Belenggu Cinta Kontrak Sekretaris CEO

Belenggu Cinta Kontrak Sekretaris CEO
Hari-hari Terakhir


__ADS_3

Jumat ini, adalah hari terakhir Syadira bekerja di kantor Aji. Hari ini juga adalah H-2 hari pernikahan Bella. Itu artinya, 2 hari lagi adalah hari terakhir hubungan kontrak Syadira dengan Aji. Menurut pengakuan anak buah Aji, anak buah Bella sudah tak tampak berseliweran di sekitar rumah Syadira. Seperti bias, hari ini, Aji mengantar Syadira sepulang kerja.


“Mau masuk dulu?” tanya Syadira pada Aji.


Aji mengangguk dan memasuki rumah.


Di saat Syadira sedang membuatkan minuman untuk kekasih kontraknya itu, Aji berjalan-jalan mengecek keadaan rumahnya setelah beberapa bulan ini tak ditinggalinya. Tak sengaja, ia melihat koper besar di kamar Syadira yang tak tertutup. Aji sempat menengok sekilas kamar itu dan melihat sudah bersih dari barang-barang Syadira.


“Silakan, Mas, mumpung masih hangat,” tawar Syadira.


Raut wajah Aji tampak bersedih. “Dir, aku sangat mempersilakan kamu untuk tetap tinggal di sini.”


“Aku ‘kan sudah dapat kos baru, Mas, sudah aku beri uang muka juga,” jawab Syadira menolak tawaran Aji.


Aji menghela nafas panjang sembari duduk di sebelah Syadira. “Gak kerasa ya 3 bulan berlalu sangat cepat. Dir, lusa adalah pernikahan Bella. Keterangan yang aku dapat dari Jonas, semuanya sudah siap, jadi tidak ada kemungkinan Bella akan kabur dari pernikahannya.”


Aji memegang tangan Syadira. “Kalau kamu mau, kita bisa mengakhiri sekarang, tidak apa-apa. Terima kasih sudah mau membantuku, Dir.”


Syadira tampak sedih mendengar ucapan Aji.


Aji bermaksud akan membayar sisa upah atas jasa Syadira, namun Syadira menolaknya. “Mas, tidak perlu. Aku ikhlas bantu Mas Aji. Aku bersyukur Mas Aji bisa lepas dari perempuan seperti Bella. Uang yang Mas Aji kasih sudah lebih dari cukup, tidak perlu membayar sisanya.”


Aji menolak dan memaksa Syadira menerimanya. Syadira tetap kekeh tak mau menerima dan mengancam Aji akan memberitahu Bella bahwa mereka hanyalah pura-pura, jika Aji masih memberinya uang. Aji hanya bisa pasrah mengikuti kemauan Syadira.


“Dir, tapi apa yang kamu dapatkan tidak sebanding dengan apa yang sudah kamu lakukan.” Aji masih berusaha membujuk Syadira agar mau menerima uang darinya.


Syadira tersenyum menatap Aji. “Mas, dengan hubungan pura-pura ini, aku sangat berterima kasih sama kamu karena telah memberiku kesempatan untuk menjadi perempuan paling beruntung. Setidaknya, selama 3 bulan ini, aku benar-benar bisa merasakan menjadi pacar kamu, laki-laki yang sangat sempurna untukku. Kamu seperti kekasih ideal yang diharapkan setiap perempuan. Itu sudah lebih dari cukup untuk membayarku.”


Syadira mengucapkan terima kasih pada Aji atas segala kebaikan yang Aji berikan. Mulai dari perhatian Aji selama ini, perlindungan Aji, ketulusan Aji saat menjalankan peran sebagai kekasih, juga perlakuan-perlakuan Aji yang meratukan Syadira. Syadira merasa mereka impas, sehingga Aji tak perlu membayar apa pun kepadanya.


Aji sempat menawarkan perjanjian kepada Syadira, jika ia mau mengikuti kemauan Syadira, namun dengan syarat Syadira harus mau tetap tinggal di rumahnya.


“Tidak bisa begitu, Mas. Ini bukan perjanjian yang menguntungkan, aku tidak mau.” Syadira terus menolak permintaan Aji.


Aji benar-benar terpaksa menuruti permintaan Syadira. “Tapi, aku masih boleh ‘kan antar jemput kamu ke kantor?”

__ADS_1


Syadira menggeleng.


Kamu harus menepati janji kamu sama Selena. “Bagaimana pun, dia sudah banyak membantu kamu. Aku ada ide, bagaimana kalau di hari pernikahan Bella, kamu yang datang bersama dia, biar Bella semakin shock.”


“Aku mau tetap pergi bersama kamu, Dir. Lagi pula, dalam perjanjian kita juga seharusnya berakhir sesuai dengan tanggal pernikahan Bella. Kalau aku pergi bersama Selena, itu artinya aku melanggar peraturan. Pokoknya aku tidak mau!” tolak Aji tanpa berpikir.


“Tapi ‘kan nanti ada relasi ayah kamu, Mas, kalau mereka tahu kamu menggandeng aku, gimana?” lanjut Syadira.


Aji pun tetap pada jawaban yang sama, ia tak peduli dengan siapa pun yang akan melihatnya. Aji menagih jawaban Syadira untuk tetap berangkat bersama ke kantor, juga menjemputnya. Lagi-lagi, Syadira menolak penawaran Aji.


