
"Kenapa? Mau bales?" kesal gue.
Kai memutar mata nya "Gak enak kalau sekarang" ucap nya cepat kemudian berdiri ninggalin gue.
"Kamu bilang apa? Gak enak?" teriak gue kesal
"Ampunn"
"Hey.. Hey mau kemana?" teriak gue.
"Toilet, mau ikutt? Nanti kalau ikut gak bisa keluar" balas nya dari kejauhan.
Emang dasar otak nya Kaisar terbuat selangkangan uler, makanya jorok mulu. Selalu berakhir begini kalau ngomong sama Kaisar.
...
"Kai" gue bersuara
Kai yang sedang sibuk berkecamuk dengan laptop nya "Hmm" hanya berdeham kecil dan tetap focus menatap layar laptop nya
"Jadi kapan ke tempat sully?" suara gue terdengar serak
"Aku udah suruh asisten aku bawa barang-barang sully ke rumah sakit" timpal nya tanpa mengalihkan pandangan nya pada layar monitor
"Kapan?" ucap gue kaget
"Pas kamu mandi" balas nya cepat.
Mendengar ucapan kai gue hanya bisa terkulai lemas, bagaimana tidak. Betapa khawatir nya gue dengan keadaan sully dan boby saat ini.
Gue yakin sully pasti kecapekan saat ini jagain boby, duh.. Kasian banget gue sama tuh bocah.
"Aku kesana ya" tanpa ada persetujuan dari kai, gue bangkit dari kursi untuk menyusul sully ke rumah sakit.
"Eh, udah malem sayang" Kai yang kaget dengan pernyataan gue langsung saja mencegat tangan kanan gue.
"Kasian sully sendirian kai" gue bersikeras untuk tetap ke rumah sakit.
"Aku yakin sully sekarang pasti juga udah tidur" bujuk nya sembari ngerengek ke gue. Gemesh banget gue pengen cium. Ups..
"Tapi kan.." ucapan gue terpotong
"Besok pagi aku anter kamu ke rumah sakit, sekarang temenin aku dulu" Kai langsung saja menarik gue untuk berada di pelukan nya.
Gue tegang banget saat ini. Gimana gak tegang coba. Posisi gue saat ini absurd banget. Gue duduk di atas paha kai dengan wajah saling berhadap-hadapan.
Gue hanya memalingkan wajah kaku, Gue terlalu takut jika natap mata tajam kai. Dengan jarak sedekat ini deruan nafas kai terdengar jelas di telinga gue.
Wangi mint yang saat ini mengintimidasi gue buat gue jadi pengen menghirup dalam-dalam wangi yang selalu bikin rindu ini.
"Kenapa gak liat aku?" goda nya sembari memegang dagu gue.
Mata kita bertemu dan pasti nya pipi gue berubah menjadi merah semu. Kai selalu berhasil menggoda gue walau hanya dengan tatapan mematikan nya saja.
Sungguh luar biasa.
"Ngapain aku harus liat kamu?" balas gue sok cuek, padahal jantung gue uncontrol banget saat ini.
"Gugup ya?" goda nya lagi
Jawaban nya iya benar, gue emang selalu gugup kalau berurusan dengan kaisar satria shawn ini. Entah jurus apa yang kai punya sehingga gue jadi aneh kalau ketemu dia.
"E-enggak"
"Tuh kan"
"Ihh.. Nggak kai"
"Gugup lagi aku cium"
"Cium aj.. "
Belum selesai gue menuntaskan omongan gue, mulut kai langsung saja membungkam mulut gue dengan mulut nya.
__ADS_1
Udah lama nggak diberi asupan vitamin C (cip*k) oleh kai, dan akhirnya vitamin C gue full kembali.
Gue langsung saja membalas ciuman dari kai tanpa ragu, yang awal nya ciuman lembut beralih menjadi sedikit nakal. Gue yang terlanjur keenakan dengan bibir empuk kai malah tak sengaja mengigit bantalan bibir yang legit itu.
"Aww" kai menjerit sembari melepaskan tautan kami, terlihat dia kesakitan saat gue menggigit bibir legit nya.
Gue yang ikutan panik juga berupaya Meniup bibir kai yang saat ini berdarah. Shit! Gue sesarkas itu?
Amazing!
"Siapa yang ngajarin kamu?" Kai natap gue sembari membersihkan darah yang mengalir pada bibir nyavdengam tissue.
Gue gelagapan, pertanyaan macam apa itu?
"A-ajarin apa?" gugup gue
"Ngajarin gigit bibir aku"
"Reflek kai, kebawa suana" balas gue pelan sembari membuang muka, gue jadi merasa bersalah saat ini.
"Aku suka, kamu jago banget" bisik nya tepat ditelinga gue pelan.
Mendengar itu gue membulatkan kedua bola mata, bagaimana mungkin dia suka setelah gue bikin bibir nya jadi berdarah.
"Jangan sungkan buat gigit bibir aku lagi" ucap nya dengan enteng sembari mengedipkan sebelah mata nya.
"Jangan ngaco deh kai" gue berusaha merubah posisi gue untuk bangkit dari posisi gue saat ini. Namun kai malah melingkarkan kedua tangan nya di pinggang gue.
"Mau kemana?" timpal nya bingung
"Mau tidur"
"Yaudah tidur aja"
"Iya, makanya lepasin"
"Tidur disini aja"
"Hah?"
Sumpah, ini posisi ternyaman buat gue.
Gue yang sudah merasa sangat nyaman ikut memejamkan mata gue saat ini. Kai seperti nya kembali melanjutkan aktivitas nya yang tadi sempat berhenti sejenak.
