
seperti hari2 biasanya, pulang
dari pabrik shima menjemput alvan
di rumah bi minah,
Saat melihat anak itu shima hanya
geleng2 kepala.
"ini rumah apa kandang
kambing, berantakan amat ya alloh"
kata shima so mendramatisir.
yang di omelin malah nyengir.
"bi minah aja gak marah kok,
iya kan bi?" alvan mencari pembelaan.
"iya gak apa2, kan cuma berantakin
mainan dia." ucap bi minah membela.
"tapi alvan, meskipun bi minah gak
marah, tpi gak baik loh berantakin
barang2 kayak gini, kalau mobil2an nya
ke injak, mobil2an nya rusak dan orang
yg nginjak nya kesakitan gimana?
kasian kan, apalgi kalo sampe luka.
terus ini pensil, klo ke injak juga dan
patah gimana? sayang kan?
yuk sekarang mainan, pensil sama
bukunya di beresin ya?" alvan
menganggukan kepala tanda mengerti.
dan habis ini kita
pulang dan mandi, kamu udah
bau acem banget." shima mengendus
badan alvan.
selesai merapikan mainan, alvan
dan shima pulang dari rumah bi minah.
***
"Naaahhh udah seger, udah wangi gini
kan enak, di suruh mandi kayak di suruh
nyangkul, meuni susah amat." shima
ceramah sambil nyisir rambut alvan.
"Aku susah di suruh mandi kalau
lagi males aja atteh, kalo lagi rajin mh
kan enggak." alvan membela diri sendiri.
"iyaaa tapi rajin sama malesnya itu
satu banding seribu." shima manyun.
"Atteh kita jajan yu, alvan pengen beli
es krim sama mie ayam." alvan nyengir.
"Ya udah ayooooo." shima beranjak
dari duduknya.
"Atteh tungguiiiiiiinnnnn." alvan lari
mengejar langkah shima.
"mau kemana shi?" tanya ayah
yang sedang nonton TV.
__ADS_1
"ini alvan pengen jajan katanya, appa
mau nitip sesuatu gak?" tanya shima
balik.
"Appa pengen martabak manis, udah
ada belum ya jam segini " appa melihat
ke arah jam tangan nya.
Jam 17:10
"Udah ada kayaknya ppa, gak lama lagi
juga masuk waktu magrib." jawab shima
"ya udah beli martabak manis ya?
biar gak usah masak buat makan malem."
kata appa lagi.
Tadinya shima mau jalan kaki
sekalian jalan sore, tpi yg jualan martabak
yg menurut shima paling enak di sekitar
sini tuh adanya di pinggir jalan besar
lumayan agak jauh sekitar 600 meter
dari rumahnya, akhirnya shima kembali
mengeluarkan motor nya.
Alvan duduk di depan, di suruh di belakang
gak pernah mau, katanya angin nya kurang
seger, Ahhh elaaaahhh emang dasar gak biasa pake kendaraan ber AC jadi dia sukanya
pake 'AL' alias angin lokal.
shima membeli martabak pesanan apa
terlebih dahulu, kemudian melipir
saat shima tengah duduk dekat gerobak
mie ayam tiba2 ada yg menegurnya.
"Hai.. shima kan?" tanya orang itu
"iya, siapa ya?" jawab shima heran,
seperti sedang mengingat apakah dia
kenal dengan orang yg bertanya atau tidak.
"kan bener kamu shima, kamu beneran
lupa sama aku?" tanya orang itu lagi.
"iya maaf aku lupa, mukanya sih gak
asing2 banget tpi lupa, siapaaa ya." shima
tersenyum tak enak hati.
"heyy.. aku marwan, kakak kelas kamu
pas SMP dulu, kamu benar2 lupa?
shima belum menjawab, masih
mengingat ingat nama tersebut.
"Ooohhhh iyaaa, ya alloh maaf aku lupa,
pantesan wajah nya gak asing." ucap
shima seraya meminta maaf.
"iya gak apa2 wajarlah kita kan udah
lama gak ketemu, tapi untungnya aku
masih ngenalin kamu, hee..hee." marwan
tersenyum garing.
"ini siapa shi? anak kamu? kamu udah
__ADS_1
nikah." tanya marwan bertubi-tubi.
"He..hee.. kenalin, ini alvan."
"Alvan salim dulu sama kakanya sayang."
Alvan pun mencium tangan marwan
sambil tersenyum.
"kamu kapan pulang kesini?" tanya shima.
"Aku kesini baru kemarin, nemenin
ibu mau ngehadirin nikahan
widy sepupu aku." jawab marwan.
"Oohh iya widy kan temen satu kelas aku,
aku juga di undang, insya Alloh besok
aku dateng kalo gak ada halangan,
Aku pulang duluan ya, mie ayam nya
udah selesai, takut keburu magrib di jalan."
pamit shima pada marwan.
"oke, besok ketemu di nikahan widy ya?
pasti banyak temen SMP kita di sana,
itung2 reunian." marwan tersenyum
melihat anggukan shima.
keesokan harinya
shima tengah bersiap-siap,
menggunakan gamis brukat warna krem
dengan jilbab senada.
tidak lupa memoles wajahnya, biar gak
jomplang sama tamu2 undangan yg lain.
shima sebenarnya sudah mengajak
alvan untuk ikut kondangan, tpi alvan
menolak, sepertinya dia tau kalau di sana
shima akan reuni dan dia bakal di kacangin,
"Aku mau main sama yasa aja di rumah,"
jawab alvan saat di ajak kondangan oleh
shima.
yasa adalah anak tetangganya yang seumuran dengan alvan.
"Ya udah kalo alvan gak mau ikut,
tapi mainnya di rumah aja ya
jangan ke mana2, soalnya rumah
gak atteh kunci, appa juga sebelum
dzuhur pasti pulang."
"siap atteeeh" jawab alvan...
Boleh dong sesekali sumbangin like,
koin sama poin nya, biar tambah husyu
gitu nulisnya. hehehee
Kalau visual nya menurut kalian kurang
Cocok, boleh di sesuaikan dengan imajinasi
kalian masing2. ☺️
jaga kesehatan ya teman2, jangan lupa 3M.
Foto/@syima_eima
__ADS_1