Bayiku

Bayiku
Kecoa


__ADS_3

"Ya Alloh, ini hati berasa lagi tahun baru, dar der dor." shima memegang dadanya.


Setelah wildan keluar dari kamar, shima pun menyelesaikan rutinitas sebelum tidurnya.


Berhubung Wildan menyuruh nya untuk tidur lebih dulu, dan hari ini shima merasa sangat lelah, akhirnya dia memutuskan untuk tidur duluan.


"Astaghfirullah." Shima terbangun karena kaget.


"Kenapa?" Wildan ikutan kaget.


"Aku fikir kecoa mas." Shima mengusap kakinya.


Wildan sebagai pelaku tunggal hanya tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Wildan kembali kekamar setelah pekerjaan nya selesai, Melihat shima tidur terlelap sambil memeluk guling membuat nya ingin memeluk shima, dua malam setelah mereka menikah tidak ada apapun yang terjadi di antara mereka berdua, Tidak ada peluk memeluk, Tidak ada genggam menggenggam. Melihat shima tertidur dengan celana tidur yang terangkat membuat betis mulusnya terekspose sebagian, tidak putih seperti anggota girlband2 korea, kulit shima cenderung kuning langsat, namun mulus terawat, Awalnya hanya ingin menutupinya dengan selimut, namun hati berteriak untuk menyentuhnya terlebih dahulu.


Awalnya ragu, deg degan, takut shima bangun dan kaget, tapi apa yang salah, Wildan merasa ini haknya, karna dia adalah suaminya.


Wildan mulai menyentuh betis shima, Oke tidak ada pergerakan apapun, kemudian wildan meraba nya, Shima menjerit kecil kemudian terbangun sambil beristighfar.


Entah harus tertawa atau apa saat shima mengira bahwa sentuhan wildan adalah kecoa.


Wildan hanya tersenyum dan menggaruk tengkuknya.


Setelah debaran jantungnya mulai kembali normal, shima bertanya pada wildan.


"Mas sudah selesai kerjanya?" shima menggosok matanya.

__ADS_1


Dilihatnya jam menunjukkan pukul setengah dua malam.


"Ya alloh mas, kerja sampai jam segini?" tanya shima.


"Iya mas sudah biasa, bahkan bisa sampai jam tiga pagi kalau pekerjaan nya sangat penting dan harus di kerjakan cepat."jawab wildan.


"Mas lapar? mau makan? atau mau minuman hangat?" shima hendak bangun dari tempat tidurnya.


"Mau kemana." wildan menarik tangan shima, akhirnya shima terduduk di pangkuan wildan.


"Mas, apa'an sih, aku ini berat, Aku mau kedapur bikinin sesuatu buat kamu." shima mengikat rambutnya.


"Aku gak perlu minuman hangat, aku cuma butuh pelukan hangat"Wildan memeluk shima sangat erat.


Yang di peluk malah senyum pretending to be shy.


"Mas?" shima memegang tangan wildan yang tengah mendaki gunung.


"Ya, kenapa sayang?" Wildan tidak menghentikan aktivitas nya.


"Maaf, aku lagi datang bulan." Shima menundukan wajahnya, shima tidak akan kuasa melihat raut kecewa dari wajah suaminya.


"Apaaa!!! kapan? tadi kamu masih solat isya kan?" Wildan tidak bisa menutupi keterkejutan nya.


Ingin rasanya wildan berteriak dan berkata kenapa harus sekaraaaaang, kenapa gak besok2 ajaaaaaaa.


"Iya mas, tadi sebelum aku tidur aku ke kamar mandi dulu, dan ternyata aku datang bulan." Shima memegang tangan wildan yang sudah turun gunung.

__ADS_1


Wildan menghela nafas, kemudian tersenyum.


"Ya sudah gak apa2, kita tidur aja yuk, udah malem." Wildan menidurkan shima, menyelimuti keduanya kemudian memeluk shima dengan erat.


"Sayang, berapa lama aku harus nunggu?" Wildan berbisik di belakang telinga shima.


Shima membalikan tubuhnya berhadapan dengan wildan.


"Tunggu 8 sampai 10 hari ya!" Shima menyentuh pipi suaminya dan tersenyum.


Wildan menghembuskan nafas panjang.


"Tidurlah, sudah malam." wildan Kembali memeluk shima, membuat wajah shima berhadapan dengan dada suaminya.


Aroma maskulin menyeruak dari tubuh suaminya, masih agak canggung, namun harus mulai terbiasa, dosa besar jika shima menolaknya.


"Ternyata senyaman ini tidur dalam pelukan suami." batin shima.


"Mas bangun, solat subuh dulu."Shima menggoyangkan tubuh wildan.


Wildan membuka matanya dan tersenyum.


"Selamat pagi sayang." Wildan mencium kening shima.


"Jangan mas, aku masih bau, belum mandi." shima menutupi seluruh wajahnya dengan selimut.


"Aku tidak menyangka kamu bisa semenggemaskan ini."Wildan mencubit hidung shima dari balik selimut kemudian melangkah menuju kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2