
"Kurang ajar! Ternyata kamu lebih licik dari aku, Jo.” Bella marah ketika mengetahui bahwa Jonas berteman baik dengan Aji, juga dugaan mereka bekerja sama di belakang Bella. “Oke, Jo, aku ikuti permainanmu.”
Tiba-tiba, ponsel Bella berdering tanda ada panggilan masuk.
“Halo, sayangku, my fiance, kamu sudah siap berangkat ke Bali untuk foto prewedd kita?” sapa Jonas dalam panggila teleponnya.
Bella seolah berpura-pura tak mengetahui pertemanan Jonas dan Aji. “Oke, Jo. Tapi, maukah kamu mengantarku menemui Aji dan Syadira? Aku ingin meminta maaf pada mereka karena kesalahanku selama ini. Juga sebagai komitmenku terhadapmu atas persyaratanku saat itu.”
Jonas menyetujui permintaan Bella tanpa ada perasaan curiga sedikitpun. Kali ini, Jonas melihat ketulusan Bella menyadari kesalahannya. Jonas juga tak lupa meminta Bella untuk tak mengganggu dan menyelidiki mereka lagi, setelah adanya permintaan maaf itu.
Setelah direncanakan jadwal pertemuan, mereka berempat bertemu. Tentu, Aji dengan sikap siaga karena tak sepenuhnya percaya pada Bella. Wanita dengan seribu akal bulus.
“Maafkan aku ya, Ji, Dir. Aku salah telah mengira hubungan kalian hanya pura-pura. Sekarang aku sudah menerima hubungan kalian dan berjanji tidak akan menggangu hubungan kalian lagi. Langgeng untuk kamu ya, Ji. Semoga Syadira adalah pilihan terbaik untuk kamu,” ucap Bella lembut.
Aji menerima permintaan maaf dari Bella, begitu juga dengan Syadira yang sudah memaafkan perilaku Bella.
“Jadi, kamu mau ‘kan berteman denganku, Ji, Dir? Aku ingin menjalin hubungan yang baik dengan kamu juga Syadira. Aku sadar bahwa kita memang tak bisa bersama sebagai pasangan karena kesalahanku sendiri. Tapi, aku ingin tetap kita berhubungan baik, sebagai teman. Aku, Jonas, kamu, dan Syadira,” pinta Bella penuh ketulusan.
Aji yang sudah muak dengan sikap Bella, muncul perasaan sedih dalam hatinya ketika mendengar kata-kata Bella. Aji memang belum sepenuhnya mampu menghilangkan seluruh perasaannya pada Bella. Sekalipun kecewa dalam hatinya lebih banyak, ia tak memungkiri kenangannya bersama Bella cukup banyak dan dalam.
Sejak kejadian hina saat itu, Aji dan Bella memang belum pernah berbicara baik-baik dalam menyeleseikan hubungan mereka layaknya orang dewasa. Dalam kesempatan ini, Aji ingin menerima permintaan maaf mantan tunangannya itu. Bagaimanapun juga, mereka pernah saling mencintai.
“Bagaimana kalau kalian ikut kita foto prewedd di Bali sekalian liburan? Beberapa hari aja kok,” usul Jonas pada Aji dan Syadira.
Syadira memandang wajah Aji penuh pertanyaan.
Karena ini adalah permintaan Jonas, orang yang dipercaya Aji, Aji pun menyetujui usulan Jonas. Namun, tidak dengan Syadira yang seolah enggan untuk ikut karena tidak yakin pada Bella. Syadira menduga, Bella sedang merencanakan sesuatu.
__ADS_1
“Mau ‘kan, Dir?” tanya Aji pada kekasih kontraknya itu. “Kita juga bisa ambil banyak foto di sana, untuk stok di gedung saat pernikahan nanti.”
Syadira terpaksa menyetujui permintaan Aji.
Bella pun sumringah mendengar keputusan mereka. Sebagai permintaan maaf, Bella yang akan membelikan tiket dan membayar penginapan selama di Bali. Tak lupa, Bella berterima kasih sekali lagi karena Aji dan Syadira masih mau baik padanya.
“Ya udah, Ji, Dir, kita pamit dulu ya, karena ada janji bertemu vendor siang ini. Sampai jumpa di bandara ya,” pamit Jonas dan Bella.
Setelah keduanya pergi, Syadira mengungkapkan keberatannya pada Aji tentang usulan Jonas, berikut alasannya.
“Kalau pun Bella memang ada rencana yang buruk sama kita, setidaknya selama di sana, kita juga bisa lebih meyakinkan Bella tentang hubungan kita. Kamu tenang aja, kita tetap waspada.” Aji menenangkan Syadira.
