Belenggu Cinta Istri Simpanan Tuan Dokter

Belenggu Cinta Istri Simpanan Tuan Dokter
Ending


__ADS_3

Hari ini adalah sidang putusan pengadilan agama, dan hari ini pula Fikri resmi menyandang status sebagai seorang duda. Permintaan mereka diwujudkan oleh majelis hakim meresmikan mereka bercerai.


Pria itu merasa lega saat keluar dari ruang sidang. Mereka sempat saling tatap, namun Fikri segera memutus dan segera beranjak masuk kedalam mobil.


Sore harinya Fikri menyambangi apartemen Nike. Dengan membawa sebuket bunga mawar yang indah dan wangi. Sepertinya Pria itu benar-benar sudah terpikat hatinya pada Dokter Obgyn itu.


"Hai, selamat sore," ucap Fikri saat Nike membukakan pintu apartemennya. Pria itu mengukir senyum kebahagiaan.


"Ada angin apa kamu datang sore-sore kesini?" tanya Nike curiga.


"Ya ampun, gitu banget nanyanya. Kalau ada tamu disuruh masuk kek," bala Fikri masih menyembunyikan buket bunga dibelakangnya.


"Eh, sebelum masuk periksa dulu, kamu menyembunyikan apa tuh?" tanya Nike mengamati tangan Fikri.


"Mau tahu aku bawa apa?"


"Iyalah, karena patut dicurigai. Siapa tahu kamu datang dengan niat tertentu."


"Seandainya aku datang dengan niat yang buruk, maka apa yang ada dalam pikiran kamu? Kira-kira benda apa yang aku bawa untuk mencelakai kamu?" tanya Fikri.


"Yang aku takutkan kamu membawa obat bius, trus saat aku masuk berjalan didepanmu maka kamu akan membiusku, akhirnya aku pingsan tak sadarkan diri, maka aku tidak tahu apa yang kamu lakukan padaku.


"Jelek banget ya pikiran kamu. Emang aku setega itu. Jika aku menginginkan dirimu lebih baik aku menikahi kamu. Seperti saat ini aku datang untuk memberikan ini buat kamu." Fikri memberikan bunga mawar itu pada Nike.


Seketika wanita itu terpaku, bingung harus berekspresi seperti apa. Senangkah? Namun, rasa ragu dan takut masih menyelimuti hatinya.


"Kenapa kamu diam saja? Apakah kamu tidak menyukainya?" tanya Fikri dengan raut wajah kecewa.


"Ah, bu-bukan, aku suka sekali dengan bunga mawar ini." Nike segera menerima bunga itu dan menciumnya, lalu mendekap di dada.


"Kamu serius?" tanya Fikri kembali bersemangat.


"Hmm, aku suka. Terimakasih ya." Gadis itu mengukir senyum manis.


"Alhamdulillah. Apakah aku masih belum di izinkan untuk masuk? bila kamu masih mencurigai aku, maka dengan senang hati tubuhku digeledah oleh tangan mulusmu itu," ucap Fikri membuat Nike menatap garang.


"Hahaha... Aku cuma bercanda kok," ujar Pria itu dengan lembut sembari tangannya mengusap rambut Nike dengan perasaan sayang.

__ADS_1


Entah kenapa gadis itu merasa nyaman saat tangan Pria itu menyentuh rambutnya. Baru kali ini ia merasakan ada belaian lembut seorang lelaki yang penuh perhatian dan kasih sayang selain sang Papa yang kini sudah almarhum.


"Ayo masuklah jangan sampai kita jadi bahan tontonan dirusun ini. Hahaha..."


"Rusun? bisa aja kamu. Iya, rusun elite," timpal Fikri mengikuti langkah wanita itu masuk kedalam.


"Duduklah, aku buat minum. Kamu mau minum apa?" tanya Nike.


"Apa aja boleh, asalakan ada kamu dihadapanku maka semua minuman terasa manis ngalahin madu."


"Ya ampun, nih calon duda pinter banget sekarang ngegombal," balas Nike gemas, dan segera beranjak menuju dapur.


"Hahaha... Sekarang aku bukan calon duda lagi, tapi sudah resmi menyandang status duren sawit!" seru Fikri dengan jelas sehingga membuat langkah Nike berhenti.


"Maksud kamu?" tanya Nike berbalik arah menuju tempat dimana Pria itu duduk.


"Iya, tadi pagi jam sepuluh sidang perceraian kami sudah diputuskan," jelas Fikri.


Fikri ikut berdiri berhadapan dengan Nike. Tatapan matanya mengunci gadis itu. Fikri meraih tangannya, lalu berucap sesuatu.


"Ke, apakah kamu mau menikah denganku?" tanya Fikri dengan serius.


"Nike, aku memang belum mengenal dirimu sepenuhnya, tetapi, jujur, aku sudah lama menyukai dirimu, namun aku sadar dengan statusku yang sudah mempunyai istri. Aku tidak pernah berpikir bahwa malam itu aku dibantu oleh wanita yang aku sukai. Dan sekarang saat statusku sudah sendiri, maka aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu. Aku ingin meminang wanita pilihanku sendiri, aku percaya kebahagiaanku ada bersamamu. Pun, seandainya aku harus gagal untuk kedua kalinya, maka aku ikhlas, tidak akan menyesali takdirku. Setidaknya aku sudah pernah menikah dengan pilihanku sendiri dengan wanita yang aku cintai."


