
Perlahan, gosip tentang kisah cinta Aji di kantor mereda. Hal ini membuat Syadira lebih tenang dari sebelumnya. Ia pun kembali nyaman saat bekerja. Walaupun, saat di kantor, Aji dan Syadira menjadi lebih menjaga jarak.
Setelah kelicikan Bella menyebarkan berita tentang hubungannya dengan karyawan kantor, Aji marah besar. Ia pun berencana membalas perlakuan Bella dengan bantuan Jonas. Aji ingin Jonas menyebarkan berita pernikahannya yang selama ini sengaja ditutupi oleh Bella.
Hal ini sungguh bukan perkara yang sulit karena Aji dan Jonas memiliki relasi sebuah perusahaan media masa. Terlebih, Jonas adalah anak dari pemiliki salah satu yayasan sosial perlindungan wanita. Jadi, keluarga Jonas cukup dikenal khalayak.
Jonas pun menyetujui ide yang ditawarkan oleh Aji. Ia merasa hal ini bisa membuat Bella fokus dengan pernikahannya, dan tak mengejar Aji lagi. “Semua orang harus tahu kalau kamu akan menikah denganku, Bel, bukan dengan Aji.”
Sebelum melakukan rencananya, Jonas sengaja mengajak Bella bertemu untuk membicarakan pernikahan mereka juga alasan tentang kecurangan Bella. Jonas menjemput Bella di rumahnya. Dengan wajah gembira, Bella menghampiri Jonas.
“Hai,” sapa Bella memasuki mobil Jonas.
“Hai, beb,” kecup Jonas pada Bella. “Jadi gimana, kita jadi ketemu vendor siang ini?”
Raut muka Bella seolah berubah ketika Jonas membahas soal pernikahan mereka. “Kita jalan-jalan aja mau nggak? Aku lagi males banget mengurus pernikahan.”
“Bel, jangan begitu dong, kurang dari 2 bulan loh hari pernikahan kita. Kok kamu nggak semangat sih, kamu mau membatalkan pernikahan denganku?” Jonas tak terima dengan sikap Bella.
“Jo, apa sih, mana mungkin aku mau membatalkan, aku cuma lagi bosan aja tiap hari harus ribet urus ini dan itu,” ucap Bella santai.
Mendengar jawaban Bella, Jonas naik pitam. “Kalau kamu menikah dengan Aji, apa sikap kamu juga akan seperti ini?”
Bella berbalik marah pada Jonas dan meminta untuk tak membahas Aji.
Jonas pun mulai membahas kecurangan Bella yang saat itu berjanji tak akan mengganggu hubungan Aji lagi. Namun, ternyata Bella sama sekali tak menepati janjinya. Jonas tak terima dengan hal ini karena merasa Bella masih mengharapkan Aji yang menikahinya.
“Aku mungkin bisa saja membatalkan pernikahan kita, tapi kalau aku melakukannya, bukan hanya keluarga kamu yang malu, tapi keluargaku juga. Kalau aku tahu kamu akan seperti ini, tak akan aku mau menikahi kamu. Aku pikir kamu akan membalas perasaaanku yang belajar mencintai kamu, tapi ternyata kamu terus menganggap aku cadangan!” Jonas benar-benar hilang kesabaran.
__ADS_1
Jonas membawa mobilnya begitu kencang dan menuju ke sebuah apartemen miliknya.
“Kamu kenapa membawa aku ke sini, Jo?” tanya Bella yang mulai ketakutan Jonas akan mengamuk di apartemen.
Jonas tak menjawab dan terus berjalan ke atas dengan menggandeng tangan Bella.
“Jo, lepas! Kamu nggak bisa semau kamu memperlakukan aku!” tegur Bella.
Jonas tak merespon Bella sama sekali hingga mereka sampai pada unit miliknya. Jonas mendekatkan wajahnya pada Bella. “Aku sudah bersusah payah membuang waktuku untuk mencintai kamu, Bel. Kamu juga harus bisa mencintai aku. Kita harus tetap menikah.”
