Bayiku

Bayiku
episode delapan


__ADS_3

seperti hari2 biasanya, pulang


dari pabrik shima menjemput alvan


di rumah bi minah,


Saat melihat anak itu shima hanya


geleng2 kepala.


"ini rumah apa kandang


kambing, berantakan amat ya alloh"


kata shima so mendramatisir.


yang di omelin malah nyengir.


"bi minah aja gak marah kok,


iya kan bi?" alvan mencari pembelaan.


"iya gak apa2, kan cuma berantakin


mainan dia." ucap bi minah membela.


"tapi alvan, meskipun bi minah gak


marah, tpi gak baik loh berantakin


barang2 kayak gini, kalau mobil2an nya


ke injak, mobil2an nya rusak dan orang


yg nginjak nya kesakitan gimana?


kasian kan, apalgi kalo sampe luka.


terus ini pensil, klo ke injak juga dan


patah gimana? sayang kan?


yuk sekarang mainan, pensil sama


bukunya di beresin ya?" alvan


menganggukan kepala tanda mengerti.


dan habis ini kita


pulang dan mandi, kamu udah


bau acem banget." shima mengendus


badan alvan.


selesai merapikan mainan, alvan


dan shima pulang dari rumah bi minah.


***


"Naaahhh udah seger, udah wangi gini


kan enak, di suruh mandi kayak di suruh


nyangkul, meuni susah amat." shima


ceramah sambil nyisir rambut alvan.


"Aku susah di suruh mandi kalau


lagi males aja atteh, kalo lagi rajin mh


kan enggak." alvan membela diri sendiri.


"iyaaa tapi rajin sama malesnya itu


satu banding seribu." shima manyun.


"Atteh kita jajan yu, alvan pengen beli


es krim sama mie ayam." alvan nyengir.


"Ya udah ayooooo." shima beranjak


dari duduknya.


"Atteh tungguiiiiiiinnnnn." alvan lari


mengejar langkah shima.


"mau kemana shi?" tanya ayah


yang sedang nonton TV.

__ADS_1


"ini alvan pengen jajan katanya, appa


mau nitip sesuatu gak?" tanya shima


balik.


"Appa pengen martabak manis, udah


ada belum ya jam segini " appa melihat


ke arah jam tangan nya.


Jam 17:10


"Udah ada kayaknya ppa, gak lama lagi


juga masuk waktu magrib." jawab shima


"ya udah beli martabak manis ya?


biar gak usah masak buat makan malem."


kata appa lagi.


Tadinya shima mau jalan kaki


sekalian jalan sore, tpi yg jualan martabak


yg menurut shima paling enak di sekitar


sini tuh adanya di pinggir jalan besar


lumayan agak jauh sekitar 600 meter


dari rumahnya, akhirnya shima kembali


mengeluarkan motor nya.


Alvan duduk di depan, di suruh di belakang


gak pernah mau, katanya angin nya kurang


seger, Ahhh elaaaahhh emang dasar gak biasa pake kendaraan ber AC jadi dia sukanya


pake 'AL' alias angin lokal.


shima membeli martabak pesanan apa


terlebih dahulu, kemudian melipir


saat shima tengah duduk dekat gerobak


mie ayam tiba2 ada yg menegurnya.


"Hai.. shima kan?" tanya orang itu


"iya, siapa ya?" jawab shima heran,


seperti sedang mengingat apakah dia


kenal dengan orang yg bertanya atau tidak.


"kan bener kamu shima, kamu beneran


lupa sama aku?" tanya orang itu lagi.


"iya maaf aku lupa, mukanya sih gak


asing2 banget tpi lupa, siapaaa ya." shima


tersenyum tak enak hati.


"heyy.. aku marwan, kakak kelas kamu


pas SMP dulu, kamu benar2 lupa?


shima belum menjawab, masih


mengingat ingat nama tersebut.


"Ooohhhh iyaaa, ya alloh maaf aku lupa,


pantesan wajah nya gak asing." ucap


shima seraya meminta maaf.


"iya gak apa2 wajarlah kita kan udah


lama gak ketemu, tapi untungnya aku


masih ngenalin kamu, hee..hee." marwan


tersenyum garing.


"ini siapa shi? anak kamu? kamu udah

__ADS_1


nikah." tanya marwan bertubi-tubi.


"He..hee.. kenalin, ini alvan."


"Alvan salim dulu sama kakanya sayang."


Alvan pun mencium tangan marwan


sambil tersenyum.


"kamu kapan pulang kesini?" tanya shima.


"Aku kesini baru kemarin, nemenin


ibu mau ngehadirin nikahan


widy sepupu aku." jawab marwan.


"Oohh iya widy kan temen satu kelas aku,


aku juga di undang, insya Alloh besok


aku dateng kalo gak ada halangan,


Aku pulang duluan ya, mie ayam nya


udah selesai, takut keburu magrib di jalan."


pamit shima pada marwan.


"oke, besok ketemu di nikahan widy ya?


pasti banyak temen SMP kita di sana,


itung2 reunian." marwan tersenyum


melihat anggukan shima.


keesokan harinya


shima tengah bersiap-siap,


menggunakan gamis brukat warna krem


dengan jilbab senada.


tidak lupa memoles wajahnya, biar gak


jomplang sama tamu2 undangan yg lain.


shima sebenarnya sudah mengajak


alvan untuk ikut kondangan, tpi alvan


menolak, sepertinya dia tau kalau di sana


shima akan reuni dan dia bakal di kacangin,


"Aku mau main sama yasa aja di rumah,"


jawab alvan saat di ajak kondangan oleh


shima.


yasa adalah anak tetangganya yang seumuran dengan alvan.


"Ya udah kalo alvan gak mau ikut,


tapi mainnya di rumah aja ya


jangan ke mana2, soalnya rumah


gak atteh kunci, appa juga sebelum


dzuhur pasti pulang."


"siap atteeeh" jawab alvan...


Boleh dong sesekali sumbangin like,


koin sama poin nya, biar tambah husyu


gitu nulisnya. hehehee


Kalau visual nya menurut kalian kurang


Cocok, boleh di sesuaikan dengan imajinasi


kalian masing2. ☺️


jaga kesehatan ya teman2, jangan lupa 3M.


Foto/@syima_eima


__ADS_1


__ADS_2