
#Bayang_Masa_Lalu_17
Wanita ini kemudian memelukku, serasa mimpi disiang hari. Kucubit kecil tanganku sakit. Berarti ini nyata.
-------
"Ibu ada janji, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk ibu" pamitnya, dia mencium pipi kanan dan kiriku. Aku masih terpaku, walaupun dia sudah keluar dari ruanganku.
Benarkah ibu sudah benar-benar berubah?,
Aku menutup kembali ruanganku, aku harus kembali ke Butik. Ada beberapa pekerjaan yang menungguku. Kulajukan mobilku, masih memikirkan yang terjadi baru saja.
Baru aku buka komputer dikantor, ponselku berdering, Rangga menelponku.
"Assalamualaikum sayang"
"Waalaikumsalam, sayang"
"Sayang, pulang jam berapa? " tanya Rangga.
"Kenapa?" Tanyaku
"Kamu bisa temenin Karina belanja baju?, dia minta aku yang nemenin tapi aku nggak bisa".
"Kenapa?" Tanyaku lagi
"Lagi ada tim Audit dari pusat sayang" ucap Rangga.
"Ohh." Biasanya aku yang minta ke dia, sekarang sudah berbalik.
"Aku jemput jam 4 tet, minta Karina sudah siap" jelasku. Dari pada dia bergelayut ke Rangga mending aku yang antar.
Aku kembali melanjutkan pekerjaanku, sampai jam setengah 4 aku pamit ke Sintia.
"Tumben kak, dah pulang?" Tanyanya kemudian.
"Iya Sint, ada janji sama teman" alasanku.
20 menit an perjalanku dari kantor kerumah. Aku hanya berhenti dipagar. Karina nampak berjalan menuju kearahku.
"Kemana? " tanyaku setelah Karina masuk kedalam mobil.
"Nggak tau" jawabnya kemudian.
Akupun malas meneruskan pembicaraan. Aku bawa dia ke salah satu Mall terbesar di kota ini.
Kami berjalan beriringan tapi nyaris tanpa pembicaraan sedikitpun. Kemudian aku berjalan sedikit mendahului, supaya dia mengikutiku tanpa kuarahkan.
Kami masuk ke sebuah Baby Shop disini semua perlengkapan bayi lengkap dan juga baju baju hamil yang stylis.
Aku memilih duduk, sementara Karina berkeliling dari ujung ke ujung.
Aku membuka ponselku, sekalin cek toko onlineku.
Kulihat jam di layar sudah 5.30 , sebentar lagi magrib.
"Kamu masih lama?" Aku menghampiri Karina, dia masih terlihat asyik dengan belanjanya.
"Makanya malas aku tuh, kalo kamu yang nganter, nggak sabaran" keluhnya tanpa melihatku.
"Aku ada perlu, puas-puasin dulu ajha belanjanya. Aku kesini lagi jam 6.30" jelasku tanpa menunggu jawaban dan beranjak pergi.
Aku berjalan masuk lift, dan turun di Basement, disana ada Mushola. Aku masuk setelah mengambil wudhu, cukup ramai. Aku keluarkan mukena travelku yang tadi kupindahkan dari dalam mobil.
Setengah jam kemudian aku kembali keatas, menyusul Karina yang masih di Baby Shop, kulihat dia sudah memilih beberapa barang. 4 kantong ditentengnya bersama pegawai toko. Dia menghampiriku dan mengatakan sudah selesai belanja. Aku berdiri dan berjalan menuju kasir.
Sedikit shock melihat nominalnya, aku tak pernah belanja sebanyak ini.
Dia berlengang meninggalkanku dengan barang belanjaannya. Aku hanya mengambil kartu dari mba kasir dan membiarkan kantong belanjanya tetap disana.
__ADS_1
"Belanjaanku mana?" Tanyanya saat di pintu keluar, aku hanya menunjuk dengan daguku kearah kasir.
"Kok ga dibawain sekalian" ucapnya dengan nada tinggi mengundang beberapa pasang mata melihat ke arah kami.
Aku hanya menatapnya sekilas dan berjalan keluar.
Dia kembali mengambil belanjaanya dikasir dengan kesal.
Dia terlihat kerepotan membawa beberapa tas. Aku berhenti dan mengambil sebagian, tanpa kata.
"Aku haus " ucapnya kemudian.
Kami berhenti disebuah coffe shop, didekat pintu keluar.
"Selamat malam kak, mau pesan apa?" tanya pelayan itu ramah sambil memberikan daftar menu.
"Ice coffe saja mba" pesanku.
"Straberry lemonande" pesan Karina.
Setelah mencatat dan mengulang pesanan mbak pelayan beranjak meninggalkan kami.
Kami duduk berhadap hadapan, disamping kami banyak lalu lalang pengunjung mall. Aku mengambil ponsel di tas ku sambil menunggu pesananku datang.
"Mas Andre, tiba tiba Karin berdiri dan memangil nama seseorang yang lewat disampingnya. Walaupun dia berdiri membelakangiku tapi aku langsung tau itu mas Firman.
"Ketemu lagi, sendirian saja?" tanya Karina, ternyata Karin mengenal mas Firman.
"Iya..ngg" jawab mas Firman sambil menunjuk ke arah Karina.
"Karin mas" ucap Karina cepat.
"Oh iya maaf, habis belanja" tanya mas Firman melihat belanjaan disamping Karina.