“Lalu, bagaimana dengan cutiku? Apa bisa?” tanya Syadira ragu tak bisa meninggalkan pekejaannya.
“Kamu lupa siapa aku?” tanya Aji menyombongkan jabatannya.
###
“Jadi Mas Aji mengurus cutiku dengan alasan aku izin pulang kampung?” tanya Syadira yang baru tahu saat Aji memberitahukannya selama di perjalanan.
“Iya, Dir, kalau izin dengan alasan yang sama nanti ketahuan. Nanti aku masuk kerja sehari lebih dulu dari pada kamu, biar meyakinkan. Nanti kamu istirahat dulu aja,” jawab Aji tenang.
“Mas, aku takut kalau Bella punya rencana di sana. Tapi kok kamu terlihat santai dan tenang, apa karena senang bisa pergi sama mantan?” tuduh Syadira yang tak melihat kecemasan di raut muka Aji.
Aji kembali menenangkan Syadira agar tak khawatir berlebihan dan tetap tenang. Aji berjanji akan selalu menjaga Syadira selama di Bali. Aji juga percaya pada Jonas yang akan membantunya mencegah perbuatan buruk Bella. Tak lupa, Aji juga telah meminta Bella untuk menyiapkan masing-masing orang dengan 1 kamar, untuk menghindari intimidasi Bella terhadap Syadira.
Aji menggandeng tangan Syadira ketika mereka melihat Bella dan Jonas juga telah sampai bandara. Mereka berempat bergegas check in karena jadwal penerbangan mereka tak lama lagi. Bella tak terlihat mencurigakan dan tampak mesra bersama Jonas.
__ADS_1
Setelah 2 jam lamanya, mereka tiba di villa yang disewa oleh Bella, sesuai dengan permintaan Aji masing-masing orang 1 kamar.
“Istirahat dulu ya, abis itu kita lunch,” pinta Bella pada ketiga orang lainnya setelah menunjukkan kamar mereka masing-masing.
###
Bella sengaja mengajak mereka makan siang di salah satu tempat makan favorit Aji dan Bella semasa pacaran. Namun, Aji tampak biasa saja untuk menjaga perasaan pasangan masing-masing. Bella dengan bangga memberitahukan bahwa ini adalah tempat makan yang wajib ia kunjungi saat ke Bali.
“Pokoknya di sini terbaik sih,” ucap Bella sembari melirik ke arah Aji.
“Selesai ini kita ke pantai dekat villa ya, tidak jauh dari sini juga, pas nih sejam lagi jam 3 sore, kita santai sambil nunggu sunset,” ajak Jonas.
“Besok dan lusa terserah kalian mau ke mana, karena foto prewedd kita 2 hari ke depan,” lanjut Jonas mengingatkan.
“It’s ok, kita juga sudah ada rencana untuk pergi ke tempat yang akan dikunjungi,” jawab Aji tak mau kalah.
Bella tak segan merekomendasikan tempat-tempat yang dulu pernah dikunjungi Bella dan Aji.
Selang 1 jam kemudian, mereka memutuskan untuk berjalan menuju pantai yang tak jauh dari tempat makan mereka.
Di pantai, Aji duduk berdekatan dengan Syadira, tak jauh darinya, Bella duduk berdekatan dengan Jonas. Sesekali, Bella melihat Aji, pun sebaliknya. Tak dipungkiri, Aji merasa bernostalgia dengan pantai ini, yang merupakan salah satu tempat yang sering dikunjunginya bersama Bella. Entah apa maksud Bella merencanakan ini semua. Apakah ia ingin Aji mengingat masa-masa indah kebersamaan mereka hingga Aji berubah pikiran untuk tetap menikahi Bella?
Melihat Aji yang seolah mengenang sesuatu, Syadira langsung tanggap akan siasat Bella. “Jangan-jangan, tempat ini, juga tempat-tempat yang disebut Bella tadi adalah tempat yang dulu sering kalian kunjungi? Kalau iya, artinya Bella sengaja merencanakan ini agar Mas Aji mengingat momen kalian berdua, biar kamu luluh lagi. Liciknya, dia memperbaiki hubungan dengan kamu terlebih dahulu agar perasaan kamu tenang tanpa amarah, dengan begitu, dia bisa dengan mudah menarik simpati kamu kembali.”
Aji tersenyum mendengar hipotesa Syadira. “Mengingat mungkin iya, tapi untuk kembali bersama, tak pernah terpikirkan lagi.”
...****************...
__ADS_1