
"Ayo, Rindi! Sedikit lagi!" Ujar Dr Nike memberi semangat pada Rindi saat mengejan.
"Astaghfirullah, sakit banget... Aaakhhh!"
Oek! Oek! Oek!
Terdengar suara bayi menggema diruang bersalin. Seorang bayi laki-laki telah lahir dalam keadaan sehat dan tak kurang suatu apapun.
"Alhamdulillah...." Mereka mengucapkan rasa syukur kepada Allah atas kemudahan dalam melahirkan malaikat kecil itu.
"Alhamdulillah ya Allah. Sayang, bayi kita sudah lahir." Arfan mengecup wajah Rindi berulang kali. "Terimakasih, Sayang, atas segala perjuanganmu dalam melahirkan zuriatku." Arfan menggengam erat tangan sang istri dan mengecupnya berulang kali.
Rindi tersenyum bahagia menatap manik suaminya yang tampak mengeluarkan cairan bening dengan perasaan haru. "Aku juga sangat bahagia sudah menjadi ibu dari anakmu, Mas," ujar Rindi membalas mengecup tangan suaminya.
"Hei, bocah tersangka. Kamu harus bertanggungjawab atas kegagalan kencanku hari ini. Seandainya gebetanku cemburu denganmu, karena aku lebih memilih menemuimu daripada dia, maka akan ku tuntut kamu ke pengadilan cinta," racau Dr Nike pada bayi merah itu saat telah selesai dibersihkan.
Dengan gemas Dokter cantik itu mengecup pipi bayi mungil itu. Lalu memberikan pada kedua orangtuanya.
Oek! Oek!
__ADS_1
Pekik bayi itu kembali saat masih dalam gendongan Dokter Nike. Wanita itu kalang kabut.
"Ow, Ow. Ternyata dia marah karena Ante omeli, iya? Oh, sorry baby boy, Ante cuma bercanda, Sayang." Nike mengecup wajah bayi itu kembali.
"Rasain, emang enak kena semprot? Lagian salah sendiri ya, Nak. Ngapain juga kencannya Pagi-pagi begini," ujar Arfan menimpali ucapan Dr Nike.
"Ish, mending masih ada yang ngajak kencan pagi-pagi. Hidupku itu ngenes banget tahu nggak? Punya hati bagaikan Bandara, banyak yang mendarat tapi rata-rata hanya transit," ujar Nike yang membuat semua orang diruangan itu tertawa.
"Sabar, Dok. Mudah kok jika ingin tahu seseorang itu jodoh kamu atau tidak," kata Rindi menimpali.
"Hah? Kamu serius, Bu Dokter? Bagaimana caranya?" tanya Nike tertarik dengan ucapan Rindi.
"Ya, kamu tinggal beri dia pertanyaan saat berkomunikasi. Kamu tanyain sama dia. "Hari ini kamu mau kemana? Kalau jawabnya nggak kemana-mana, berarti dia itu jodoh kamu, karena kalau jodoh tidak akan kemana-mana!"
Kembali mereka terkekeh melihat tampang Dokter Nike. Bidan Yuni juga ikut menimpali memberi gurauan pada Dokter lajang itu. Sehingga menjadi bahan tertawa untuk mereka.
"Nih, baby kalian. Silahkan di adzankan Pak Dok," ujar Nike menyerahkan bayi mungil itu pada sang Ayah.
Arfan menerima bayinya yang telah dibersihkan. Pria itu mengecup wajah halus lembut itu. "Assalamualaikum, anak Papa. Selamat datang di dunia, Nak, semoga kamu selalu dalam lindungan Allah. Dan kamu akan menjadi pelengkap kebahagiaan Papa dan Mama."
__ADS_1
Arfan segera mengadzani putranya dan setelah itu meletakkan diatas tubuh Rindi untuk merangsang ASI agar cepat keluar.
Wanita itu menangis haru mendekap tubuh bayi mungil itu penuh kasih sayang. Berulang kali mengecupnya. "Terimakasih sudah hadir dalam hidup kami, Nak. Do'a kami selalu mengiringi hidupmu, semoga kelak kamu menjadi anak Sholeh."
"Aamiin..." Mereka mengaminkan Do'a Rindi.
"Dok, ini gimana? Aku yang ngerjain atau Dr Arfan sendiri? Hehe, kalau Dokter yang jahit, jadi bisa mengatur mana yang pas disesuaikan dengan hak cipta karya Dokter sendiri," tanya Dr Nike menunjuk tubuh inti Rindi yang robek sendiri saat mengejan.
Seketika Rindi dan Arfan saling pandang. Dan Kembali mereka tertawa. Dokter yang satu ini benar-benar gokil dan Absurd.
"Kamu tuh ya, Nike. Kayaknya ini efek karena gagal kencan, nih Kak Yuni," ujar Rindi pada Bidan Yuni.
"Kayaknya iya, Dok. Harus segera dicarikan pasangannya agar otaknya Kembali normal," balas Bidan Yuni.
"Hahaha... Makanya jangan ganggu waktuku saat aku sedang ikhtiar untuk menemui jodohku, biar otakku nggak ngeblank. Udah ini gimana Dokter Arfan?" tanya wanita itu pada Arfan.
"Ya, kamulah yang ngerjain. Aku tidak bisa dibidang itu.Tapi untuk memperbaiki syaraf kamu yang rusak aku bisa," balas Arfan dengan gurauan juga.
"Hahaha... Dokter bisa aja. Tau bener kalau syaraf otakku mulai kendor." Kekeh wanita itu segera mengerjakan tugasnya untuk menjahit dan merapikan jalan lahir.
__ADS_1
Bersambung....
Happy reading 🥰