Nike terdiam mendengar jawaban Pria itu. Apakah ini yang dinamakan jodoh pilihan Allah. Tak bisa ditampik bahwa dirinya juga pernah mengagumi Dokter Labor itu, sama halnya Nike menyadari bahwa Fikri sudah menikah maka dia membuang perasaan itu. Tapi kini Pria itu datang sendiri kehadapan meminta untuk jadi istrinya.


Dengan mengucap bismillah dalam hati, Nike memantapkan hatinya menerima permintaan Pria itu untuk menjadi istrinya.


"Baiklah, aku menerima permintaan kamu. Aku bersedia menjadi istrimu. Mari kita mulai memperbaiki diri agar rumah tangga kita kelak bahagia. Jujur, aku hanya ingin menikah sekali dalam hidup. Aku berharap kamulah jodoh yang Allah berikan untukku."


"Alhamdulillah... Terimakasih ya, aku senang sekali. Semoga harapan dan Do'a kita dikabulkan oleh Allah. Aku juga berharap kamulah wanita terakhir dalam hidupku. Aku ingin menghabiskan hari-hariku bersama kamu dan anak-anak kita kelak," ujar Pria itu yang mempunyai harapan besar dan menginginkan anak dari wanita itu.


Nike hanya tersenyum dan mengangguk. Tatapan mereka kembali bertemu. Namun segera Nike memutuskan dan kembali menuju dapur membuatkan minum untuk calon suaminya.


***


Setelah sepakat berdua untuk menikah kembali. Maka pasangan itu mempertemukan keluarga kedua belah pihak. Dan Alhamdulillah masing-masing orangtua menerima dengan senang hati dan gembira. Maka tanggal pernikahan segera di tentukan.

__ADS_1


Hari ini adalah hari bahagia bagi Nike maupun Fikri. Dalam hitungan jam, maka mereka akan resmi menjadi pasangan halal.


Fikri dan Nike sudah duduk didepan penghulu, karena Nike anak tunggal. Dan sang Papa juga sudah meninggal, maka wali nikah dijatuhkan pada pak penghulu.


Dengan satu kali sentak Fikri dengan lancar mengucapkan kalimat sakral itu, sehingga para saksi menyerukan sah.


"Bagaimana saksi?"


"Sah!


"Sah!"


"Alhamdulillah."


Semua yang ada diruangan itu mengucapkan rasa syukur bersamaan. Dan disambung oleh penghulu merampalkan Do'a untuk kedua mempelai.


"Nike, selamat ya. Akhirnya kamu mendapatkan jodoh juga. Aku sedikit lega, karena akhirnya Putraku terlepas dari ancamanmu yang akan menunggunya besar. Hahaha..." Tawa Rindi dan Nike pecah mengingat ocehan Dokter Obgyn itu saat diruang bersalin.


"Eh, jangan senang dulu, bocah mungil ini akan tetap aku tunggu, tetapi untuk menjadi menantuku," sela Nike dalam obrolan mereka saat acara resepsi pernikahan yang dibuat tema bebas, yaitu pengantin diperbolehkan untuk turun menjamu kerabatnya dan ngobrol dibawah pelaminan.


"Cie, yang udah merencanakan ingin segera mempunyai dedek bayi. Aku Do'ain semoga segera Allah titipan rezeki."


"Aamiin... Iyalah aku ingin segera mempunyai bayi, secara umurku sudah berapa coba. Biar ngerasain juga gimana rasanya ngelahirin bayi itu gimana nikmatnya."


"Eh, enggak ada nikmat-nikmatnya. yang nikmat itu saat memprosesnya," timpal Rindi menggoda temannya.


"Aiihh, nggak perlu dibilangin juga kali. Eh, jujur aku memang penasaran. Hahaha..."


"Hah, dasar! Yaudah nanti kalau para tamu sudah pulang segera gaskeun sampai pagi."


"Hahaha... bisa aja kamu."


Akhirnya mereka hidup bahagia Dengan pasangan mereka masing-masing. Tuhan mempunyai skenario sendiri untuk hamba-Nya. Menikah itu pilihan, tetapi jodoh itu adalah takdir. Seseorang mungkin mempunyai rencana untuk bisa menikah dengan orang yang diinginkan, tetapi tidak bisa direncanakan cinta itu akan berlabuh untuk siapa.


Semoga mereka samawa till jannah. Untuk Fikri dan Nike, maupun Arfan dan Rindi.


END

__ADS_1


Alhamdulillah, akhirnya author dapat merampungkan karya ini. Terimakasih banyak pada raeder yang sudah memberi dukungan dan kritik selama mengikuti karya ini. Semoga kalian masih mau mampir di karya aku selanjutnya🙏🤗


__ADS_2