
Seperti biasa hari minggu selalu di habiskan shima quality time bersama alvan, Hari ini shima berencana belanja ke pasar mengajak serta alvan, dia paling antusias di ajak kepasar karna ada niat terselubung yaitu di belikan mainan oleh shima, ya meskipun bukan mainan mahal, beli mobil2an kecil seharga sepuluh ribu rupiah saja alvan sudah sangat bahagia.
"Alvan jangan ke mana2 ya? atteh mau mandi dulu, kalo kamu pergi nanti atteh tinggal."
"iya atteh, aku gak kemana-mana, cuma mau nonton tv aja." jawab alvan.
Saat hendak ke kamar shima berpapasan dengan appa.
"Appa gak ke pabrik hari ini?" tanya shima
"Enggak, kata pak hasan hari ini mau ada tamu, teman dari kota."Jawab appa sambil menyeruput kopinya.
"Lohh memangnya appa punya teman dari kota? sejak kapan?" shima bertanya sedikit memberi ejekan bercanda.
"Eeehhh jangan salah, gini2 juga appa mah temennya banyak, cuma kalo temen dari kota mh cuma pak hasan yang punya."
"Hahahaa, sudah kuduga." Shima tertawa sambil beranjak kekamar.
Shima menghangatkan motornya terlebih dahulu sebelum pergi ke pasar.
Di perjalanan iya tengah asyik bernyanyi lagu anak2 duet dengan alvan yg rupanya juga menikmati suara mereka yg gak merdu2 banget, alvan menyanyi balonku ada lima, ketika di bagian lirik "Dooorrrr" keduanya tertawa.
Dari arah berlawanan shima melihat mobil sedan hitam yg sangat kinclong, kayaknya shima bisa ikutan ngaca di mobil itu saking kinclong nya.
"Wahhh jangan2 itu mobil temennya pak hasan yg dari kota, giat amat jam 9 pagi udah nyampe sini."
__ADS_1
"Mobilnya kece, tpi dalemnya belum tentu, siapa tau bapak2 gendut, kumis tebel, udah aki2, temen appa mana ada yg muda2 apa lagi gantengnya kayak oppa2 koreah, hii hii hii." gumam shima di iringi tawa kecil.
"Atteh kok nyanyi nya berenti, lanjut dong."protes alvan
"Ohhh iya2 lanjuuuutttt, kita nyanyi topi saya bundar."
Topiiiii
Sayaaaaaa
bundaaaarrr
bundaaaarrr
topiiii
Alvan bernyanyi sambil menggerakkan tangan nya.
Shima pun berpapasan dengan mobil tersebut, Dia melirik tanpa menghentikan nyanyian nya, alvan fokus ke depan sambil asyik bernyanyi.
Sepulangnya dari pasar shima melihat mobil kinclong itu di depan rumahnya,
Shima masuk kerumahnya sambil mengucapkan salam, dia tersenyum ke arah para tamu tanpa memperhatikan satu persatu wajah mereka.
"Ehhh shima sudah pulang nak?" tanya appa.
__ADS_1
"iya appa, shima ke belakang dulu mau nyimpan belanjaan."pamit shima.
"Alvan sini sama appa, jajan apa tadi di pasar?" Tanya appa sambil memangku alvan.
"Alvan jajan cendol sama atteh, terus alvan beli mobil2an sama balon." alvan mengangkat jajanan yg di pegangnya sedari tadi.
"Tadi di pasar alvan lihat mobil2an yg ada remote nya, alvan minta beli itu sama atteh, Tapi kata atteh kita harus nabung dulu, soalnya mobil nya mahal, dua ribuan nya harus ada banyak." alvan bercerita dengan antusias.
Appa dan yg lain nya tertawa mendengar cerita alvan yg tanpa rem.
"Iya alvan harus nabung dulu, kan kata atteh alvan rajin menabung." jawab appa
Di dapur shima sibuk dengan urusan nya, menyiapkan makan siang untuk para tamu,
Memasak makanan sederhana khas orang kampung, Tumis kangkung, ikan asin, sambal terasi, tempe goreng dan tak lupa lalapan,
Selesai masak shima mempersilahkan para tamu untuk makan, berhubung meja makan yg hanya ada 4 kursi, tidak akan muat untuk mereka semua, shima menggelar tikar di belakang rumah yg berhadapan langsung dengan hamparan sawah.
Tiba2 seorang tamu dari kota memandang takjub pemandangan yang dia lihat.
"Subhanallah, ini yg selalu saya rindukan jika kekampung, udaranya segar, pemandangan yg indah, itulah mengapa saya ingin membuat villa di sini, sebagai tempat beristirahat, menghilangkan penat, dan tempat berkumpul bersama keluarga." Ucap pak ibrahim.
Ya kata appa beliau bernama pak ibrahim dan biasa di panggil pak ibra, beliau teman appa dan pak hasan semasa sekolah dulu, beliau datang bertiga ke sini bersama asisten dan juga sopir pribadinya.
Mereka makan dengan sangat lahap, hampir habis nasi pulen yg tadi shima masak.
__ADS_1
Seperti inilah kira2 pemandangan yg pak Ibrahim lihat.