“Dir, bukan berarti kalau hubungan kontrak kita berakhir, maka hubungan baik kita juga selesai sampai di sini, aku hanya ingin antar jemput kamu, kenapa tidak diboleh?”


Syadira hanya mampu menjawab bahwa Aji harus membuka hati untuk Selena. Ia juga menjelaskan kembali tentang siapa dia dan siapa Aji. Mereka tak pantas untuk sering bersama.


Aji kesal pada Syadira dan memutuskan untuk pulang.


“Ngambek nih yeee,” goda Syadira.


"Aku masih berhak kan mencium kamu, siapa tahu anak buah Bella masih melihat kita," izin Aji lirih.


###


Hari Minggu, hari di mana Bella akan melangsungkan pernikahannya, Syadira dan Aji sudah bersiap menghadiri acara tersebut.


“Aku nggak tau deh kalau suatu saat nanti Bella tahu kita cuma pura-pura, pasti dia akan sangat kesal,” ucap Syadira membuka percakapan di mobil.


Aji terseyum puas dan sesekali melihat ke arah Syadira.


“Salah sendiri, sudah dapat yang baik malah diselingkuhi. Tapi Bella dan Jonas memang cocok, sama-sama sudah tak suci,” jawab Aji tertawa.


Syadira yang tengah ikut menertawakan ucapan Aji, tiba-tiba menghentikan tawanya.


“Mas Aji sudah bilang ayah kalau kamu datang bersamaku? Apa katanya? Apa tidak apa-apa?” syadira memastikan semuanya baik-baik saja.


Aji mengangguk.

__ADS_1


Aji mengingat perdebatan dengan sang ayah 3 hari lalu. Seperti apa yang dikatakan Syadira, ayahnya memang ingin Aji datang bersama Selena karena banyak dari tamu undangan Bella adalah relasi bisnis ayahnya. Ayah Aji tak mau jika mereka tahu Aji memiliki hubungan dengan seorang wanita yang tak setara dengannya. Namun, Aji berhasil meyakinkan sang ayah bahwa ini semua sudah termasuk dalam peraturan perjanjian kontrak sehingga Aji harus tetap profesional. Aji juga berjanji pada sang ayah jika ia tak akan berlama-lama di pesta pernikahan Bella, agar tak mengudang keingintahuan banyak orang tentang sosok Syadira.


Sekitar 20 menit perjalanan, mereka sampai di gedung pernikahan. Terlihat Ayah Aji dan Selena sudah menunggu Aji di depan gedung. Dia menatap Syadira dengan tatapan tak menginginkan kehadirannya. Ayah Aji membisikkan sesuatu pada Aji.


“Kamu tidak akan menyalami Bella dan Jonas berdua dengan Syadira, Ayah dan Selena akan ikut di belakang kalian, agar teman-teman Ayah tak mengira kalian berpacaran. Begitu pun saat ikut makan, Selena harus tetap bersama kamu!”


Aji mengangguk terpaksa dengan muka kesal.


Mereka berempat masuk dan mulai antri untuk bersalaman dengan pengantin. Terlihat Bella menatap sinis Aji, Syadira, juga Selena, lalu mengalihkan pandangannya tak ingin menatap mereka. Mereka mengucapkan selamat dan bersalaman pada Bella dan Jonas. Tak lupa, Selena membubuhkan kata-kata mutiaranya.


“Selamat ya Bella sayang, akhirnya kamu menikah juga. Setelah menjadi istri, jangan suka usil ya Sayang. Taat lah pada suamimu yang ganteng ini,” goda Selena tertawa.


Bella semakin kesal dibuatnya.


Saat akan ikut makan bersama, Aji izin pada ayahnya unutk meninggalkan gedung bersama Syadira. Aji tak nyaman dengan pandangan para mata tamu undangan. Ayah Aji meminta mereka keluar bersama Selena juga. Selena pun mengajak Aji dan Syadira keluar gedung.


Sementara itu, ayah Aji masih ingin berada dalam pesta, ia mengobrol dengan para koleganya. “Iya, Selena sedang dekat sama Aji, yang itu tadi temannya Aji, teman Selena juga.”


Saat di parkiran, Selena tampak berbicara pada Aji juga Syadira.


“Syukur deh hari ini telah berakhir. Syadira, terima kasih banyak ya sudah membantu Aji. Aji, kamu tidak lupa ‘kan sama janjimu?”


“Kita bicarakan itu nanti, aku mau antar Syadira pulang dulu,” jawab Aji malas menanggapi Selena dan berlalu menuju mobilnya.


###


Keesokan paginya, saat Aji memasuki lobi kantornya, ia melihat sosok perempuan asing yang berada di sebelah Vita. Aji tak melihat Syadira. Seketika raut muka Aji menjadi serius.


Aji bergegas menemui Vita.” Di mana Syadira? Kamu karyawan baru?”


“Syadira mengundurkan diri, Pak,” jawab Vita pelan dengan menunduk.


Aji tak percaya dengan jawaban Vita karena ia masih bertemu Syadira kemarin saat membantu pindahan ke kos barunya selesai datang ke acara Bella. Vita hanya bisa diam tak berani melihat Aji. Aji memaksa Vita mengatakan apa yang terjadi sehingga Syadira secara tiba-tiba tak bekerja di kantornya lagi.


“Saya akan menceritakan semuanya tapi tidak di sini, Pak.” Vita ketakutan jika ada yang melihatnya berbicara pada Aji soal Syadira.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2