Bayiku

Bayiku
Buy one get one free


__ADS_3

"Apa kamu sekarang punya pacar, atau pernah


punya pacar?" tanya wildan.


shima menunjukkan ekspresi kaget,


tidak menyangka wildan akan bertanya


tentang kehidupan pribadinya,


Tapi shima memiliki jawabannya,


maka dia harus menjawab.


"Dulu aku pernah pacaran semasa SMA,


tidak lama, hanya hampir dua tahun,


sampai sekarang belum pernah pacaran lagi."


"Alasan kalian putus kenapa?"


"Dia yg menginginkan hubungan kami


berakhir, aku pernah tanya kenapa, dan


jawaban dia hanya ingin fokus belajar,


tidak mau menjalani hubungan terlalu


jauh terlebih dahulu dan aku sangat


menghormati keputusan nya."


"Apa setelah itu hubungan kalian baik2 saja?"


"hubungan kami baik, hingga dia lulus


sekolah, setelah itu kami tidak pernah


bertemu lagi, katanya dia mendapatkan


beasiswa kuliah ke luar negeri."


"Apa kamu masih berharap laki2 itu


kembali padamu?"


shima tersenyum dan menjawab.


"Untuk apa? dia tidak pernah menjanjikan


apapun saat hubungan kami berakhir."


wildan tersenyum dan menganggukan


kepala tanda mengerti.


"Kenapa m....mas wildan bertanya seperti itu?" shima sangat gugup, ini pertama kalinya


dia menyebut nama wildan secara langsung.


Awalnya bingung harus memanggil namanya


saja, atau dengan mas, kak, atau Abang,


dan akhirnya mas lah yg shima pilih.


"Apa kamu keberatan jika aku ingin sedikit


mengenal mu, mengetahui beberapa hal


tentang kamu." wildan kembali bertanya.


shima mengerutkan keningnya, merasa heran dengan apa yang wildan ucapkan.


"kenapa harus aku?" entahlah kata2 itu


muncul begitu saja.


"Karena kamu itu berbeda." dan lagi2 wildan


pun menjawab begitu saja sesuai dengan


apa yg hatinya ucapkan.


Untuk kesekian kalinya shima merasa kaget


dan heran, bertanya tanya apa maksud dari


semua yg wildan ucapkan.


Beberapa menit mereka berkutat dengan


fikirannya masing2.


"Atteh, aku cape, laper juga." alvan

__ADS_1


berlari dan mengelus perutnya.


seperti nya bocah itu sudah bosan


bermain.


"Sebentar lagi Maghrib, solat dulu di sini,


habis itu kita cari makan dan pulang."


wildan mengelus kepala alvan.


Tidak lama kemudian adzan magrib


berkumandang dari masjid yg berada


tepat di depan alun2, shima dan wildan


bergantian sholat.


"Kita makan dulu yuk." ajak wildan.


alvan mengangguk antusias.


Mereka duduk di sebuah restoran,


alvan tidak henti2 nya memandang kagum,


karna ia pertama kalinya masuk ke dalam


restoran yg menurutnya mewah.


"Alvan mau makan apa sayang?" tanya wildan


sambil memandang alvan.


alvan yg tampak tidak tau makanan apa


yg ada di restoran itu tampak bingung,


biasanya dia hanya di ajak ke warteg atau


ke warung makan padang.


"Apa aja lah mas, asal jangan yg aneh2,


alvan gak ngerti makanan apa yg ada di sini."


shima yg menjawab pertanyaan wildan,


"wildan pun mengangguk, kalau kamu mau


makan apa?" wildan menyodorkan menu


makanan ke arah shima.


"Apa aja, aku bukan pemilih,


hampir semua makanan aku suka."


shima menggeser menu makanan yang


wildan sodorkan.


wildan kembali mengangguk.


Saat makanan datang, mata alvan tampak


berbinar, makanan yg jarang bahkan ada


beberapa makanan yg belum pernah ia makan, ada ayam goreng mentega, udang


asam manis, cumi saus padang, dan lain


lain.


Tiba2 alvan berteriak dan bilang


"Asiiiikkkk makan enaaakkk." sambil


bertepuk tangan.


"Alvaaan, jangan berisik malu di lihat


orang." shima bicara sepelan mungkin


agar hanya alvan yg mendengar.


wildan hanya tersenyum memandang


keduanya, sementara shima hanya


tersenyum kikuk ke arah wildan.


"Gimana makanan nya, enak?" tanya wildan.


'Enak bangeeetttt, tpi yang ini pedes."

__ADS_1


sambil menunjuk ke arah piring berisi


cumi saus padang.


"iya yg itu memang agak pedes, kalau kamu


suka nanti kita bawa buat di rumah juga ya?"


"Beneran uncle? asiiiikkk." alvan semakin


senang.


shima hanya menggeleng kepala dan


menutup muka dengan telapak tangannya.


wildan yg melihat hal tersebut hanya


tersenyum.


di perjalanan alvan terus saja menguap,


"kamu ngantuk sayang?" shima


mengelus kepala alvan di ikuti anggukan


alvan.


"Ya udah bobo ya?"


"tapi aku gak nyaman bobonya kayak gini,


aku udah tinggi atteh." keluh alvan


yg merasa tidak nyaman tidur di atas pangkuan dan sempit.


"Aku mau pindah ke jok belakang aja boleh?


alvan bertanya pada wildan.


"boleh kalau kamu mau" jawab wildan.


akhirnya alvan berpindah posisi.


kecanggungan semakin besar saat alvan


pindah ke belakang, seperti hanya ada


mereka berdua apalagi sekarang bocah


itu sudah tidur pulas.


"ehm... wildan membuka percakapan


kembali.


"Apa saya boleh bertanya lagi?" rasa penasarannya ternyata semakin besar.


shima mengangguk tanda mengizinkan.


"mohon maaf jika saya lancang, hanya saja


jika tidak di tanyakan sekarang, saya takut


malam ini dan malam2 berikutnya saya


akan sulit tidur."


shima mengernyitkan dahinya, (apa lagi ini ya alloh, kenapa gak to the point aja sih, bikin degdegan)


"iya silahkan mau tanya apa lagi."


"Apa kamu sudah menikah atau pernah


menikah?"


Deg....


akhirnya shima tau arah pembicaraan wildan,


dan ternyata yg membuat nya penasaran adalah status alvan, ya tentu saja alvan.


"bagaimana kalau aku sudah pernah


menikah?" shima tersenyum.


"Y..yaa t..tidak apa2." wildan gugup.


"Yang akan menikahiku otomatis akan


buy one get one free, sulit bukan berada


di posisiku." shima tertawa kecil.


ketua'an gak sih kalo visual nya kayak gini. 😂


__ADS_1


__ADS_2