Kai membuka laptop nya dan kembali berkutat pada pekerjaan nya. Sesekali tangan kai mengusap pelan punggung gue, enak banget dikelonin gini. Hihi..
"I love you" samar-samar gue dengar kata-kata itu dari mulut kai.
"Hmm"
"Kamu belum tidur?" kai semakin mengeratkan pelukan nya ke gue.
"Udah" goda gue.
"Terus kenapa bisa jawab?" timpal nya
"Lagi mimpi"
"Mimpi apa?"
"Mimpi dipeluk kaisar"
Kai mengangkat dagu gue " Ini kenyataan sayang" ucap nya pelan dan detik berikut nya kai mengecup pelan bibir gue.
Gue yang berusaha menutupi wajah gue kembali menenggelamkan wajah gue pada tengkuk kai, tempat ternyaman ini.
Kai mengelus rambut gue pelan dan itu berhasil membuat gue menjadi semakin nyaman dan pasti nya menambah rasa kantuk pada diri gue.
...
Sinar matahari memenuhi sudut-sudut ruangan, gue terbangun dari tidur nyenyak gue semalam. Betapa kaget nya gue mendapati seorang pria tampan sedang tertidur dalam pelukan gue.
Ya, ternyata gue dan kai semalaman berada di posisi seperti ini. Posisi berpelukan dengan posisi saling berhadap-hadapan dan Kai yang masih memegang laptop pada tangan nya.
__ADS_1
Gue merasa kasihan dengan kai, di waktu semua orang harus istirahat dia masih saja berkutat dengan aktivitas nya. Gue yakin dia saat ini pasti kelelahan. Oh God..
Pelan-pelan gue beranjak dari posisi gue, gue yakin kai pasti pegel semalaman peluk gue kayak gini, semantara gue sangat teramat menikmati pelukkan dari kai.
Gue mengambil laptop yang masih berada di tangan kai dan menaruh nya di atas meja, gue juga memperbaiki posisi kai menjadi rebahan pada sofa biar dia lebih enak istirahat. Dan tak lupa gue memberikan kai selimut yang berada di kamar nya.
Kebetulan sekarang hari minggu, jadi gue tak perlu membangunkan kai untuk berangkat bekerja. Gue bergegas untuk membersihkan badan gue dan membuatkan sarapan untuk 'kekasih' gue kaisar.
'Kekasih' seriously?
Gue mengecheck bahan-bahan yang ada di kulkas kaisar, cukup lengkap. Dan gue berinisiatif membuatkan kaisar sarapan roti panggang dengan toping nuttela. Gue gak tau kaisar bakalan suka dengan ide gue. Yang jelas gue teramat menyukai nuttela.
Dalam makanan pun gue masih mikirin diri gue sendiri. Duh krystal kapan lo bakal berubah lebih baik?
Tak butuh waktu lama gue menyajikan sarapan untuk kaisar. Karna ini sangat simple, tak lupa segelas susu strawberry untuk kaisar.
Karna cuman ada susu srawberry di kulkas kaisar, jadi mau tak mau gue hanya menyajikan itu untuk kaisar. Dasar lelaki macho penyuka susu strawberry.
Gue bingung saat ini mau ngapain lagi, mau beres-beres rumah kaisar tapi rumah nya gak begitu berantakan. Karna kaisar tergolong orang yang cukup rapi.
Gue yang kebingungan hanya duduk dan menghidupkan tv di ruang tengah kaisar. Mau main handphone, gue baru ingat kalau handphone gue di buang daniel, hufttt..
"Good moring baby" terdengar suara kaisar yang berjalan kearah gue.
"Kamu udah bangun?" selidik gue.
"Belum" goda nya sembari merebahkan kembali badan nya kepelukkan gue.
"Berat kai" gue sedikit mendorong tubuh kai yang semakin enak bergelayut pada gue.
"Sebentar aja sayang, aku aja semalaman peluk kamu gak berat tuh" rengek nya
"Jadi kamu gak iklas?" balas gue kesal.
"Iklas lahir bathin aku mah"
"Terus?"
"Pengen lagi" balas nya sembari tertawa kecil.
"Mandi kai, habis itu sarapan" timpal gue sembari memperbaiki rambut kaisar yang berantakan.
"Yaudah, yuk"
"Kemana?"
"Katanya kamu mau mandiin aku?" rengek nya, duh.. Bayi besar gue lucu banget sih.
"Kok aku? Mandi sendiri lahh"
"Yaudah gak mau mandi kalau gitu" cerutu nya dan kemudian kembali diposisi nya semula.
"Yaudah, gak usah mandi aja sekalian. Biar kamu jadi bau terus. Awas yaa kalau berani cium-cium aku" kesal gue.
"Emang aku bau?" balas nya sembari mengendus-ngendus badan nya.
'Enggak lah, wangi banget malahan' batin gue
"Iya, makanya mandi" gue dorong badan kaisar.
"Masa sih? Aku gak pernah bau loh" balas nya dengan wajah polos.
"Sekarang kamu bau banget" kesal gue
"Hah?" kai masih tak percaya kalau saat ini gue bilang dirinya bau banget. Padahal sih wangi banget dia nya. Gue aja yang pengen ngibulin dia.
"Buruan"
Kai langsung saja berdiri dari posisi nya " Kalah aku udah wangi, berarti boleh dong cium kamu? " goda nya.
"Bangun tidur masih bisa jorok ternyata" ketus gue ke kai yang sudah menjauh dan terkekeh pelan mendengar omelan gue.
...
__ADS_1
Note : Maaf author beberapa hari ini ya guys..