Bayiku

Bayiku
Membujuk alvan


__ADS_3

Setelah akad selesai kemudian di lanjutkan dengan resepsi, semua teman dan kerabat kedua belah pihak terlihat hadir tidak terkecuali rio, rio datang seorang diri dengan sangat gagahnya.


"Selamat ya shi, akhirnya kamu menikah."Rio menyalami tangan shima.


"Iya kak terimakasih, cepet nyusul ya kak." shima melepaskan genggaman tangan rio.


"Tadinya aku mau nyusul sama kamu, ehhh kamunya malah duluan." ucap rio.


"maksudnya.?" shima tidak mengerti.


"perkenalkan saya suaminya shima." tiba2 wildan menyodorkan tangannya.


rupanya wildan mendengarkan apa yang mereka berdua bicarakan.


"Ohhh iya maaf, saya rio teman sekolahnya shima." rio menjabat tangan wildan.


"Selamat ya untuk pernikahan kalian berdua."Kemudian rio meninggalkan pelaminan.


Appa sangat sibuk menerima tamu, sementara nana terlihat pergi kesana kemari dengan hanan, berbincang dengan teman kantor yang sebagian di undang.


***


"Yang tadi itu siapa?" wildan membuka jasnya.


"Yang mana?" shima pura2 tidak tau.


"Laki2 yang tadi ngobrol sama kamu paling lama." ucap wildan.


"Ohhh itu temen sekolah aku." shima melepas jarum pada jilbabnya satu persatu.


"Mantan pacar?" tebak wildan.


Shima membalikan tubuhnya dan tersenyum "iya, kenapa? cemburu?" shima mengulum senyum.


"Cemburu kan wajar, aku suami kamu loh." wildan mengingatkan.

__ADS_1


"Aku kan tadi gak ngapa-ngapain." shima membuka lemari dan mengambil handuk.


"Mas wildan mandi duluan ya?" shima memberikan handuknya pada wildan.


"Di kamar mandi belakang?" tanya wildan.


"Enggak, itu yang di samping kamar, waktu itu kamar mandi ini rusak, jadi aku juga mandi di kamar mandi belakang." shima menunjuk ke arah samping.


Setelah wildan pergi, shima mengganti pakaiannya, ternyata memakai gaun seharian sangat melelahkan dan tidak nyaman.


Shima duduk di depan cermin membersihkan makeup di wajah cantiknya.


Cklekkk


Suara pintu terbuka, ternyata wildan sudah selesai dengan mandinya, menggunakan baju yg lebih santai.


"Udah selesai mas?" shima mengambil handuk dari tangan wildan dan di angguki oleh wildan.


"mau bikin teh atau kopi?" tawar shima.


"Gak usah nanti aja." wildan tersenyum.


Setelah selesai mandi shima menemui alvan di kamarnya, Ternyata anak kecil itu sudah mau tidur.


"Tidurnya mau atteh temenin?" shima membelai rambut alvan.


"Gak mau, aku kan jagoan, udah berani tidur sendiri." alvan menyelimuti dirinya.


"Waaahhh kesayangan atteh beneran udah besar, tidurnya udah gak mau di temenin." shima masih membelai rambut alvan.


"Kata appa, atteh mau pindah ke kota, beneran?" alvan memandang shima.


"Kalau uncle ngajak atteh pindah, atteh harus mau, Tapi alvan ikut sama atteh ya?" shima memeluk alvan erat.


"Gak mau ahhh aku mau di sini aja sama appa." tolak alvan lembut.

__ADS_1


"Sayang, kalau kamu gak ikut sama atteh, yang jagain kamu siapa?" mata shima mulai basah.


"kan ada appa, aku kan udah bisa mandi sendiri, pakai baju sendiri, makan sendiri, aku gak bakalan ngerepotin appa kok, janji." alvan mengangkat tangannya.


"Sayang, ikut atteh ya?" sekali lagi shima membujuk alvan.


Wildan menghampiri mereka berdua, kemudian duduk di kursi.


"Alvan kenapa gak mau ikut atteh sama uncle?" kini wildan yang bertanya.


"Alvan suka di sini, alvan mau sekolah di sini, alvan gak mau ninggalin appa, kalau alvan ikut atteh terus appa sama siapa?" dengan wajah polos alvan membuat shima terisak.


Wildan mendekap shima, mengusap pundak shima untuk menenangkan.


"Shima, kenapa kamu nak?" tanpa mereka sadari appa sudah ada di ambang pintu kamar alvan.


"Gak apa2 kok appa."shima mengusap matanya dan tersenyum.


"Alvan cepat tidur ya? besok kan sekolah, nanti kesiangan." apa tersenyum dan beranjak meninggalkan mereka.


"Tidurkan alvan dulu, nanti kita bicarakan sama appa bagaimana baiknya." wildan meninggalkan shima dan alvan.


"Baca do'a dulu sayang." shima mengingatkan.


"Bismillahirrahmanirrahim, bismika allohumma ahya wabismika amut, Amiiinnn." alvan mengusapkan telapak tangan ke wajahnya.


"Anak pintar, sekarang bobo ya?" shima mengecup kepala alvan. Selamat tidur sayang...


.


.


.


.

__ADS_1


.


Mohon maaf jika ceritanya terlalu gaje 😁 Masih terus belajar berimajinasi dan menulis, jangan lupa like dan komentar nya, Di tunggu sumbangan koin dan poinnya teman teman, Kritik dan saran curahkan via komentar saja, terima kasih. ☺️


__ADS_2