Sekilas mas Firman menoleh ke arahku, kemudian menoleh kembali terkejut melihatku disitu. Mataku melotot dan mengkode dengan jariku untuk segera pergi ketika dia akan menyapaku.
"Oh iya silahkan dilanjutkan Ka rina, saya masih ada perlu" pamit mas Firman kemudian. Dia masih keheranan melihatku.
"Aku mau bicara" sebuah pesan WA masuk dari nomor mas Firman.
"Besok" balasku
"Sekarang, aku masih di depan optik wijaya, arah toilet" jelasnya.
"Aku mau ke toilet dulu" pamitku, Karin seolah tak mendengarkanku.
Aku beranjak meninggalkannya.
Mas Firman berdiri didepan pagar pembatas, posisi memunggungiku. Aku berdiri disampingnya. Dengan posisi berdiri arah sebaliknya.
"Ada apa" tanyaku kemudian pelan.
"Aku yang harusnya tanya ada apa?"
Kami bicara tanpa saling menatap, hanya bersisihan.
"Nggak ada apa-apa" jawabku.
"Apa hubungan kamu dengan wanita tadi?" tanyanya kemudian.
"Harus dijawab ya?" tanyaku balik.
"Aku bertemu dia di Rumah sakit, beberapa waktu yang lalu. Dia memperkenalkan aku pada suaminya. Aku mengenal wajah itu, merasa pernah bertemu dengan dia sebelumnya. Aku baru ingat dia pria yang sama dengan pria yang bersamamu saat pertama kali kita bertemu"
Kali ini mas Firman menoleh ke arahku.
"Apa Rangga itu suami kamu?"
Kepalaku tiba-tiba berputar, tapi aku masih mencoba tenang.
__ADS_1
"Mas, Bila nggak bisa ngomong disini" jawabku.
"Bila pergi dulu" pamitku. Aku tak ingin menceritakan apapun ke siapapun.
Aku baru beranjak mas Firman menahan tanganku.
"Bila tunggu" aku melepaskan pegangan tangan mas Firman.
"Jangan sekarang Bila mohon" ucapku dan berjalan menjauh darinya.
Aku kembali menghampiri Karina yang masih duduk sambil menikmati pesanannya.
"Kalau sudah ayo pulang, sudah malam juga" aku membawa 2 kantong belanjaan Karina dan meningalkan sisanya untuk dia bawa.
Dalam perjalanan pulang tidak ada satupun dari kami yang berbicara. Setengah jam perjalan kami lalui tanpa sepatah katapun. Aku membuka pagar dan memasukkan mobilku. Membiarkannya turun dengan belanjaan yang berkantong kantong. Mobil Rangga juga belum terlihat sepertinya dia belum pulang.
Aku lemparkan tasku kekasur, membersihkan mukaku dan kemudian membersihkan badanku. Sholat isya sebentar, lalu membaringkan tubuhku. Kuraih tas dan mengambil Ponselku yang berbunyi dari tadi.
Rangga menelponku.
"Assalamualaikum sayang" ucapku.
"Waallaikumsalam, udah pulang?" tanyanya kemudian.
"He em barusan nyampe " jawabku.
"Ya udah bentar lagi nyampe kok, mau dibelikan sesuatu?" tanyanya kemudian.
"Nggak sayang, hati hati ya" ucapku lagi.
Aku pejamkan mataku, kantuk sudah melandaku. Akupun tertidur.
Aku terbangun saat kurasa ada yang memelukku, kulihat Rangga sudah tidur disampingku, kuamati wajah lelah lelakiku ini, membelai wajahnya, dia yang selalu ada untukku, dia yang bisa menerima segala kekuranganku, dia yang bisa menerima masa laluku, dia yang sabar menungguku. Rangga aku mencintaimu, lebih dari yang aku sadari, aku menangis dalam diamku. Kuingin selamanya berada didekapanmu.
----
"Sayang bangun" aku mengoyang lengan Rangga yang masih pulas dalam tidurnya.
Terlihat dia masih sangat mengantuk.
"Sayang sholat shubuh dulu" aku kembali mengoyang lengannya.
Dia terbangun dengan setengah kesadaran.
"Sayang" aku mencubit hidungnya saat dia kembali tidur dalam posisi duduk.
Aku menariknya turun dari ranjang, dia berjalan pelan untuk berwudhu, aku kemudian membentangkan sajadah dan menyiapkan sarungnya.
Rangga terlihat lelah, tak biasanya dia kembali ketempat tidur setelah sholat subuh.
Aku menghampirinya.
"Sayang kok malah tidur lagi"
"Ngantuk sayang... " jawabnya sedikit membuka mata. Rangga menarik ku yang duduk disampingnya.
"Love u sayang" ucapnya manja.
"Love u too " balasku.
Ada senyum dibibir itu, senyum yang selalu membuatku jatuh cinta, setiap waktunya.
Andaikan dihariku hanya ada kamu, dan diharimu hanya ada aku.
Bersamamu seperti ini serasa sebuah mimpi indah dan aku engan terbangun.
Kubenamkan kepalaku didadanya, menikmati setiap detak jantungnya. Sayang begini saja aku sudah bahagia...
"Mas.. Mas Rangga" terdengar Karina berteriak memangil Rangga dan mengetuk keras pintu kamarku.
__ADS_1
Malas Rangga bangun dari ranjangnya.
Bersambung...