Bayiku

Bayiku
Tiba2 peluk


__ADS_3

setelah makan siang selesai mama, kak Nadia,Tara dan Nara pun kembali pulang. setelah mereka pulang Shima simak kembali ke kamar untuk membereskan pakaiannya yang masih tersimpan di dalam koper, setelah membereskan pakaiannya kedalam lemari Shima pun merapikan yang lainnya.


"Mas, di dapur gak ada bahan makanan apapun, Apa tidak sebaiknya kita berbelanja dulu untuk mengisi kebutuhan dapur?" tanya shima.


Wildan pun menghampiri Shima di dapur dan melihat-lihat isi dapur.


"hmmm iya juga ya, Ya udah kamu siap-siap dulu kita ke supermarket sekarang, "ucap Wildan


"nggak usah ke supermarket mas kita ke pasar aja."ucap shima sambil menutup pintu kulkas.


"nggak apa-apa sesekali, lagian ada yang mau aku beli juga, biar gak mampir-mampir lagi."ucap wildan.


"Ya udah berangkat sekarang aja gak usah siap-siap, lagian apa juga yang mau disiapin kan yang mau bayarin mas Wildan." ucap shima nyengir sambil berjalan mendahului wildan.


Melihat tingkah laku istrinya yang menggemaskan, ingin rasanya wildan berlari dan memeluk shima dari belakang, namun rasa canggung masih saja mendominasi.


Sesampainya di supermarket wildan mengambil troli dan mendorongnya, Mencari cari apa yang mau mereka beli.


"Pilih aja apa yang kamu perlukan, dan beli semua keperluan rumah." ucap wildan kemudian di angguki oleh shima.


Shima memilih, sayuran, makanan instan, sabun dan lain sebagainya.


Tiba2 wildan mendekatkan wajahnya ke telinga shima dan berbisik.


"Beli shampo yang banyak." ucap wildan.


Shima mengerutkan keningnya.


"Pintu supermarket selalu terbuka untuk mas wildan, ngapain beli banyak2." jawab shima cuek.


"Dia gak ngerti apa pura2 gak ngerti sih, Bisa bahaya kalau dia gak ngerti kode2an." ucap wildan dalam hati.


Shima yang seperti tidak mengerti apa-apa terus saja melanjutkan acara belanjanya, sampai di rak yang berisi berbagai macam pembalut, kemudian memilih dua jenis pembalut.

__ADS_1


"Banyak banget belinya."tanya wildan.


"Iya buat stok, mas wildan gak mungkin mau beli'in aku pembalut kan?" tanya shima balik.


"Ngapain mesti malu, buat isteri ini." Jawab wildan.


"Iya juga siiihhhhh, ini sekalian aja soalny bentar lagi waktunya datang bulan."Ucap shima sambil mendorong trolinya.


"Ehhh, beneran sebentar lagi?" tanya wildan penasaran.


"Ngobrolin ginian di rumah aja, malu kalau kedengeran orang." Shima berjalan mendahului wildan ke arah kasir.


Wildan mengikuti shima dengan fikirannya yang harap2 cemas.


Di dalam mobil menuju pulang wildan kembali bertanya perihal datang bulan.


"Kamu kalau datang bulan suka berapa lama?" tanya wildan penasaran.


"Aku suka lama, sekitar 10 harian kadang bisa sampai 12 hari." jawab shima enteng.


"Emang kenapa sih mas?" tanya shima heran.


"E..enggak, gak apa2." Wildan berusaha bersikap biasa saja.


Shima merapikan belanja'an nya, Menyusun berbagai bahan makanan pada tempatnya.


"Mas mau makan apa buat nanti malam?" Tanya shima.


"Apa aja, aku bukan pemilih, tapi aku lebih suka makanan rumahan."jawab wildan.


"Okeeee." jawab shima enteng.


Shima sudah mengganti pakaiannya dengan piama tidur yg wildan belikan untuknya.

__ADS_1


Tiba2 wildan datang dan memeluknya dibelakang.


"Astaghfirullah mas."Hampir saja shima memukulnya karna kaget.


"Aku ada kerjaan yang gak bisa di tunda, kamu tidur duluan aja ya?" Wildan berbicara tepat di telinga shima.


"i.. iya mas, jangan gini dong, geli."Shima berusaha menghindar.


Wildan tersenyum tanpa melepas pelukannya.


"Mas ihhhh, katanya masih ada kerjaan."Shima masih berusaha melepas pelukan wildan.


"Diem dong sayang." wildan menggosok gosok wajahnya ke rambut shima yang terurai.


Akhirnya shima diam saja tanpa protes.


"Kalau mau tidur rambutnya gini aja ya, gak usah di ikat."Wildan membelai rambut sepinggang shima.


Shima hanya mengangguk kaku karena gugup.


Cup...


Wildan mengecup pipi shima sekilas kemudian keluar dari kamar menuju ruang kerjanya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Maaf baru up, biasa pengangguran banyak acara lagi bener2 banyak acara. 😂


__ADS_2