
*WARNING*
--Pada chapter ini terdapat unsure dewasa. Diharapkan untuk yang berumur 18 kebawah agar tidak membaca bagian ini. bagi siapa aja yang telah membaca cerita ini dosa bukan author yang nanggung hehe--
.
Setelah tangga terakhir yang gue naikkin, mata gue mencari keadaan mami. Gue liat setiap sudut namun nggak nemuin mami disini.
"Mami?" gue panggil nama mami sembari jalan kesetiap sudut ruangan yang ada disana.
"Hey, mami ada disana" tiba-tiba sebuah suara terdengar baru keluar dari sebuah ruangan.
"Kai" gue ngelonjak kaget.
Bagaimana mungkin gue ketemu dia saat ini? Bukannya dia udah mulai kerja? Tapi kok ini.
"Lo cari Mami kan?" dia nanya gue lagi.
"I-iya, mami mana?"
Gue gugup banget saat ini ngeliat dia dengan rambut sedikit berantakan. Seksi banget. Terlihat jelas kalau dia baru bangun tidur.
"Mami disana?" dia nunjuk salah satu ruangan yang ada disana.
"Makasih" gue yang males liat dia langsung bergerak menuju ruangan yang dia maksud.
Saat gue mau jalan ke ruangan itu. Gue denger suara kaki dia yang juga ngikutin gue dari belakang.
Gue berhenti dan langsung berbalik mengahadap dia. Langkah nya pun juga ikut terhenti.
"Lo mau ngapain?" tanya gue was-was dengan gerak gerik dia.
"Mau ketemu mami juga" Ucapnya santai
__ADS_1
"Kenapa harus sekarang? Bentar lagi kan bisa"
"Kenapa lo yang sewot? Dia kan mami gue. Suka-suka gue dong"
bener sih!
Gue selalu kesal kalau udah ngomong sama dia. Capek ngeladenin orang sakit jiwa.
Gue males berdebat, gue buru-buru masuk kedalam ruangan itu dan juga diikuti oleh dia dari belakang.
Oh shit. Ini kamar.
Namun gue mencoba untuk berfikir positif. Mungkin aja ini kamar nya mami.
"Mi?" Gue panggil mami. Tapi gue nggak nemuin mami disini. Gue coba cari ke kamar mandi namun mami juga nggak ada disana.
Kemana mami?
Tiba-tiba Kai yang juga ikut masuk ke dalam kamar. Mulai menutup pintu kamar.
"Ketemu gak?" ucap nya santai dengan melipatkan kedua tangan nya.
"Mau apa lo?" Gue ngelonjak kaget
"Lo mau nya ngapain?" dia jalan kearah gue.
"Lo jangan macem-macem Kaisar" gue yang takut juga ikut mundur beberapa langkah sebelum kaki gue menabrak pembatas ranjang dan terjatuh diatasnya.
"Udah lama gue pengen ngobrol empat mata sama lo Krystal" ucap nya lembut dan semakin dekat kearah gue.
Saat sudah dekat Kai mulai naik diatas gue dengan bertumpu menggunakan kedua tangan nya.
"Kaisar minggir" gue yang ngerasa makin gak beres mulai memukul dada bidang Kaisar Satria Shawn.
__ADS_1
"Wajah lo merah. Sayang" bisik nya tepat di telanga gue.
Darah gue berdesir cepat, jantung gue berdetak tak karuan. Sekujur tubuh gue jadi panas dan kaku. Saat Kaisar Satria Shawn menggoda gue dengan memanggil kata 'Sayang'
Gue seolah orang baru saat mendengar kata Sayang yang ditujukan pada gue. Gue punya banyak mantan dan gue sering di panggil sayang
Namun kenapa saat Kaisar Satria Shawn mengucapkan kata 'sayang' ke gue jantung gue menjadi berdetak cepat begini. Badan gue jadi kaku dan gemetar.
Perkataan itu seolah menjadi sebuah mantra yang dapat menghanyutkan gue. Namun juga dapat membunuh gue dengan sekejap.
"Tolong lepasin gue" gue memberontak saat kai mulai memainkan rambut gue sembari meletakkan di belakang telinga gue.
"Jangan bikin gue penasaran dengan sikap lo" bisiknya tepat di telinga gue. Nafas nya yang panas dan teratur dapat gue rasakan dengan jelas saat ini.
Wangi nya yang juga mulai menguasai indra penciuman gue mulai menghancurkan fikiran gue. Gue nggak bisa berfikir jernih saat ini.
Kai mendekatkan wajah nya kearah gue. Dan mulai mensejajarkan bibir nya diatas bibir gue. Mengecup lembut disana namun berulang-ulang.
Gue dapat ngerasain bibir merah nan tebal Kai mendarat diatas bibir gue. Gue hanya diam dan gak bales ciuman nya. Namun gue nggak bisa nolak kecupan lembut dari dia.
Gue teralalu terbuai dengan sensasi bibir dia menjelajahi mulut gue. Tangan Kai yang tak tinggal diam mulai mencoba masuk kedalam balutan pakaian gue.
Gue melenguh hebat dengan sentuhan nya, ini nikmat. Ini menakjubkan. Jujur gue terbuai dengan sentuhan nya. Gue seolah udah tersihir dengan perlakuan saat ini.
Mulut Kai mulai bermain mencium leher gue. Entah sensasi apa yang kai transfer ke tubuh gue. Gue menggeliat kenikmatan sembari menekan kepala nya agar memperdalam lumatan nya.
Saat tangan Kai berhasil masuk kedalam pakaian yang gue kenakan, tangan Kai mulai naik ke gundukan gue meremas pelan sana.
'Krystal sadar' teriak batin gue membuyarkan kenikmatan gue.
.
__ADS_1
Note : berikan like dan komentar kalian:'* thankyouuu..