Belenggu Cinta Istri Simpanan Tuan Dokter

Belenggu Cinta Istri Simpanan Tuan Dokter
Sarapan pagi


__ADS_3

Pagi ini Nike bangun lebih awal, setelah mencuci muka, ia segera menuju dapur untuk membuat sarapan. Wanita itu tersenyum sendiri sembari mengaduk masakannya.


Kenapa aku bisa kerajinan seperti ini ya? Biasanya jarang sekali pegang sendok panci penggorengan. Apakah kehadiran Pria itu membuat hidupku lebih berwarna? Ah berasa udah jadi bini orang nih. Hahaha...


"Haissh... Kenapa sih ni otak? Bangun Nike, nggak usah menghayal yang bukan-bukan, makanya segera cari pasangan biar nggak jadi pertu. Hah? Perawan tua? Masa sih diumurku segini udah perawan tua?" wanita itu bertanya-tanya sendiri dan menjawab juga sendiri.


"Kayaknya iya sih," jawab Fikri yang sudah berada dibelakangnya.


"Eh, Dok! Sejak kapan berdiri disana?" tanya Nike kaget mendengar suara Pria itu.


"Sejak kamu bicara sendiri dan menjawab sendiri dengan kebingungan," balas Fikri.


"Hah! Serius?" tanya Nike kembali.


"Iyalah. Emang umur kamu sekarang berapa sih?" tanya Fikri juga penasaran.


"Dua lima jalan dua enam. Benar ya diumur segitu udah perawan tua? terus kata orang kalau diumur segitu udah susah nemuin jodohnya?" tanya Nike minta pendapat.


"Ish, percaya banget dengan yang begituan, contohnya sekarang jodoh kamu sudah di depan mata," sahut Fikri dengan senyum menggoda.


"Hei, apaan sih, Dok. Jangan sembarangan kalau ngomong. Nanti dikabulkan Tuhan benaran lho," ucap Nike juga dengan gurauan.


"Emang kamu mau jadi istri aku?" tanya Fikri yang membuat wajah Nike merah merona.

__ADS_1


"Aduh ngomong apaan sih, Dok. Nggak lucu becandanya pagi-pagi begini. Ya kali aku mau jadi bini kedua, ogah!" balas gadis itu sembari mengaduk masakannya.


"Siapa yang mau jadiin kamu istri kedua. Rumah tangga aku itu sudah hancur, Ke, tak bersisa lagi. Aku akan segera mengurus surat cerai di pengadilan."


Nike menatap wajah Pria itu yang tampak sendu. Benarkah sebentar lagi Dr Fikri akan menjadi single?


"Ah, sabar ya. Ayo duduk, bentar lagi masakan aku mateng," ucap Nike mengalihkan pembicaraan.


Fikri hanya mengangguk patuh dan segera menempati kursinya di meja makan. Tak berselang lama Nike sudah menyajikan masakannya.


"Ayo ambil, Dok." Nike mempersilahkan Dr Fikri untuk mengambil makanan.


"Nggak sekalian ambilin buat aku. Mana tahu nanti kita memang jodoh. Hahaha..." Ternyata calon duda itu masih ingin menggombal gadis kocak itu.


"Nggak usah pake begituan, percaya ama aku. Aku ini Pria dewasa yang sudah berpengalaman dalam segala hal. Ya, jelaslah aku pemenangnya."


"Aw, aw. Percaya diri bener nih calon duda," cibir Nike dengan senyum penuh arti.


"Harus dong. Percaya diri itu penting."


"Udah ah, sok makan mardud," ucap Nike.


"Mardud?" tanya Fikri tak paham.

__ADS_1


"Ya, marduda. Hehe..."


Fikri hanya geleng-geleng kepala mendengar julukan yang diberikan oleh dokter Pertu itu. Mereka makan dengan tenang, selesai makan Pria itu pamit untuk pulang. Dan Nike juga bersiap untuk ke RS.


Sementara itu di RS, Mama Zahra dan Daddy Yoga sudah sampai. Mereka begitu bahagia menyambut kehadiran cucu kedua dari putranya.


"Kamu kapan pulang, Nak?" tanya Mama sembari membantu Rindi untuk duduk.


"Mungkin besok pagi sudah boleh pulang, Ma. Nanti Mama dan Daddy diantar Mas Arfan pulang untuk istirahat," jawab Rindi sembari memberi ASI pada bayi mungil itu.


"Tidak apa-apa, Mama biar disini saja menemani kamu. Besok kita pulang sama-sama," balas Mama yang masih belum puas untuk menimang cucunya.


"Tapi, Ma, Daddy dan Mama pasti capek. Aku tidak apa-apa kok, Ma."


"Siapa bilang Daddy dan Mama capek? Rasa capek kami sudah terobati oleh bayi mungil itu," sahut Daddy duduk di Sofa yang ada di kamar VIP itu.


"Benar apa yang ucapan Daddy kamu. Mama sama sekali tidak capek. Sudah, kamu jangan pikirkan. Setelah simungil ini kenyang, biar Mama yang timang, kamu istirahat saja."


Rindi hanya bisa mengangguk tak ingin membantah atas keinginan kedua mertuanya. Setelah bayinya kenyang Rindi menyerahkan pada Mama Zahra, perempuan baya itu tersenyum bahagia dan senang menimang cucunya.


Bersambung....


Happy reading 🥰

__ADS_1


__ADS_2