
Hay semua. welcome back to my chanel (ala-ala youtuber) ada yang kangen author gak? (ngarep banget gue). Atau malah kangen mas kai dan juga dedek krystal?
Oh ya maafkan author yang bikin kalian kezel nungguin kelanjutan cerita 'Bajingan Kesayangan' btw ada yang kangen gak sih? suara nya mana nihhh????
KAI: bachott lo thor.
Oke langsung aja deh, author gak mau banyak bacot lagi, dimarahin mas kai akutuh.
-Happy Reading-
"Ini apa?" gue buka paper bag yang baru aja gue temuin dalam koper kak victoria.
"itu boxer buat mas kai" kak victoria ngomong sambil tertawa kecil. Geli gue.
"Gila? Lo beliin kai boxer gambar beruang gini?" gue angkat satu persatu boxer yang ada dalam paper bag.
"Hihi iya. Lucu tau kalau mas kai pake boxer itu" ucap nya malu-malu.
"Lagian kapan ya gue bakalan liat mas kai pake boxer doang?" timpal sully.
'Gue pernah, lebih malah' batin gue. Anjirr mesum banget otak gue sekarang.
"Woy ngelamun lo" Sully ngagetin gue dari fikiran kotor gue. Yaampun.
"Apaan sih" Gue pura-pura santai seolah gak mikirin apa-apa.
"Tal, malem ini gue tidur kamar lo ya?"Gue terbelalak kaget. Sully buru-buru lompat di atas ranjang gue.
"Gak. Gak boleh" Gue tarik kaki sully agar menghindar dari ranjang gue. Gue udah capek belakangan ini kamar gue ada tamu nya terus. Kamaren kai sekarang sully.
"Pelit banget sih tal" sully merungut kesal saat gue ngusir dia dari kamar gue.
"Sekarang gue pengen tidur sendiri dulu sull" teriak gue tepat di kuping sully, biar budeg tuh kuping.
"Yaampun tal, selama gue liburan kan lo juga tidur sendiri. Lo gak kangen sama gue?"
Seketika gue mematung, hampir aja gue salah ngomong ke sully. Gue gak mungkin bilang kalau kai yang temenin gue tidur.
'Duh krystal, lo harus lebih hati-hati' batin gue mengintrupsi.
"Ka-kangen sih, tapi kamar gue lagi berantakan sul"
Gue kasih alasan yang sedikit logis ke sully.
"Sul sul sul bisul lo tuh" sully malah noyor kepala gue. Kesel gue panggil dia kayak gitu.
"Gak mau tau, gue pengen tidur disini malam ini. Titik" Sully malah meremin mata nya siap-siap mau tidur.
Gue mendengus kesal, gimana enggak? Belakangan ini tidur gue jadi sering terusik oleh kai dan sekarang sully.
Sebenernya gue kangen tidur cuma pake kolor dan beha doang yaampun kenyamanan yang HQQ.
"Kalau gitu, bantuin gue beresin kamar gue dulu" gue tarik lagi tangan sully biar bantuin gue buat beresin kandang gue(?)
"Yaelah tal, gue capek tau" elak sully sembari dorong gue agar menjauh dari dia.
"Kalau gitu lo gak boleh tidur disini" gue tarik rambut dia. Kesel banget gue sama nih makluk.
"Aw sakit kampret" Sully segera berdiri sembari mengelus rambut nya yang tadi gue jambak.
"Buruan bantuin gue" gue mulai beresin sampah-sampah. Sisa makanan yang bertebaran di lantai kamar gue.
Sully pun juga mulai ikut bergotong royong membersihkan pakaian gue yang bertebaran dimana-mana. Gue juga heran kenapa gue se berantakan ini?
"TALL" sully teriak kenceng banget.
__ADS_1
"Kenapa lo?" buru-buru gue jalan kearah dia.
"I-ini kolor siapa?" Sully mengangkat barang antik yang baru aja dia temuin itu.
Gue ngelonjak kaget, gimana mungkin kolor cowok bisa ada diantara tumpukkan pakaian gue?
Gue terdiam sesaat, mencoba untuk menetralkan fikiran gue agar gue bisa berfikiran lebih jernih dan gue baru ingat. Itu kolor Kaisar Satria Shawn.
Astaga, kenapa kai buang kolor nya sembarangan sih? Semenjak kejadian waktu itu gue emang belum sempat beresin kamar gue lagi.
Jantung gue berdebar keras, bukan karna jatuh cinta. Melainkan bingung mau kasih alasan apa ke sully.
"Tal, lo bawak cowok ke kostan??" sully menggoncang badan gue. Gue gugup dan sekujur tubuh gue memanas.
Gue takut kalau sully marah ke gue karna gue tidur bareng cowok, apalagi cowok itu Kai.
"Em-anu sul, itu" sumpah otak gue buntu parah.
"Tal, lo udah gede ya sekarang?" sully peluk gue kegirangan. Gue mengerjab bingung, dia gak marah?
"Apa-apaan sih sul" gue lepas pelukan sully yang kegirangan saat mengetahui kalau gue bawa cowok ke kamar kostan.
"Ihiww, jadi ini alasan lo gak kangen gue" sully colek colek perut gue.
Dasar idiot, gimana mungkin dia gak negur atau marahin gue saat tau gue bawa laki-laki ke kostan? Dia temen gue kan? Apa mungkin hal yang seperti itu emang lumrah di ibu kota ini?
"Apaan sih" buru-buru gue rebut kolor kai yang sedari tadi sully pegang dan perhatiin.
"Ngomong-ngomong siapa sih tal, pemilik kolor balenciaga itu?" Sully lirik gue. Gue pun jadi salah tingkah.
