
***
"Pagi pa, ma." wildan duduk di kursinya.
"pagi sayang, kenapa itu muka kayak gak sempet di setrika." mama mengerutkan keningnya. "gak ada yang setrikain." wildan menjawab asal, menyendok nasi goreng ke atas piringnya, dan memakan nya dengan cepat. "kamu kenapa itu makan kayak kesetanan." mama mendengus kesal. "ada metting pagi ma, takut telat." wildan meminum air putih di hadapannya kemudian bangun dari duduknya. "Aku berangkat ya ma, pa."Wildan mencium tangan ayah dan ibunya.
"Iya, papa ke kantor agak siang ya." ucap papa kemudian di angguki oleh wildan.
"itu anak kenapa sih pa." mama menanyakan perihal keanehan sikap wildan akhir2 ini.
"begitulah ma kalau orang lagi jatuh cinta, sikapnya suka aneh2." papa menjawab santai.
"Biarin aja lah ma, biarkan wildan memikirkan matang2 tentang perasaan nya, kita sebagai orang tua cukup mendukung pilihannya selama yg dia pilih tidak bertentangan dengan syari'at, jika wildan benar2 serius dan selama kita tidak melihat keburukan dalam diri shima, kita do'akan saja, bukankah wildan tipikal orang yg susah jatuh cinta? apa mama ingat kapan terakhir kali wildan punya pacar? papa takut jika sekarang kita menentang kehendak nya, wildan akan semakin larut dengan kesendirian nya." ucap papa lagi.
Mama hanya diam, memikirkan apa yg akan dia ucapkan.
"Apa papa tau alasan shima bercerai dengan
suaminya dulu? mama rasa di usia alvan sekarang, shima menikah masih muda, atau jangan2?" fikiran mama semakin berkecamuk. "Husss istighfar ma, jangan su'udzon, jika kita salah menilai, maka kita yg dosa." papa mengingatkan. "Astaghfirullah, ya alloh, kenapa mama jadi gini sih." mama mengelus dadanya.
sementara di kantor pun wildan masih terlihat kusut dan tak bersemangat.
"Harusny orang yang jatuh cinta itu hidupnya lebih bersemangat dan ceria, ini mah malah kebalikannya."celetuk hanan.
"Iya kalau yg cinta nya di sambut, orang tua sudah memberi lampu hijau, lah ini mah masih semerawut." ucap wildan ketus. "makanya gercep dong bos, nanti keburu di ambil orang, bakal nyesel tuh."hanan menakut nakuti. "kamu bukannya ngasih semangat malah bikin takut." dengus wildan.
__ADS_1
"Haha sorry bos." hanan kelura dari ruangan wildan karna masih banyak pekerjaan.
"Sebenarnya aku ini cinta, kagum, atau hanya sekedar suka? tapi untuk urusan menerima Alvan sebagai anakku, aku merasa tidak keberatan."Wildan hanya bergumam.
***
"Alvaaan mandi dulu, ini sudah sore sayang." shima menghampiri alvan yang masih asyik main mobil2an. "iya sebentar lagi, masih mau main." alvan tidak mengalihkan pandangan dari mainannya. "Oke, atteh kasih waktu 10 menit lagi, dalam waktu 10 menit kamu sudah harus selesai bermain dan kembali merapikan mainannya, oke?" shima memberi toleransi." "Siap grak." alvan mengangkat tangannya tanda hormat. shima hanya geleng2 kepala.
Sambil menunggu alvan selesai bermain, shima menyiapkan pakaian alvan dan merapikan kamar tidurnya.
"Atteh mandiiiiiii." alvan berteriak dari arah pintu kamar mandi.
Ternyata bocah itu nurut juga, padahal belum 10 menit udah siap siaga di kamar mandi.
" iya sebentar, ini ambil handuknya dulu." shima menghampiri alvan yg masih menggunakan baju lengkap, satu persatu shima membuka pakaian alvan dan memandikannya.
Alvan serius dengan film kartunnya, sementara shima asyik dengan ponselnya, saling berbalas pesan dengan nana sahabatnya, dia mengajak shima main ke kota saat libur panjang nanti, nana berjanji akan menjemput shima di kampung dan mengajaknya jalan2 mengelilingi kota, kurang lebih dua jam jika menggunakan motor jarak antara kampung tempat shima tinggal dengan kota yang di tempati nana saat ini, Ahhhh tak sabar rasanya kedua sahabat ini ingin segera bertemu.
***
"kamu udah siap shi?" nana menghampiri shima yg masih merapikan bawa'annya.
"udah, ini tinggal berangkat." shima mengangkat tas nya.
Rencananya shima akan menginap satu hari di kost'an nana, kost'an nana khusus perempuan, dan mereka anak2 yang baik dan nana bisa appa percaya, maka dari itu appa mengizinkan shima pergi dengan nana.
__ADS_1
"Ya udah ayo." nana keluar dari kamar shima terlebih dahulu. "Appa aku pamit ya? dan kamu alvan, jangan rewel, nurut sama appa, selama atteh pergi jangan main jauh2, main sama yasa aja." shima mencium tangan appa dan alvan mencium tangan shima, shima pun mencium kepala alvan.
"Assalamu'alaikum." pamit mereka berdua.
shima akhirnya pergi dengan dibonceng oleh nana.
"Akhirnya sampai juga, ayo masuk shi." nana menarik tangan shima.
kebetulan di depan ada ibu kost, nana langsung meminta izin ibu kost bahwa temannya akan menginap semalam di sini, dan ibu kost pun mengizinkan.
"Sudah jam setengah dua, tapi kita belum makan siang, kita solat dulu, habis itu kita makan di cafe, oke?" nana beranjak menuju kamar mandi.
"Okeeeeee."shima menjawab setengah berteriak karna nana sudah menghilang dari hadapan nya, Shima merebahkan badannya terlebih dahulu sambil menunggu nana selesai solat.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Hai teman-teman, jangan lupa like dan juga komentar nya, terus dukung aku yang masih belajar ini ya, Terimakasih. ☺️