Bayiku

Bayiku
episode enam


__ADS_3

Shima menyuguhi para tamu minuman beserta makanan kecil, kepala udah berat


banget pengen nengok ke si mas2 ganteng


berwajahkan artis2 turki, tapi rasa malu


dan gengsi mendominasi dari pada


rasa penasaran, akhirnya cuma nunduk


aja, fokus sama makanan dan minuman


yg hendak di suguhkan di atas meja.


"Kamu beneran cuma tinggal sama anak


kamu?" tanya pak ibra


"Iya, aku cuma tinggal sama shima dan


alvan." jawab appa


"belum kefikiran nikah lagi?"


"Belum kayaknya, tpi gak tau klo


nanti shima menikah dan di bawa suaminya,


mungkin aku baru akan memikirkannya,


mencari perempuan yg mau menemani


hari tua, tapi untuk


saat ini shima mengurus rumah


dan juga alvan dengan sangat baik,


Itu sudah cukup buat ku."


Pak ibrahim mangut2 tanda mengerti.


Appa berbincang cukup lama dengan


pak ibra dan memutuskan untuk pergi


ke kebun meninjau lahan yg akan di buat villa.


"Maaf pak boleh saya numpang


ke kamar mandi?" Tanya Wildan.


ya si tampan berwajahkan artis2 turki itu


bernama Wildan Abdurrahman, anak kedua


dari bapak Ibrahim Abdurrahman.


"oh iya silahkan, di sebelah sana, samping


dapur sebelah kiri." appa menunjuk


ke arah dapur.


Wildan bergegas ke dapur mencari kamar mandi, saat mendekati pintu kamar mandi


tiba2 pintu terbuka...


"Astaghfirullah..." shima keluar


dari kamar mandi.


shima reflek merapikan rambut yg hanya


tertutupi dengan handuk, dan tersenyum


kikuk karna kaget.


"maaf aku fikir tidak ada orang, boleh


numpang ke kamar mandi?"


Tanya Wildan.


"Ohh iya silahkan" shima menyingkir dari


pintu kamar mandi dan beranjak


pergi ke kamar.


"Ya alloh ini jantung meuni berasa mau


copot, gak tau kaget liat orang asing,


atau kaget liat orang ganteng" sambil


memegang dadanya.


Nana duduk di ranjang shima, sibuk


dengan handphone nya.


"Shi aku pulang sekarang ya? soalnya


aku harus siap2, sore ini aku kan


harus kembali ke kota, besok udah


harus masuk kerja."


"bentar aku anterin, aku keringin rambut

__ADS_1


dulu."


Shima mengeringkan rambut, mengikat,


dan memakai jilbabnya, kemudian


mengantar nana kerumahnya.


"makasih ya shi udah nganterin aku."


"iya na sama2, klo pulang jangan lupa


main lagi kerumah aku ya?"


"iya shi pasti, klo libur panjang giliran


kamu dong main ke kota,


aku mau kenalin kamu sama pacar aku"


ucap nana sambil menggaruk tengkuknya


yang tidak gatal.


"insya Allah, kalo ada waktu kapan2


aku main, Jaga diri kamu baik2,


jaga maru'ah, biarpun pacaran tapi


jangan sampai


kebablasan, nanti menyesal."


Shima mengingatkan.


"Insya Allah aku akan selalu jaga diri,


terimakasih sudah mengingatkan."


Ucap nana tulus.


Mereka pun berpelukan tandap perpisahan,


selepas mengantar nana, shima kembali


kerumah untuk menyiapkan makan


siang, Sebelum appa dan para tamu


kembali dari kebun.


Hari ini shima memasak sayur asam,


ikan asin, ayam goreng bumbu kuning,


sambal, tahu bacem dan juga kerupuk.


shima pergi ke kamar untuk melaksanakan


sholat Dzuhur, karna appa dan yang lain


belum kembali dari kebun.


***


sepulang dari kebun, mereka berbincang


sejenak, lalu mereka melaksanakan shalat


secara bergantian,pak ibra shalat di kamar


appa, dan wildan beserta hanan sang asisten


shalat di kamar shima, karna jika shalat


di kamar appa semua akan membutuhkan


waktu lebih lama.


saat Wildan memasuki kamar shima


dia hanya memandang sekeliling, sederhana


namun rapih dan wangi, ya wangi bedak


bayi, di lihat ada minyak kayu putih, bedak


bayi, parfum anak2 yang menyatu dengan


produk kecantikan yang shima miliki.


"Oohh perempuan tadi sudah memiliki


anak rupanya, tpi spertinya masih cukup


muda." guman wildan.


Di meja dapur, Shima tengah menyuapi


alvan, alvan bercerita jika kemarin


temannya main ke kebun binatang,


tidak meminta secara langsung, namun


anak kecil itu sepertinya berharap shima


mengajaknya pergi ke kebun binatang.


"Apa kamu ingin jalan2 kebun binatang

__ADS_1


nak?" tanya pak ibra


alvan mengangguk antusias.


"tapi sayang sekali jika pergi hari ini


waktu kita tidak akan lama di sana,


gimana klo nanti paman ke sini lagi


kita ke kebun binatang bareng2?"


"Atteh di ajak juga kan paman?" tanya alvan.


"Tentu saja, kamu boleh ajak appa juga,


biar kita rame2."


Horeeeee alvan mau ke kebun


binatang, yee..yee.. yee..yeee


alvan turun dari kursi dan lari2.


"Jangan lari lari nanti jat..."


brukkkk...


"Aduuuhhh sakit." alvan menangis


sambil memegang kakinya.


Secara bersamaan wildan dan shima


menghampiri alvan,


mereka berdua tersenyum kikuk.


wildan meraih alvan kedalam gendongannya.


"Waaahh jagoan harus kuat, gak boleh


cengeng, cowok kan kuat." wildan


membujuk alvan agar berhenti


menangis.


"Tapi sakit kak." alvan belum


menghentikan tangisnya.


"Coba sini mana yg sakit." tanya


wildan lagi.


alvan menunjukkan letak rasa sakitnya,


kemudian wildan meniup ringan.


"udah gak sakit lagi kan?" tanya wildan


di iringi anggukan alvan.


"makasih kak." ucap alvan.


"jangan panggil kakak, uncle sudah terlalu


tua, panggil uncle aja ya?" wildan


tersenyum geli, yg benar saja di usianya


yg sudah hampir kepala tiga di panggil


kakak oleh anak kecil yg lebih cocok


jadi anaknya itu.


"oke uncle" alvan tersenyum.


"Ayo sayang sini, kasian uncle nya,


kamu kan berat" shima merentangkan


tangannya.


"Mendekat ke arah wildan seperti sport


jantung, ada debar2 dag dig dug seerrrr,


Ahhh mungkin efek jarang lihat cowok


ganteng jdinya agak terbawa suasana."


shima menjauhkan segala


macam fikiran2 yg gak masuk akal


menurutnya.


melihat shima yg sedikit salah tingkah


membuat wildan tersenyum tipis,


ahhhh mungkin karena dia tidak


terbiasa sedekat ini dengan pria


yg bukan mahromnya.


"Sayang sekali dia sudah bersuami"

__ADS_1


guman wildan dalam hati.


__ADS_2