Bayiku

Bayiku
wedding day


__ADS_3

"Ternyata benar kamu shi, kamu manglingi setelah beberapa tahun gak ketemu."


rio berbicara sambil memeriksa kondisi alvan.


"Bagaimana kondisi alvan kak?." shima tidak menanggapi pembicaraan rio.


"Alvan tidak apa2, dia hanya demam, jika dalam waktu tiga hari panasnya belum turun datang lagi kesini ya? ini resep obatnya nanti tebus di apotek. Shima hanya mengangguk.


"Terimakasih kak, kalau begitu saya permisi." shima menggendong alvan.


"Tunggu shi, apa kamu masih tinggal di rumah yang dulu?"tanya rio. "iya kak." jawab shima singkat. "kalau nanti aku mampir boleh?" tanya rio kembali. namun shima hanya tersenyum tanpa memberi jawaban.


"Saya permisi kak."kemudian keluar dari ruangan tersebut.


"kamu tidak berubah shi." gumam rio.


sesampainya di rumah shima menidurkan alvan kembali, sudah beberapa hari ini alvan belajar tidur sendiri, awalnya alvan menolak dengan alasan takut, namun appa membujuknya jika anak laki-laki sudah sekolah maka harus berani tidur sendiri, akhirnya alvan setuju namun harus di temani sampai dia tertidur.


Rumah sudah ramai oleh sanak keluarga yg datang dari jauh karena lusa acara pernikahan akan di gelar, tiang2 tenda sudah mulai di pasang, selama 2 minggu shima tidak di izinkan bertemu dengan wildan.


"Kak shima ada tamu di depan." ucap sepupunya


"Siapa?" tanya shima, kalau nana biasanya dia akan langsung masuk.

__ADS_1


"Tidak tau, dia laki2."keponakan nya kembali keluar "Laki2, siapa ya!" shima beranjak keluar rumah. "Assalamu'alaikum shi." rio mengucapkan salam saat melihat shima keluar. "wa'alaikum salam, duduk kak." shima mempersilahkan rio duduk di kursi yg ada di depan rumahnya.


"Ada perlu apa kak?" tanya shima


"Hanya mampir, mau ada acara apa shi?" rio balik bertanya.


"Oohh, Lusa aku akan menikah, do'akan semuanya lancar ya kak?" jawab shima sambil tersenyum.


"Wahhh selamat ya, iya semoga semuanya lancar tanpa ada kendala apapun." meskipun entah kenapa ada sedikit rasa kecewa di lubuk hatinya, namun rio mendo'akan dengan tulus.


"Iya kak amiiiin." shima tersenyum.


"Aku di undang gak nih." ucap rio sambil tersenyum.


"Ohhh iya lusa jangan lupa dateng ya kak." ucap shima. "Iya insya alloh kapau ada waktu aku pasti dateng."


"Ehhh gak usah shi, aku juga mau pulang, kan kesini cuma mampir." rio pun bangun dari duduknya. "Oohh gitu, ya sudah lusa jangan lupa dateng kak."


"Insya Allah, sekali lagi selamat ya?" rio berucap dan melangkah kan kakinya.


***


hari yang dinanti pun tiba, shima sudah cantik dengan kebaya putih lengkap dengan hijabnya yang senada.

__ADS_1


"Atteh cantik banget, kayak Cinderella yang di tv." celetuk alvan.


"Alvan juga ganteng, gagah lagi kalau pake jas gini." shima merapikan jas biru muda yang alvan gunakan.


Nana sibuk kesana kemari membantu menyiapkan beberapa keperluan yang shima butuhkan.


"Shi ini buket bunga kamu, aku pegang dulu ya." Nana mengangkat buket yang dia pegang. "Iya pegang dulu aja." kata shima.


"Oh iya shi, kalau nanti kamu melempar buket harus ke arah aku atau mas hanan ya! biar kita cepet nyusul." nana bicara antusias.


"gak bisa gitu dong itu namanya curang." shima tersenyum. "ihhh kamu mah gak asik." nana mengerucutkan bibirnya dan shima hanya menggelengkan kepalanya.


"Shi akad mau di mulai, ayo turun." Bibi dari pihak ibu datang menjemput shima di kamar, memegang tangan shima menuju tempat akad.


"Semua orang terpesona dengan kecantikan shima, tidak terkecuali wildan, dia tidak sabar ingin segera menghalalkan wanita pujaannya.


.


.


.


.

__ADS_1


Maaf ya teman-teman jika ceritanya gaje, maklum masih belajar ☺️ Terus support dengan like dan komentar kritik dan sarannya ya. ☺️



__ADS_2