Bayiku

Bayiku
episode sembilan


__ADS_3

Shima berangkat ke tempat kondangan


bersama siti, teman semasa SMP yang


rumahnya tidak begitu jauh dengan rumah


shima.


sesampainya di tempat kondangan


shima hanya celingukan,


siapa tau aja ketemu teman2 nya yg


lain, sebenarnya shima


agak kurang percaya diri karena teman


semasa SMP nya pasti sudah memiliki


gelar sarjana, atau bahkan sudah bekerja


di perusahaan2 di kota.


Huuufffttttt...


shima menghembuskan nafasnya panjang,


berharap mengurangi rasa tidak percaya


dirinya.


"kamu kenapa shi? " tanya Siti.


"Aku gugup, merasa tidak percaya diri


kalau nanti ketemu teman lama, takut


di tanya kamu kuliah di mna? kerja di mna,


udah nikah belum, aku bingung jawabnya."


jawab shima sedih


"jika ada yg bertanya seperti itu, jawab


apa adanya aja shi, karena teman yg baik


tidak akan mencela kehidupan temannya


sendiri." siti tersenyum mengusap pundak


shima memberi semangat.


"yuk ah masuk, ngapain lama2 berdiri


di sini." siti menarik tangan shima


agar mengikuti nya.


"shima, heyyy..." marwan melambaikan


tangan nya.


Shima pun melambaikan tangannya malu2.


"marwan?" tanya siti kaget


"bentar, yg ini siapa nih? teman kita juga


ya shi?" tanya marwan kepada shima.


"tuh kan ternyata kamu juga pelupa."


jawab shima melirik sinis.


"he..hee.. sory2, yg ini kayak kamu


kemarin, wajah nya gak asing tpi lupa

__ADS_1


namanya." marwan nyengir memperlihatkan


gigi putihnya.


"ini siti, yg waktu itu pingsan pas olahraga,


terus kamu sebagai kakak kelas yg baik hati,


rajin menabung dan tidak sombong, gendong


dia sampe ke UKS." ucap shima.


"Ooooohhhh iya iya aku inget sekarang,


soalnya yg aku inget cuma yg lari2 ngikutin


aku ke UKS, he..hee..."


Shima memutar bola matanya.


Kemudian mereka menyalami pengantin,


dan lanjut mengantri untuk santapan


jasmani.


Jarak beberapa meter dari shima, ada yg


memperhatikan dia yg lagi ngobrol sambil


makan, sesekali di iringi tawa yg entah apa


yang sedang mereka bicarakan, nostalgia


mungkin.


"Ternyata dia disini" gumam nya


tanpa mengalihkan pandangannya dari shima.


"Shima, kamu di sini juga?" tiba2 pak ibra


datang dan menyapa nya.


ke sumber suara.


"Ehhh pak ibra, iya pak kebetulan yg nikah


teman saya waktu smp." jawab shima


sambil tersenyum.


"Oohh iya, kebetulan yg punya hajat juga


temen bapak dulu, teman appa mu sama


pak hasan juga, Eh iya appa mu tidak


datang kesini?" tanya pak ibra.


"Appa kesini nanti sore, karna pagi sampai


siang katanya ada perlu di pabrik,


bapak ke sini sama siapa?" tanya shima lagi.


"itu sama wildan." pak ibra menunjuk


ke arah wildan.


Dan ternyata Wildan pun tengah memandang


ke arah shima, reflek shima pun tersenyum


dan menganggukkan kepalanya ke arah


wildan.


Shima dan siti pun berpamitan pada

__ADS_1


teman2 nya yg lain, mereka cukup lama


di sana, asyik ngobrol sampai lupa waktu.


Saat ke parkiran, shima bertemu kembali


dengan pak ibra kemudian pak ibra


menawarkan untuk pulang bersama,


karna kebetulan pak ibra akan mampir


terlebih dahulu ke rumahnya.


"Shima mau pulang? bareng bapak aja,


kebetulan bapak akan mampir ke rumah mu."


"Tidak perlu pak, shima bareng temen shima


saja, kita juga pulang satu arah." jawab


shima sungkan.


"Tapi shi, aku mau ke minimarket dulu,


gak apa2?" ucap siti.


"Tuh temen kamu juga ada keperluan lain


dulu, yuk pulang bareng kita aja." pak ibra


membuka pintu mobil bagian belakangnya.


"hmm ya udah deh, maaf om


jadi ngerepotin."


"gak apa2, kan sekalian."


"Siti aku pulang duluan ya kalau gitu."


Siti pun menganggukkan kepalanya


sambil tersenyum.


Selama di mobil shima merasa


panas dingin, gugup, grogi, deg-degan,


padahal yg di grogi'in dingin2 bae.


"ini hati sama body pada kenapa sih,


Ampe keringet dingin" shima berucap


dalam hati.


Tanpa shima tau sebenarnya wildan


sama groginya, mencuri curi pandang lewat kaca spion dalam, padahal ini bukan kali pertama wildan bersama


seorang perempuan muda, Dengan klien, sekertaris kliennya, bahkan


dengan karyawan nya pun dia selalu


merasa biasa saja.


Saat wildan kembali melihat kaca spion


tiba2 dia melihat mata shima tengah


memandang ke arah spion tersebut,


mereka sama2 kaget dan membuang


pandangan nya ke sembarang arah.


Yaaaahhhh tercyduk deeeeehhhh...

__ADS_1


Jangan lupa like, dan juga sumbangan


koin beserta poinnya selalu aku nantikan.


__ADS_2