Jonas melepas bajunya dan memaksa Bella untuk tidur dengannya. Bella memberontak namun tenaga Jonas lebih besar darinya. Entah mengapa Bella akhirnya ikut menikmati hubungan mereka. Jonas mencumbu Bella yang juga disambut hangat oleh calon istrinya itu.
###
Jonas dan Aji melaksanakan rencananya dengan sangat cepat. Baru 1 hari mereka membayar pihak iklan, di hari yang sama itu lah berita pernikahan Jonas dengan Bella menyebar. Aji tersenyum puas melihat berita ini.
Bella pun semakin penuh amarah dan mencari tahu siapa dalang di balik semua ini. Spontan, ia teringat Aji yang telah melakukan ini untuk membalas dendam padanya. Bella segera menghubungi Aji dan meminta pengakuannya.
“Bel, aku sudah tak ada urusan apa pun denganmu, lalu untuk apa aku meminta media menyebarkan berita pernikahanmu? Apa gunanya untuk aku? Aku tidak sepertimu yang masih suka mencampuri kehidupan mantannya,” tegas Aji membantah tuduhan Bella.
Bella semakin pusing karena tak menghendaki berita ini muncul. Ia tak ingin orang tahu bahwa dengan Jonas lah ia akan menikah, karena ia masih mengharapkan Aji yang mendampinginya di pelaminan. Di tengah kerumitannya, Bella tiba-tiba merasakan mual yang tak biasa. Wajanya pucat dan nafsu makannya berkurang bahkan menghilang. Mencium wewangian pun tak mampu.
“Apa jangan-jangan aku...“
“Jonas.”
Bella menatap dirinya begitu dalam di depan kaca. Bella sontak berteriak mengamuk dan melempar benda ke kaca hingga pecah. “Tidak mungkin, Jonas.”
__ADS_1
###
Hari ini, Aji mendatangi Syadira di rumahnya. Mereka akan berkencan, namun rasanya berada di rumah akan lebih aman. Semenjak gosip kisah Aji beredar di kantor, tak menutup kemungkinan berita ini akan kembali muncul saat beberapa karyawan tak sengaja melihat mereka di luar.
“Aku boleh ‘kan di sini aja,” izin Aji untuk hanya berkencan dengan Syadira di rumah.
“Ini ‘kan rumah Mas Aji, terserah Mas Aji dong,” jawab Syadira lembut.
“Dir, aku ada sesuatu.” Aji mengeluarkan memberikan paper bag pada Syadira.
Syadira menerima pemberian dari Aji dan membukanya. “Aku nggak lagi ulang tahun loh, Mas. Tas?” Syadira melihat Aji dengan penuh kebingungan.
“Tas impianku,” ucapnya dalam hati.
Aji tersenyum melihat Syadira.” Suka? Bagus nggak?”
Syadira mengangguk dan mengucapkan terima kasih. “Mas Aji kenapa belikan aku tas, ini ‘kan mahal, Mas.”
“Dir, kamu nggak pernah pacaran ya? Nggak pernah dapat hadiah dadi pacar kamu?” goda Aji menertawakan kekasih kontraknya yang masih kebingungan itu.
“Ya pernah, Mas, tapi kan pacaran sungguhan. Kita ‘kan cuma kontrak, masak harus sampai begini, anak buah Bella juga nggak ada yang melihat kalau Mas Aji memberikan hadiah,” jawab Syadria polos.
“Dira, tidak semua hal yang kita lakukan mereka harus tahu ‘kan? Anggap saja ini adalah hadiah dari pacar kamu,” ujar Aji membuat Syadira semakin terpukau.
Kemudian, Syadira meminta Aji untuk tak terlalu baik padanya agar ia tak sungguhan jatuh cinta pada Aji.
Aji kembali tertawa melihat wajah polos kekasih kontraknya yang berbeda 9 tahun dengannya itu. Aji memandang Syadira dengan tatapan tulus. Syadira yang salah tingkah dipandangi Aji, mengalihkan pandangannya pada tas barunya.
__ADS_1
...****************...