"Sul. Udah deh" gue gak mau bahas itu, gue buru- buru beranjak dari hadapan sully.
"Gila mang juned, kolor nya bisa mahal gitu" ucap nya santai.
Apa? Mang juned? Jadi dia kira gue ena-ena sama mang juned? Sinting! Kesel banget gue denger tuh mulut si sully.
"Terus siapa? Lo nya gak mau ngaku sih"
"Lo gak perlu tau" ucap gue sembari lempar kolor mahal kai ke tumpukan pakaian kotor biar nanti dianter ke laundry.
"Gak asik lo tal, pake rahasia-rahasiaan sama gue" sully melempar salah satu bantal ke arah gue.
"Biarin" timpal gue sembari lemparin pakaian kotor ke dia.
"Penasaran deh gue, kira-kira siapa sih pemilik kolor mahal itu? Seharga motor loh tal kolor nya" sully kembali mendekati gue, dasar manusia kepo.
"Sul, udah ya. Gue gak mau bahas itu lagi" gue gak mau tanggepin omongan dari sully. Gue belum siap buat kasih tau semua nya ke orang-orang termasuk sully sekalipun.
"Beda sama kolor nya bobi, merek nya malah 'Gussi' bukannya 'Gucci" kesal sully sembari memajukan bibir nya kedepan.
Gue tertawa tertahan sembari merapatkan kedua bibir gue ke dalam.
"Berati KW dong?" duh mulut gue lemes banget.
"Beli nya di mangga dua kali" balas nya ikutan nyiyir.
Emang dasar otak mesum, fikiran nya kolor terus. Bosen gue lama-lama denger omongan mesum dari sully. Semua pengaruh buruk emang berasal dari dia. Tapi malah seru temenan sama orang frontal kayak dia.
"Tapi lo seneng juga kan koleksi kolor 'Gussi' nya bobi?" sindir gue.
Sully sering banget bawa pulang kolor-kolor nya bobi, gue gak tau dia bisa dapet dari mana. Yang jelas dilemari nya kebanyakan kolor nya bobi di banding kolor dia. Dasar kelainan.
"Hehe gak usah nyindir juga kali" Sully noyor kepala gue.
"Lo kesindir?"
__ADS_1
"Tai lo tal"
"Yaudah, buruan lanjutin beres-beres nya" instruksi gue ke sully dan dia nurut. Sully malah capek sendiri berantem sama gue.
Setelah beberapa menit, kita udah selesai beres-beres kandang yang awal nya tidak layak huni menjadi sudah layak untuk di tinggali (?).
Tahap terakhir adalah buang semua tumpukan sampah ke depan gerbang. Karna disana ada bak kecil untuk pembuangan sampah.
"Buruan temenin gue kedepan" gue narik sully yang udah mulai rebahan di ranjang gue.
"Yaampun tal, baru aja gue mulai bernafas" ujar sully yang kesel banget karna gue repotin dari tadi. Salah sendiri. Kenapa tidur dikamar gue.
"Lebay lo" pekik gue.
"Syirik aja" idih najis gue syirik sama orang kayak sully
"BURUAN" teriak gue.
"Gak pake teriak kenapa sih" kesal sully ke gue.
.
Gue dan sully jalan kaerah gerbang. Dengan susah payah gue angkat tumpukan sampah ini.
"Berat yang dek?" ucap mang juned sembari bukain gerbang.
"Eh ada mang juned" sambar sully.
"Udah lama gak ketemu dedek sully nih, makin cantik aja" ujar mang juned yang pinter banget ngalusin sully, dasar tua-tua keladi.
"Mang juned bisa aja, jangan bikin temen saya cemburu dong mang" sully sambil lirik-lirik gue. Sinting.
"Cemburu? Siapa dek yang cemburu?" Tuh kan bapak tua ini penasaran.
"Nih" sully nunjuk gue. Apa-apaan sih nih anak? Bikin gue jadi badmood.
"Dedek krystal maksud nya dek sully? Wajah mang juned jadi berbinar-binar.
"Gak mang, sully emang suka becanda" ucap gue sembari nginjek sebelah kaki sully.
"Aww sakit kampret" Sully dorong gue.
"Rasain"
Tak selang berapa lama, sebuah mobil pun melesat masuk ke dalam gerbang, Salah satu koleksi mobil mewah Kaisar Satria Shawn. Mobil yang di gunakan saat ini adalah lamborgini merah yang sangat elegant itu.
Kebetulan gerbang belum ditutup mang juned jadi mobil bisa langsung masuk ke dalam. Saat berpapasan dengan gue dan sully, kaca mobil Kai dibuka.
Terlihat kai yang sedang bawa mobil mahal nya itu, karna kai gak suka disupirin. dia lebih suka nyetir sendiri.
Gue gugup banget ketemu kai saat ini. Gak tau kenapa? Seharian gak ketemu dia bikin gue jadi rindu juga.
"Hay" Sapa Kai sembari membuka kacamata hitam yang baru saja ia kenakan.
Gue tersenyum gugup, demi apa Kaisar Satria Shawn ini selalu berhasil bikin jantung gue jadi uncontrol sendiri.
"Hay mas kai" Tiba-tiba suara sully terdengar, gue baru ingat kalau disebelah gue juga ada bucin nya kai.
Kai hanya tersenyum kecil, sekilas gue liat dia natap gue sebelum akhirnya kai kembali menutup rapat kaca mobil nya.
...
KALAU MAU LANJUT?
__ADS_1
PLISE KOMEN BESERTA LIKE YA TEMAN-TEMAN.