Bayiku

Bayiku
Salah nanya


__ADS_3

Hari ini shima berangkat ke pabrik, minggu


lalu ada kabar bahwa pabrik akan mengurangi


jumlah karyawan, bukan PHK secara sepihak


melainkan persetujuan kedua belah pihak,


jika ada yg ingin keluar maka gaji pokok,


uang pesangon dan uang tunjangan lain nya


tetap akan di bayarkan, dan jika pabrik sudah


kembali stabil maka pabrik akan membuka


lowongan kembali.


shima sudah berbicara dengan appa


baiknya bagaimana, dan appa menyetujui


apapun pilihan nya, sebentar lagi alvan


akan memulai sekolahnya, shima ingin


menemani hari2 pertama alvan bersekolah,


setelah berfikir semalaman baiknya bagaimana, akhirnya shima mengambil


keputusan.


"Shi kamu yakin dengan keputusanmu?"


tanya arin.


"iya shi, kita udah dua tahun bareng2,


aku jadi sedih kalau kita pisah." Silvi


tak kalah sedihnya.


"jangan sedih dong, kita kan masih bisa


ketemu, lagian kalau nanti ada loker lagi


di sini dan aku mau kerja lagi kan aku


bisa ikut melamar lagi." Jawab shima


tersenyum.


***


Setelah memutuskan berhenti bekerja


dan alvan hari ini mulai masuk sekolah,


alvan begitu antusias bahkan baru adzan


subuh pun dia sudah bangun, biasanya


paling susah di suruh bangun pagi.


"Atteh ayo buruaaan nanti telaaat."


alvan menarik baju shima.


"Ya alloh sayang ini masih pagi, di sekolah


masih belum ada siapa2." shima


merapikan meja setelah mereka bertiga


selesai sarapan.


"tapi aku udah gak sabar." rajuk alvan.


"Sayaaang, yasa juga belum berangkat,


pasti dia masih sarapan." shima menenangkan.


"kita ke sekolah bareng yasa aja?" usul alvan


"Ayok, nanti atteh telpon mamanya yasa


dulu biar kita bisa berangkat bareng2." shima


mengeluarkan hp dari saku celananya.


tuuuttt...tuuuttt...


"Hallo Mbak mia."

__ADS_1


"iya shi ada apa?"


"yasa udah siap ke sekolah?"


"yasa masih sarapan, dia ogah2an


berangkat sekolah katanya takut


ketemu sama orang baru."


"euleuuuhhhh, alvan justru kebalikannya


mbak, denger adzan subuh langsung


melotot itu mata." shima melirik


ke arah alvan.


Yang di lirik malah cuek pura2 gak denger.


"wah alvan hebat, mudah2an di sekolah


nanti yasa gak rewel."


"iya mbak aku juga takut alvan gitu, dari


rumah semangat pas sampe sekolah


nyalinyaenciut, hii..hii..hii."


Yang di ledek nya malah manyun, pundung


kayaknya dia.


"kita barengan aja ya mbak, biar alvan


langsung ada temennya."


"ya udah ayok, kita berangkat 10 menit


lagi." mbak mia pun menutup telponnya.


Tiitt... tiiiittt...


shima membunyikan klakson motornya


di depan rumah mbak mia.


mbak mia yg sudah siap dan sudah memakai


menaiki motornya.


"yuk semangat anak2, hari pertama


sekolah pasti seru." shima menyemangati


anak2 begitu mereka turun dari motor.


"Aku takut atteh." alvan menggenggam


tangan shima erat.


"Duuuhhh ada yang deg degan."


shima malah ngeledek.


"Atteh mah ihhhhh." alvan menggelayuti


tangan shima.


"Atteh antar sampai kelas, nanti stengah jam


sebelum jam pulang sekolah atteh jemput."


shima mengelus rambut alvan.


"Atteh gak mau tungguin aku di sini?"


alvan berharap shima mau menunggu nya


sampai jam pulang sekolah.


"Anak jagoan mah harus mandiri atuh,


kan udah gede." bujuk shima.


"Yasa di tungguin tante mia gak ya?"


tanya alvan.


"Yasa juga gak di tungguin, sama kayak kamu


nanti di jemput lagi."

__ADS_1


Tidak lama kemudian mbak mia datang


dan mengajak shima pulang, dia sudah


berhasil membujuk yasa agar mau


di tinggal.


"Nah sekarang kamu sama yasa, nanti


juga ibu guru pasti kenalin kamu sama


teman2 yang lain." shima tersenyum menenangkan.


Setelah bel masuk berbunyi, shima dan mbak


mia pun pulang.


Sesampainya di rumah, shima kembali


di sibukan dengan urusan rumah, cucian


yang belum sempat di jemur, lantai yg


belum selesai di pel, akhirnya semua


pekerjaan selesai sebelum jam pulang


sekolah alvan, shima kemudian mandi


karna tadi pagi belum sempat mandi,


Agak ribet ternyata kalau pagi2 di recokin


alvan.


Seperti biasa di depan rumah mbak mia


shima membunyikan klakson nya, mbak


mia pun keluar setengah berlari.


Di perjalanan pulang dari sekolah, alvan


bercerita banyak, mulai dari teman2 nya


yang baru, belajar berhitung, menggambar


burung, semua di ceritakan dengan penuh


semangat.


Sesampainya di halaman rumah,


shima Tampak mengerutkan keningnya,


"itu mobil siapa ya." tanya shima


pada alvan.


"Mana aku tau, kan atteh yg dari tadi di rumah." jawab alvan.


"Lah iya ya, aku salah nanya, hi..hi..hii."


shima tertawa geli.


"Assalamu'alaikum." shima masuk kerumah sambil mengucap salam.


"Wa'alaikum salam." semua orang menjawab serentak.


"Alvan sudah pulang? gimana sekolahnya nak?" appa mendudukkan alvan di pangkuannya, sementara tas yg dia gendong sudah shima pegang.


"Seru banget appa, aku belajar gambar burung, dan aku dapet nilai 90, hebat kan appa?" alvan berbicara pada appa tak kalah antusias nya.


"Waaahhh hebat, kamu jagoannya appa


paling hebat, harus tambah rajin lagi ya belajar nya biar dapat nilai 100." appa menyemangati Alvan supaya tambah giat lagi belajar.


"Ehh ada uncle, maaf alvan tadi gak liat


uncle, hee..heee." alvan nyengir menunjukkan giginya yg putih.


"Yang lagi cerita di sekolah baru sampai lupa ada uncle di sini." jawab wildan.


"Alvan, salim dulu sama semuanya sayang."


perintah shima.


alvan pun mencium tangan mereka satu


persatu, mulai dari pak ibra, bu ulfah, dan juga wildan.


"Saat alvan mencium tangan bu ulfah, bu Ulfah tampak memandang shima dan alvan secara bergantian, seperti ada banyak pertanyaan di kepalanya,

__ADS_1


iya bu ulfah adalah istri pak ibra, alias ibunya Wildan.


Haiiii teman2 boleh dong bagi like, koin, dan juga poin, se ikhlasnya aja, biar aku tambah husyu nulisnya. heheheee


__ADS_2