi men"


"Gak level dong pacaran sama boby dam temenan sama kalian?"


"Dih, gue juga gak sudi kali" sahut gue


"Gak usah sirik lo, takdir kita itu beda tal. Lo dan gue itu beda kasta" omel sully


"Yaiyalah, gue kan wanita terhormat dan lo ter bodo amat" balas gue


"Bilang aja syirik"


"Ogahh"


"Terus gue daftar dimana nih?"


"DI RUMAH NENEK MOYANG LO" Kesal gue sembari teriak tepat di telinga sully


"woy santai dong"


"Gak bisa nyantai kalau ngomong samo lo"

__ADS_1


"Hilihhh, ninti jigi kingin simi giwi (Halahhh, nanti juga kangen gue) " celetuk sully dengan aneh, gue, joy dan kak vict pun kaget denger ucapan aneh dari sully.


"Kesambet apa lo?" tanya joy ragu


"Kisimbit arwih ninik miying giwi (Kesambet arwah nenek moyang gue)"


"Gaul juga ya, nenek moyang lo" timpal kak vict cengengesan.


"Lo gak takut bob, punya pacar bipolar gini?" kali ini gue butuh pendapat boby saat mempunyai pacar ajaib seperti sully


"iyii si kik" balas boby tak kalah aneh sama sully, ternyata dua-dua nya emang gak waras. Cocok deh.


"Lah, anj*rrr malah ikutan si motol beat" ucap kak vict tak habis fikir


"Eh maap kak, kebawa suasana" ralat boby lagi


"Gak habis fikir gue" sahut joy yang masih takjub dengan mereka.


"Maap ya" ucap boby lagi


"Iya, jangan banyak bacot lo. Iler lo tuh kemana-mana" celetuk kak vict


"eh iya"


"Eh laki gue kenapa lo omelin" sully tak terima karna boby di omelin kak vict


"Eh udah sembuh aja lo" heran kak vict


"Ihh iyi giwi lipi (Eh iya gue lupa" ujar sully dengan kosa kata aneh lagi.


"Lah, malah lo ingetin kak" joy semakin depresi dengan tingkah konyol sully.


"Lupa gue, mon maap yak"


...


Setelah sekian lama gue, joy dan kak victoria mengganggu jam istirahat boby. Akhirnya kami memutuskan untuk balik ke kostan. Kasian boby yang keganggu denger kebisingan dari kami. Apalagi pacar nya sendiri.


"Eh gue pamit dulu ya" gue mutusim buat pamitan kesully


"Buru-buru banget lo"


"Udah malem, lagian boby kasian digangguin kita" timpal kak vict


"Yah, kesepian lagi deh gue"


"Besok kesini lagi deh" kali ini joy berusaha buat tenangin sully yang kembali merasa kesepian.


"Janji ya?"


"Gue sih gak jamin ya, soal nya besok ada acara kantor" celetuk kak vict


"Lo gimana tal?"


"Gue usahain deh"


"Ajak mas kai ya.." Kali ini mulut sully kembali keceplosan tentang hubungan gue dan kaisar. Duh mati gue.


"Loh, kok pake ajak mas kai segala?" kak vict yang encer banget otak nya kalau denger nama kaisar langsung menanggapi.


"Ehmm, anu.. Gak tau nih si sully ngasal banget" gue gugup gak tau mau jawab apa


"Ya, kali aja mas kai mau.. Yaa kan tall?"


"Ehm.. Mana gue tau"


"Aduh, gue makin pusing denger omongan halu kalian.. Mana mungkin mas kai mau diajakin sama kalian berdua woy? Yang ada yaa.. Mas kai jijik deket-deket sama kalian" celetuk kak vict, dalem banget.


"Eh.. Enak aja lo ngomong kak! Lo gak tau aja kalau krystal sama mas kai.. " Sully langsung saja memotong omongan kak vict dengan lantang dan ber api-api dan gue pun makin stres karna sully mau bongkarin rahasia gue.


Gue potong omongan sully " Kalau gue sama kaisar itu emang gak bakal pernah akur!!" ucap gue lantang dan tanpa ragu


"Gak akur gimana yang?"


Tiba-tiba suara bariton yang barusan gue omongin ini muncul dari balik pintu kamar rawat inap boby. Gue syok dan mati kutu tiba-tiba denger suara tersebut menggema dalam kamar rawat inap boby.


Dan tubuh gue makin kaku saat yang mempunyai suara bariton itu jalan semakin dekat kearah gue. Mampus lo krystall..


'Lebih baik lo mati aja tal' batin gue prihatin


"APA? YANGGG?" teriak kak victoria tak percaya?


...


Heyyy.. ada yang kangen aku gaakkk?? Maafkan keterlambatan semua ini yaakk..

__ADS_1


__ADS_2