Belenggu Cinta Kontrak Sekretaris CEO

Belenggu Cinta Kontrak Sekretaris CEO
Perjuangan Aji


__ADS_3

Ayah Aji nekat mendatangi kos Syadira, tepat dimana Aji juga sedang berada di sana. “Aji!”


Aji segera meminta Syadira masuk ke dalam kamarnya dan ia bergegas menghampiri ayahnya.


“Apa-apaan Ayah mengikuti Aji ke sini! Aji sudah besar, Yah, jangan perlakukan Aji seperti anak kecil!” tegas Aji kecewa dengan tindakan sang Ayah.


“Kamu yang apa-apaan, kenapa kamu bisa mendatangi tempat seperti ini! Ini bukan tempat kamu. Pulang!” perintah ayah Aji tanpa basa-basi.


Tanpa sepatah kata pun, Aji pergi meninggalkan sang ayah menuju ke mobilnya. Syadira yang melihat dari balik jendela kamarnya, hanya mampu menutup mulunya. Ia tak menyangka kejadiannya akan serumit ini. Ayah Aji benar-benar menentang hubungan mereka.


Mobil Aji dan ayahnya sampai beriringan dan terparkir di halaman rumah. Aji dan ayahnya tetap berdebat sembari masuk ke dalam rumah. Kakek Aji yang sedang menonton televisi pun merasa terganggu dengan ketidakakuran anak dan cucunya itu. Kakek menegur menengahi perdebatan mereka.


“Ayah bikin Aji malu!” Aji kecewa pada sang ayah yang menjemputnya di kos Syadira.


“Kamu yang membuat malu Ayah!" Ayah Aji seakan tak mau kalah.


Seakan ingin membicarakan kebaikan hati sang kekasih di depan kakeknya, Aji membahas tentang kasus penggelapan di dalam perusahaan kakenya itu. “Kalau saja bukan karena Syadira, perusahaan mengalami kerugian hingga milyaran!”


Kakek Aji yang tak mengetahui soal ini pun terkejut dibuatnya. “Apa maksudnya? Yo, kamu tak pernah cerita apa pun pada Ayah soal ini. Setiap Ayah bertanya tentang bagaimana keadaan perusahan, kamu selalu menjawab baik-baik saja. Tapi ternyata, ada kasus seperti ini kamu diam saja!”


“Harusnya Ayah berterima kasih pada Syadira. Karyawan yang Ayah berhentikan kontraknya hanya karena Ayah tak mau Aji dekat dengannya! Salah satu karyawan yang jujur dan tak pernah membuat onar! Justru karyawan kebanggan Ayah yang bekerja sama dengan Pak Simin dalam melakukan kecurangannya,” ungkap Aji yang masih marah pada Ayahnya soal pemberhentian kerja Syadira.


Kakek Aji menengahi perdebatan mereka dan meminta Aji untuk tenang. Beliau meminta penjelasan keduanya. Ayah Aji harus menjelaskan tentang kasus kecurangan yang baru saja terjadi. Aji juga harus menjelaskan lagi tentang siapa Syadira dan apa hubungannya dengan kasus ini.

__ADS_1


Aji dan ayahnya mulai menjelaskan semuanya setelah kakek Aji mempersilakan mereka berbicara satu per satu.


Selesai mendengarkan penjelasan mereka, kakek Aji tampak berpikir, dan mengungkapkan pendapatnya. Kakek menganggap tindakan pemberhentian Syadira adalah hal yang keliru. Baginya, Ayah Aji seperti tak profesional dengan mengaitkan urusan pribadi. Kakek Aji juga menyalahan atas sikap anaknya itu yang tak mengajaknya berbicara soal kecurangan yang terjadi. Ayah Aji pun meminta maaf pada Kakek Aji atas tindakannya.


“Oke, Ayah akan tarik Syadira kembali ke kantor, dengan satu syarat. Jangan pernah temui dia lagi! Lupakan dia, Aji!” pinta sang Ayah yang menawarkan kesepakatan.


“Ini sama sekali tidak menguntungkan untuk Aji. Aji tidak mau. Lebih baik Aji mencarikan Syadira pekerjaan yang lain dari pada harus kembali ke kantor tapi Aji tak akan bisa bersamanya lagi,” tolak Aji tanpa pikir panjang.


Kakek Aji hanya menghela nafas panjang melihat perdebatan yang tak usai sepanjang malam.


“Aji apa betul kamu sungguh mencintai perempuan itu? Atau kamu hanya kasmaran?” tanya Kakek Aji dengan bijaksana.


Aji menganguk. “Aji melihat Syadira berbeda dengan perempuan lain yang Aji temui, Kek. Syadira tak pernah memandang siapa Aji, dan hanya dia yang tulus mencintai Aji. Berbeda dengan Selena yang meminta pamrih saat akan membantu Aji. Syadira bahkan tak mau menerima sisa bayaran yang harusnya ia terima setelah membantu Aji.”


Kakek mengatakan bahwa perasaan memang tak bisa dipaksakan dan mencintai adalah hak setiap manusia. Namun, kakek Aji juga mengingatkan Aji untuk perlunya ia mencari pasangan yang setara dengan keluarganya. Mimik muka Aji berubah memerah kala mendengar ucapan kakeknya yang sama saja seperti yang dikatakan ayahnya, mereka hanya menilai orang dari kesetaraan dan kekayaan.


“Aji pikir Kakek lebih bijaksana dari Ayah, ternyata sama saja. Tidak semua orang harus setara dengan kita, Kek!” Aji berusaha tetap mengontrol nada bicaranya.


“Dengarkan dulu, Ji. Yang Kakek maksud adalah, setarakan dia dengan kita. Beri kesempatan dia untuk memperjuangkan kamu. Kuliahkan dia jika memang dia mau, dan berikan kesempatan karir yang bagus agar dia menjadi perempuan yang lebih bernilai,” lanjut Kakek Aji.


Aji yang semula menjadi singa, seketika ia berubah menjadi kucing yang manja. “Maksud Kakek?”


“Kakek tak pernah melarang dengan siapa kamu ingin menjatuhkan hatimu, selama dia adalah perempuan baik-baik, yang bisa menjaga kehormatan dirinya juga suaminya kelak. Mendengar cerita kamu tentangnya, Kakek rasa dia perempuan yang terhormat. Hanya saja, dia lahir dari keluarga yang kurang beruntung. Tapi itu bukan masalah, masa lalu memang tak bisa diubah, tapi masa depan masih bisa diperjuangkan,” jelas Kakek Aji dengan sikap penuh kewibawaan.

__ADS_1


Aji tersenyum sumringah mendengar ucapan sang kakek, ia pun memeluk hangat kakeknya itu. “Terima kasih, Kakek selalu membantu kesulitan Aji juga selalu memberikan keputusan terbaik untuk Aji dari Aji kecil hingga sekarang.”


“Yang terbaik untuk cucu kesayanganku,” balas Kakek Aji mengusap-usap punggung cucunya itu.


Ayah Aji kesal dan meninggalkan anak dan ayahnya.


“Ayahmu memang keras orangnya, sama sepertimu yang selalu maunya dituruti,” ucap Kakek Aji pelan.


Aji hanya tersenyum kecil dan kembali memeluk kakeknya.


Sementara itu, di dalam kamarnya, ayah Aji tampak menghubungi seseorang. “Om percaya sama kamu.”


###


Di dalam kamar kosnya, Syadira tetap memikirkan kejadian yang baru saja ia alami. Aji dan ayahnya harus berdebat karena dirinya. Ia merasa bersalah dengan persoalan ini. Syadira pun menghubungi Aji dan mengatakan jika lebih baik mereka putus saja dan Aji harus mulai belajar menerima Selena.


Keesokan harinya, Aji sengaja datang sepagi mungkin untuk menemui kekasihnya itu karena nomor Syadira tak aktif sejak semalam. Namun sayang, informasi yang ia dapat dari penjaga kos, Syadira baru saja izin pulang kampung untuk beberapa hari ke depan. Seakan hati Aji runtuh mendengar keputusan Syadira.


Aji pun segera menghubungi Vita untuk menanyakan di mana rumah Syadira. Karena sedang bekerja, Vita tak mengangkat teleponnya hingga berkali-kali. Aji bergegas menuju kantor untuk segera menemui Vita.


Setibanya di kantor, Aji yang terburu-buru memasuki lobi, dihalau oleh Selena yang sudah menunggunya di sana. Selena memaksa Aji untuk membantunya terkait dengan pekerjaan Selena saat ini. Aji seakan tak peduli dengan wanita itu, ia meminta Vita ke ruangannya saat itu juga.


Selesai Vita memberikan alamat rumah Syadira, Aji langsung pergi meninggalkan kantor dan tak mengindahkan Selena sama sekali.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2